
Selesai sarapan Abraham berpamitan pada istri dan orang tuanya.Dia menatap Rose sambil tersenyum kemudian mendaratkan ciuman di bibir dan kening sang istri.Setelah itu dia mengelus dan mencium perut buncit istrinya.
"Aku berangkat dulu ya sayang, i love you," ucap Abraham pada istrinya
"Hati hati sayang dan i love you too," jawab Rose tersenyum malu
"Mom ,Dad aku berangkat dulu ya," pamit Abraham pada kedua orang tuanya
"Hati hati nak," tegur mommy
Abraham tersenyum lalu mengangguk. Dia langsung berdiri dan berbalik melangkah menjauhi meja makan.Dia berjalan keluar dari mansion dan Abraham menatap sinis Caroline yang berada didepan pintu mansion orang tuanya.
"Untuk apa kamu kesini lagi?" tanya Abraham dengan nada sinis
"Aku ingin minta maaf pada Rose atas sikapku selama ini," ungkap Caroline
"Pergilah dari sini karena aku tidak akan membiarkanmu bertemu dengan istriku apalagi menyakitinya lagi," bentak Abraham dengan nada dinginnya
__ADS_1
"Aku hanya ingin minta maaf padanya Abraham ," teriak Caroline dengan nada kesal
Rose pun berdiri dengan pelan saat mendengar namanya disebut dari luar. Dia berjalan menuju ke pintu mansion dan keluar. Rose terkejut melihat suaminya yang sedang adu mulut dengan Caroline.
"Ada apa hubby kenapa namaku disebut sebut?" tanya Rose
Abraham berbalik menatap istrinya dan menghampirinya.Sementara Caroline menatap Rose dengan lekat sementara Rose hanya diam.
"Maafkan atas sikapku selama ini yang membencimu dan menyalahkan mu atas kematian ayah dan ibu," Sesal Caroline
"Kemarin memang aku ingin mencelakakan kamu karena hasutan Charlotte namun aku sadar bahwa apa yang aku lakukan padamu selama ini salah," ujar Caroline panjang lebar
Rose terkejut mendengar ucapan dari kakaknya namun dia hanya diam. Sementara Caroline hanya tersenyum tipis melihat adiknya yang hanya diam dan dia mengerti akan sikap adiknya. Rose bersikap seperti itu karena sikapnya selama inilah yang selalu membuat Rose menderita. Mungkin inilah karma untuknya karena kini Rose begitu membencinya dan sepertinya tidak akan memaafkannya.
"Sekali lagi maafkan aku Rose dan selamat tinggal semoga kamu selalu bahagia bersama keluarga kecilmu," ucap Caroline dengan tulus
Caroline berbalik dan langsung berjalan dengan pelan.Rose langsung menitikkan air matanya melihat kepergian kakak kandungnya. Sementara Caroline berjalan menjauhi Rose sambil menghapus airmatanya sedari tadi ingin ditahan nya namun tidak bisa.
__ADS_1
"Ayah , Ibu maafin Caroline yang telah bersikap jahat pada Rose," gumam Caroline sambil menatap keatas langit
"Ayah, Ibu terimakasih telah beberapa hari ini telah mendatangiku dalam mimpi hingga membuatku sadar akan sikapku yang jahat pada Rose selama ini. Aku janji akan berubah dan menjauhi kehidupan Rose," ucap Caroline lirih
Rose hendak mengikuti dan mencegah Caroline namun Abraham memegang tangannya.Dia menatap sang suami dengan beruraian air mata.Hal itu membuat Abraham merasakan sesak melihat istrinya sedih.
"Hubby kumohon hentikan Caroline," ucap Rose menangis sambil memegang lengan suaminya
"Sayang biarkan dia pergi dan berubah jadi orang yang lebih baik," tegur Abraham
Rose terus menitikkan air matanya sambil menatap punggung Caroline yang menghilang dibalik Gerbang. Abraham langsung membawa istrinya kedalam pelukananya.
Tangis Rose langsung pecah dalam dekapan suaminya.Hal itu membuat hati Abraham ikut sakit melihat istrinya menangisi kepergian kakaknya.
"Sayang jangan menangis lagi biarkan dia pergi," ujar Abraham dengan lembut
"Ayo kita masuk kedalam mansion," ajak Abraham
__ADS_1
Rose mengangguk dan mereka kembali masuk kedalam mansion.Abraham menuntun istrinya menuju ke ruang tamu.
TBC