
Kayla melepaskan pelukannya dan segera mrnghapus air matanya.Dia begitu beruntung memiliki ibu Ratih dan juga kedua adiknya Rena dan Aldi.
"Terimakasih ya bu karena telah memberiku kasih sayang?" ucap Kayla sambil tersenyum
"Iya sayang sama sama jadi jangan menangis lagi ya nak," tegur Bu Ratih
Kayla pun menganggukkan kepalanya kearah Bu Ratih.Rena dan Aldi pun menghampiri Kayla dan duduk disampingnya.Mereka berdua memperhatikan wajah sembab kakaknya.
"Kak Kayla siapa yang membuat kakak menangis?" tanya Aldi
"Tidak sayang kakak tidak menangis kok tadi kakak cuma kemasukan debu dimata kakak," elak Kayla
"Baiklah kakak mandi dulu ya Rena , Aldi dan ibu," pamit Kayla
"Iya sayang," balas Bu Ratih
Kayla pun langsung berdiri dan berjalan menuu kekamarnya.Dia segera masuk kamar mandi dan selesai mandi dia segera berganti pakaian.
Sementara Alvaro tiba dimansionnya dalam keadaan emosi.Dia teringat ucapan Kayla yang membandingkannya dengan Max.Alvaro berjalan menaiki tangga menuju ke kamarnya. Cklrek pintu kamar terbuka dan Alvaro masuk kedalam.Dia langsung duduk ditepi ranjang sambil meredakan emosinya yang hampir meledak.
__ADS_1
"Dasar gadis bodoh itu masih saja membela pria yang jelas jelas tidak mencintainya," ucap Alvaro kesal
"Tapi tadi aku tidak seharusnya berbicara kasar padanya sial," sesal Alvaro sambil mengumpat
Dia merogoh hapenya lalu menekan nomor orang suruhannya.Setelah sambungan terhubung dia langsung menyuruh seseorang tersebut.
"Kamu awasi panti asuhan Permata Hati dan laporkan apa yang dilakukan oleh seorang gadis bernama Kayla Agnesia Leandra," ucap Alvaro dengan nada dinginnya
Setelah itu diapun langsung mematikan teleponnya dan menaruh hapenya dinakas. Alvaro langsung membanting tubuhnya diatas ranjang.Dia melirik kearah alarm menunjukkan angka 05.00 sore.
Drrt drrt hapenya berbunyi dan Alvaro pun langsung terbangun.Dia menatap nama mommy tertera disana lalu diqpun langsung mengangkatnya.
"Arsa kamu anak nakal pulanglah ke mansion daddy nak mommy sangat merindukanmu," ucap Mommy dalam telepon
"Iya iya mommy kapan kapan," balas Alvaro dengan entengnya
"Pokoknya kamu harus datang ke mansion daddy atau mommy akan menjodohkanmu," ancam Mommy
"Ck iya mommy besok aku akan kesana bye mom," sahut Alvaro lalu mematikan sambungan teleponnya
__ADS_1
"Huh mommy selalu saja mengancamku dengan perjodohan terus ck," dengus alvaro
Alvaro pun keluar kamar dan berjalan menuju keruang tamu.Dia pun langsung menyalakan televisi karena merasa bosan dikamarnya. Satu jam kemudian pelayan pun datang dan menghampirinya.
"Tuan makan malam sudah siap," ucap pelayan
"Iya kamu boleh pergi sekarang," ucap Alvaro dengan raut datarnya
Pelayan pun segera pergi menuju kedapur. Sementara Alvaro pun mematikan tv kemudian diapun langsung berdiri dan berjalan menuju ke meja makan.Dia pun langsung duduk dikursi tiba tiba dia teringat dengan kayla.
"Huh kenapa aku tiba tiba teringat dengan gadis bodoh itu ck," ucap Alvaro dengan nada kesalnya
Alvaro pun mulai makan malam dengan tenan.Selesai makan malam dia pun segera bangkit dari sana dan berbalik melangkah menjauhi meja makan.Dia menaiki tangga menuju ke kamarnya.Cklek Alvaro membuka pintu kamarnya dan langsung masuk kedalam.Dia berjalan menuju ke lacinya dan mengambil sesuatu yaitu penjepit rambut berwarna pink.
"Gadis kecil kamu dimana?" gumam Alvaro sambil menatap penjepit dalam genggamannya
"Gadis kecil terimakasih kamu dulu telah menolongku saat aku terjatuh dan aku janji akan menikahimu jika kita bertemu," ucap Alvaro
Setelah itu Alvaro memasukkan kembali penjepit rambut itu kedalam laci.Kemudian dia pun langsung membaringkan tubuhnya diranjang dan langsung memejamkan matanya kealam mimpi.
__ADS_1
tbc