
"Xavier dan Max kemana kok enggak keluar kamar?" tanya Rose
"Mereka pasti sedang asyik main Ps atau enggak ya main Game di hape mereka ," balas Abraham
Rose pun tersenyum mengangguk.Lalu dia menyandarkan tubuhnya ditubuh kekar suaminya sambil mengelus perut buncitnya.Clarissa pun tersenyum melihat kakak dan kakak iparnya akur dan bahagia.
"Sayang sebaiknya kita memberi Xavier seorang adik," ungkap Aldrich
"Iya tapi kata dokter kecil kemungkinan nya aku untuk hamil lagi sayang," jawab Clarissa
Aldrich langsung memeluk istrinya yang sedih.Clarissa membalas pelukan suaminya lalu dia melepaskannya.Dia menatap Aldrich sambil tersenyum.
"Kita sudah memiliki Xavier hubby dan hidup kita juga sudah sempurna sekarang meskipun sebenarnya aku ingin hamil lagi," ucap Clarissa lirih
"Iya sayang aku mengerti dan maafkan aku yang membuatmu bersedih," Sesal Aldrich
"Iya hubby enggak papa kok," ucap Clarissa tersenyum tipis
Beberapa menit kemudian pelayan datang membawa nampan berisi minuman dan menaruhnya diatas meja.
Setelah itu pelayan undur diri dan kembali ke dapur.Sesama wanita Rose ikut merasakan kesedihan yang kini tengah dirasakan oleh Clarissa.
"Rissa , Aldrich ayo silahkan diminum dulu," tawar Rose
"Iya kakak ipar," jawab Clarissa sambil menghapus air matanya
__ADS_1
Aldrich dan Clarissa pun langsung meneguk minuman masing masing. Abraham pun mengerti dengan perasaan Rose yang ikut merasakan kesedihan Clarissa.
Dia pun mencium pelipis Rose dari samping.Rose pun menoleh dan menatap suaminya dengan senyum cantiknya.
"Jangan bersedih sayang aku tahu Clarissa wanita yang tegar dan ingat kamu sedang hamil saat ini," tegur Abraham dengan lembut
"Iya hubbyku sayang aku tidak akan bersedih lagi," ujar Rose
Sementara Xavier dan Max setelah puas bermain game mereka berdua keluar dari kamar Max.
Mereka segera menghampiri orang tua mereka.Clarissa tersenyum melihat puteranya max menghampirinya dan duduk disebelahnya.
"Mommy kamu kenapa sepertinya habis menangis?" tanya Xavier cemas
"Mommy bohong apa ini jangan jangan masalah mommy yang tidak bisa memberiku adik," tebak Xavier
Semua orang terkejut mendengar ucapan dari Xavier.Clarissa tersenyum mendengar tebakan putranya yang tepat sasaran.Xavierpun langsung memeluk mommy nya dengan erat.Beberapa menit kemudian Xavier melepaskan pelukannya dan menatap sang mommy dengan tersenyum.
"Mommy jangan memikirkan hal itu lagi ya karena bagiku Max dan dedek bayi diperut bibi Rose sudah aku anggap adikku sendiri," ucap Xavier tersenyum tipis menatap mommy nya
Clarissa pun terharu mendengar ucapan puteranya begitu juga dengan Aldrich.Sementara Rose , Abraham dan Max ikutan bahagia melihat mereka bertiga.Aldrich pun mengelus rambut puteranya dan tersenyum kearahnya.
"Daddy bangga padamu son," ungkap Aldrich
"Aku kan putera Daddy," jawab Xavier dengan bangga
__ADS_1
"Oh ya Bibi Rissa tadi disekolah para gadis mengejar ngejar Xavier dan ingin menjadi kekasihnya," celetuk Max
"Benarkah Xavier sayang ?" tanya Clarissa sambil menatap intens puteranya Xavier
"Hehe mom mereka yang mengejar ku dan aku juga hanya mengacuhkannya," jawab Xavier sambil nyengir
"Kamu memang penerus dari daddymu Aldrich menjadi calon playboy," sahut Abraham sambil tertawa
"Lanjutkan tebar pesona mu Xavier daddy bakal dukung kamu," ujar Aldrich sambil menatap kearah puteranya
Clarissa geram dengan suaminya lalu dia menjewer telinga dang suami. Aldrich pun meringis kesakitan dan menatap puteranya agar menolongnya.
Sementara Rose dan lainnya tertawa melihat Aldrich meringis kesakitan.
"Sayang lepasin telingaku ini sangat sakit," ucap Aldrich memelas
Clarissa langsung melepaskan jewerannya.Dia pun langsung cemberut dan Aldrich pun berusaha membujuk istrinya.
Xavier hanya bisa menahan tawanya pelan dan takut daddy-nya ngamuk dan berakibat memotong uang jajannya.Dia pun menatap mommynya dan membantu sang daddy agar dimaafkan mommy nya.
"Mom , maafkan Daddy ya dia tadi hanya bercanda dan aku tidak akan menjadi playboy mommy," ujar Xavier
"Baiklah aku memaafkan daddy Aldrich," ucap Mommy Clarissa
TBC
__ADS_1