
Abraham tiba dikantor nya dan seperti biasa dia disambut para karyawan nya.Mereka menunduk hormat pada Abraham.
"Selamat pagi pak," sapa mereka
"Selamat pagi," balas Abraham singkat lalu berjalan melewati mereka
Abraham berjalan menuju ke ruangan nya.Cklek dia membuka pintu dan masuk ke dalam. Dia langsung duduk di kursinya dan fokus pada berkas laporan nya.Abraham menghubungi asisten nya Han. Tok..tok..tok Hans masuk ke dalam ruangan Abraham
"Permisi pak ada apa anda memanggil saya," tanya Hans
"Hans carikan aku sekertaris laki laki kalau Perempuan harus dengan syarat pakaian rapi dan bersikap profesional," perintah Abraham tegas
"Memangnya Nyonya Rose kemana tuan," tanya Hans
"Dia sedang hamil muda dan aku tidak membiarkan nya bekerja lagi dan makanya aku menyuruhmu mencari sekertaris," ujar Abraham panjang lebar
"Oh begitu, Selamat Pak atas kehamilan istri anda dan saya akan segera mencari sekertaris nya pak," ucap Hans tersenyum
"Terimakasih Hans," balas Abraham singkat
__ADS_1
Hans mengangguk lalu dia memutuskan keluar dari ruangan Abraham. Sementara Abraham kembali fokus pada berkas yang di tandatangani nya sekaligus meneliti nya.Cklek pintu ruangan nya terbuka lalu Caroline masuk dengan pakaian ketat nya. Abraham menoleh dan mengertakan giginya melihat Caroline masuk ke ruangan nya.
"Hai sayang ," sapa Caroline dengan nada manja nya
Caroline mendekati Abraham dan bergelayut manja pada nya.Abraham mendengus dan merasa jijik dengan tingkah Caroline.dia mendorong keras agar Caroline menjauh dari Dirinya Catolin terkejut degan tindakan Abraham.
"Dasar wanita menjijikan ," ucap Abraham sinis
"Apakah kamu pekerjaanmu seperti ini selama ini menggoda pria tampan lalu menyerahkan tubuhmu pada mereka.Cih aku beruntung memiliki istri seperti Rose yang ber etika dan sederhana sementara kamu tidak ber etika sama sekali," sindir Abraham sambil menatap Caroline tajam
Caroline merasa emosi dengan ucapan Abraham yang menghina nya seperti itu.Dia hendak menampar Abraham tetapi Abraham mencekal tangan nga erat.
"Jangan pernah menyentuh ku dengan tangan kotormu," teriak Abraham emosi lalu menghempaskan tangan Caroline dengan kasar
"Sangat berbeda Rose melakukan nya dengan tulus dan tidak pernah iri sama orang lain sementara Kamu selalu mencoba merebut milik Rose dan selalu iri pada nya," cibir Abraham tersenyum menyeringai menatap Caroline yang terdiam
"Hans kemari lah," teriak Abraham memanggil Hans
Hans di ruangan nya langsung keluar dan berjalan menuju ke ruangan Abraham. Cklek Hans masuk dan menghampiri Abraham.
__ADS_1
"Ada apa pak," tanya Hans
"Cepat usir wanita murahan ini dari ruanganku dan pastikan dia jangan sampai menginjakkan kakinya di perusahaan kita Hans," ujar Abraham dengan nada dingin Datar
Hans melirik Caroline dan dia mendengus melihat penampilan Caroline. lalu dia langsung menyeret paksa Caroline keluar dari ruangan Abraham. Sementara Abraham meredakan emosi nya melihat Caroline yang sengaja memancing nya dan membuat moodnya menjadi buruk.
"Rose aku tahu selama bertahun tahun tinggal bersama Caroline dulu kamu menyimpan banyak luka dihatimu yang begitu besar dan kamu banyak mengeluarkan air mata setiap hari," gumam Abraham membayangkan wajah istrinya
"Aku akan melindungi mu istriku dan aku akan membalas semua air mata dan luka hatimu pada Caroline," janji Abraham serius
Sementara Hans berhasil menyeret paksa Caroline keluar dari perusahaan. Caroline menatap Hans dengan tatapan sinis.
"Hei kamu cuma seorang asisten jangan menyentuhku," bentak Caroline
"Cih ya memang aku cuma seorang asisten tetapi pekerjaan ku begitu baik dan tidak menyimpang sepertimu," ucap Hans tenang
"Bisanya cuma menggoda pria beristri dan ku yakin diluar sana Nona menyerahkan tubuh anda pada mereka," sindir Hans
Hans berbalik dan berjalan masuk ke kantor meninggalkan Caroline sendiri.Caroline merasa emosi dengan ucapan Hans.
__ADS_1
TBC
jangan emosi yak 😂😂😂😂