
"Sayang," panggil Rose menoleh menatap suami nya
Abraham tersentak lalu dia tersenyum menatap sang istri.Dia menghampiri istrinya dan memeluk nya dari belakang. Rose menjatuhkan selang nya dan berbalik menghadap sang suami.
Abraham melingkarkan tangan nya di pinggang istrinya.
"Tadi kamu melamunkan apa sayang," tanya Rose penasaran
"Aku cuma teringat kejadian kemarin dimana aku hampir kehilangan kamu dan anak kita," balas Abraham mengelus perut sang istri
Rose tersenyum lalu menarik tangan suami nya dan mereka duduk di sebuah Kursi ayunan kayu.Dia menggenggam tangan suami nya lalu menempelkan nya pada perut nya.
"Sayang jangan khawatir aku dan calon anak kita baik baik saja sekarang," ucap Rose menenangkan suami nya
"Tapi aku takut kehilangan salah satu diantara kalian sayang," ucap Abraham ketakutan
Rose langsung mencium bibir suami nya agar tenang. Setelah itu dia melepaskan nya dan membelai wajah suami dengan lembut.
"Aku akan berjuang demi kamu dan Calon anak kita sampai dia Lahir hubby," ujar Rose serius
Abraham berkaca kaca mendengarnya lalu dia menaruh kepala istrinya di dadanya.Tangan Abraham mengelus perut istrinya yang terlihat sedikit menonjol.
"Oh ya sayang bagaimana kamu tadi lelah tidak menyirami bunga bunga itu," tanya Abraham mengalihkan pembicaraan
__ADS_1
"Tidak sayang justru aku menikmatinya menyirami bunga bunga itu agar selalu mekar," ucap Rose tersenyum manis
Abraham tersenyum melihat istrinya yang sangat antusias dan sangat suka menanam bunga.Dia membelai wajah sang istri dengan lembut. Lalu mendaratkan ciuman di kening nya begitu lama setelah itu melepaskan nya.
"Udara pagi hari sangatlah segar ya sayang," ucap Rose tersenyum
"Iya kamu benar sayang oh ya kamu harus minum susu dulu sayang, tunggu ya aku buatin dulu," ujar Abraham
Rose tersenyum mengangguk lalu abraham berjalan masuk ke dalam penthouse. Dia berjalan menuju ke dapur membuat segelas susu untuk istri nya.Dari pinggir jalan Caroline menghentikan mobil nya dan dia terus memperhatikan Rose.
Caroline membawa senjata dan hendak menghampiri Rose tetapi terhalang para Bodyguard suruhan Abraham.
"Silahkan pergi dari sini Nona anda dilarang masuk," cegah para bodyguard
"Tetap tidak bisa nona atau mau saya seret atau dipaksa oleh polisi," ancam Bodyguard dengan tatapan tajam
Caroline merasa ketakutan mendengar nama polisi lalu dia berbalik dan masuk ke mobil nya. Lalu dia melajukan mobilnya kencang meninggalkan penthouse.Bodyguard merasa lega karena Caroline telah pergi dan Mereka tetap waspda dan berjaga jaga.
Abraham kembali di dengan membawa segelas susu dan duduk di kursi ayunan.
"Ini sayang minumlah," ujar Abraham
"Oh ya sayang tadi di luar gerbang ada ribut ribut coba tanyakan sama pengawalmu," ucap Rose
__ADS_1
Abraham mengangguk lalu dia berdiri berjalan keluar dari Penthouse menemui para bodyguard nya.
"Ada apa tadi kata istriku ada ribut ribut," tanya Abraham
"Begini tuan tadi nona Caroline datang kemari ingin mencelakai nyonya muda Tuan dan untung kami mencegah nya," ucap bodyguard
Abraham mengeras rahang nya mendengar ucapan dari bodyguardnya. Para bodyguard ketakutan melihat raut wajah tuan nya.
"Kalian perketat penjagaan dan jangan biarkan wanita itu datang lagi," ucap Abraham dengan nada dingin datar
"Baik tuan," ucap para bodyguard
Abraham kembali masuk ke dalam dan duduk si kursi ayunan bersama istri nya.Rose menatap suami nya heran dengan raut wajah sang suami yang sepertinya sedang emosi.
"Sayang ayo masuk ke dalam," ajak Abraham berubah lembut
"Baiklah ayo sayang," balas Rose
TBC
jangan lupa like , vote , dan komen ya
dan jika belum rate silahkan di rate
__ADS_1