Rosalie & Abraham ( Fall In Love With You )

Rosalie & Abraham ( Fall In Love With You )
Episode 155


__ADS_3

"Sayang jangan memancingku," ujar Arsa dengan suara serak


"Aku cuma ingin bermanja denganmu honey," elak Kayla


"Sebaiknya kita masuk ke kamar sayang ini sudah malam," tegur Arsa


Kayla turun dari pangkuan suaminya dan Arsa langsung berdiri kemudian menggendong istrinya ala bridal style.Kayla mengalungkan tangannya keleher suaminya dan tersenyum menatap wajah Arsa.Mereka masuk kedalam kamar yang ada disebelah kiri lalu menguncinya dari dalam.Setelah itu seperti biasa mereka melakukan bubungan suami istri dengan pelan mengingat Kayla hamil muda.


Sementara dikamar Max dan Maureen juga melakukan hal yang sama.Max melucuti pakaian mereka hingga mereka polos.Max meneguk ludahnya kasar melihat kedua gununh kembar istrinya yang menatang dan tubuh istrinya yang semakin seksi dengan perut buncitnya.


"Kamu sangat seksi sayangku," bisik Max dengan seringai nakalnya


Maureen tersipu mendengar ucapan dari sang suami.Max pun langsung mencium bibir istrinya dan Maureen membalasnya.Setelah itu ciuman Max turun keleher dan mengigitnya hingga meninggalkan tanda.


"Euhn," lenguh Maureen


Setelah puas mencium leher istrinya kini Max tengah menjilati, melintir dan mengigit lalu meremas dua gunung kembar istrinya yang semakin besar semenjak kehamilan Maureen. Sementara Maureen langsung menjambak rambut suaminya karena merasa nikmat akan sentuhan tangan Max didadanya.


Pada puncaknya Max langsung memasukkan miliknya kedalam milik istrinya dengan pelan.Maureen meneriakkan nama Max berulang ulang membuat Max bersemangat.

__ADS_1


"Ssh ah sayang pelan pelan," tegur Maureen


"Iya sayang aku akan pelan," ucap Max


Max memaju mundurkan pinggulnya dengan pelan.Hal itu membuat Maureen mendesah keenakan atas kenikmatan yang suaminya berikan.2 jam kemudian mereka berdua mencapai puncak kenikmatan bersama dan Max menyemburkan cairan hangatnya di area terlarang istrinya.


Dia segera berguling kesamping dan langsung menutupi tubuh mereka dengan selimut.Max menoleh memperhatikan istrinya yang masih terengah engah.Tangannya masuk kedalam selimut dan mengelus perut buncit istrinya.


"Sayang apakah dia terguncang dengan kegiatan kita tadi?" tanya Max mengelus perut istrinya itu


"Tidak sayang kan kamu melakukannya dengan pelan dan hati hati," jawan Maureen sambil tersenyum


"Terimakasih sayang kamu masih mau melayaniku dan maaf ya kamu pasti sangat lelah," ujar Max sambil merapikan rambut istrinya


"Enggak papa sayang ini sudah tugasku melayanimu dan aku juga menginginkan kamu menyentuhku," ungkap Maureen dengan pipi meronanya


"Sebaiknya kita tidur sayang ini sudah sangat malam," ajak Max


"Kamu elus perutku ya hubby," ucap Maureen

__ADS_1


Max memgangguk lalu diapun mengelus perut buncit istrinya hingga istrinya tertidur. Setelah istrinya tidur dia berhenti dan ikut memejamkan kedua matanya kealam mimpi.


Keesokkan harinya Maureen terbangun terlebih dahulu.Dia menoleh menatap suaminya sambil tersenyum.Maureen beralih menatap perut buncitnya dan mengelusnya.


"Sayang kamu sehat terus ya diperut mommy," ucap Maureen


Max membuka matanya lalu tersenyum mendengar ucapan istrinya.Dia langsung bangun dan bersandar pada dipan ranjang. Max ikut mengelus perut buncit istrinya dari dalam selimut.


"Selamat pagi sayang kok kamu sudah bangun?" tanya Max


"Pagi hubby dan aku sudah cukup tidurnya dan tadi aku menyapa calon anak kita diperut aku," ungkap Maureen sambil tersenyum


"Iya sayang aku juga mendengarnya kok dan yuk sebaiknya kita mandi," ajak Max


Max menyibak selimutnya dan dia berdiri dengan tubuh polosnya lalu menggendong Maureen dan membawanya ke kamar mandi.1 jam kemudian mereka baru keluar dan mereka berdua segera memakai pakaian masing masing..


"Sayang biar aku saja ya yang mengganti sepreinya," ujar Max


Maureen tersenyum lalu mengangguk dan Max langsung mengganti sepreinya dengan yang baru begitu juga dengan selimutnya. Setelah itu mereka keluar dari kamar dan berjalan menuju ke meja makan.

__ADS_1


tbc


__ADS_2