
Sementara Max pun berada diruangan meeting.Dia bersama asistennya Aris sedang membahas tentang proyek.Beberapa jam kemudian max pun keluar dari ruang meeting dengan wajah lelahnya.Mereka pun berjalan menuju keruangan Max namun dari belakang ada yang menanggilnya.
"Maximilano," panggil seorang gadis
Max pun menghentikan jalannya dan langsung berbalik. Dia menatap seorang gadis yang tersenyum kearahnya.Gadis itu pun berjalan menghampirinya dan langsung memeluknya dengan erat.
"Apa apaan kamu Kayla kenapa kamu tiba tiba memelukku?" tanya Max bingung
Max pun melepaskan pelukan Kayla dan menatapnya tajam.Sementara Kayla pun tersenyum tipis mengabaikan tatapan Max padanya.
"Aku merindukanmu Max," ungkap Kayla sambil tersenyum manis
"Aku lelah Kay sebaiknya kamu pulang," usir Max dengan halus
"Tapi aku baru datang dan sangat merindukanmu Max dan ingin mengobrol denganmu," ucap Kayla
Max pun berdecak dan berbalik lalu melangkah meninggalkan Kayla sendiri.Kayla pun menatapnya sendu lalu berteriak dengan kencang.
__ADS_1
"Aku mencintaimu Max dari kita masih remaja," teriak Kayla sambil menahan tangis
Max pun menghentikan jalannya mendengar ucapan dari Kayla.Lalu dia pun kembali berbalik dan menatap Kayla dmegan sorot mata tajam.
"Maaf Kayla aku tidak mencintaimu karena aku menganggapmu sebagai adikku seperti halnya dengan adik kandungku Melani," ucap Max dengan nada tegas
"Aku menyayangi layaknya seorang kakak pada adiknya dan juga karena kamu sahabat dari adikku Melani," ucap Max dengan lembut
Deg Kayla langsung menitikkan air matanya mendengar pengakuan dari Max.Dia tidak menyangka cintanya ditolak oleh Max dan hatinya pun hancur berkeping keping.Max pun sebenarnya tidak tega melihat Kayla patah hati dan menangis. namun hal ini harus dia lakukan karena dia memang tidak punya perasaan apapun pada Kayla dan dia tidak mau memberinya harapan lebih.
"Enggak usah Kak aku bisa pulang sendiri dan maafin aku ya menganggu waktu kakak dan jugq maaf karena memanggilmu dengan sebutan nama tanpa embel kakak," ucap Kayla sambil menghapus air matanya
Setelah itu Kayla berbalik dan berjalan keluar dari perusahaan Max. Sementara Max menghela nafas dan kembali berjalan menuju keruangannya diikuti Aris dari belakang.Kayla pun berjalan menuju gerbang dan keluar dan berdiri dipinggir jalan sambil menunggu Taxi.
"Aku mencintainya namun dia hanya menganggapku seorang adik," gumam Kayla
"Kenapa mencintai seseorang harus sesakit ini dan aku harap Cinta ini segera hilang agar aku tidak merasakan patah hati lebih lama lagi," ucap Kayla dengan sendu
__ADS_1
Beberapa menit kemudian Taksi pun datang dan berhenti didepannya lalu Kayla pun masuk kedalam.Setelah itu Sopir melajukan taksinya menjauh meninggalkan perusahaan milik Max.Diruangannya Max pun kembali fokus pada pekerjaannya yaitu meneliti berkas berkas laporannya.2 jam kemudian Max pun meregangkan ototnya dan dia langsung berdiri.Max berjalan keluar dari ruangnya dan berjalan menuju keluar kantor. Dia pun langsung masuk kedalam mobil lalu melajukan mobilnya meninggalkan area kantor.Max pun melajukn mobilnya dwngan pelan melihat seorang gadis yang tengah berdiri ditepi jalan dan Max pun melajukan mobilnya menghampirinya.Dia membuka kaca mobilnya dan menatap gadis itu sambil tersenyum.
"Hai nona kita bertemu lagi," sapa Max
"Memangnya anda siapa tuan?" tanya Maureen bingung
Max pun berdecak mendengar pertanyaan dari gadis tersebut.Dia merasa kesal karena gadis itu tidak mengingatnya dan dia kira gadis didepannya pelupa.
"Aku pria yang kemarin kamu tubruk didepan pintu Kafe," jelas Max dengan nada kesal
Maureen pun mengangguk lalu bibirnya membentuk huruf O.Lalu dia pun menatap pria tersebut lalu melirik kearah kejauhan dan melihat taksi yang sudah datang.
"Maaf tuan taksi aku sudah datang aku permisi," ucap Maureen
Maureen pun berjalan menuju ke taksi lalu masuk kedalam dan Taksi pun melaju menjauh.Sementara Max pun mendengus melihat gadis itu yang sudah pergi naik taksi.
tbc
__ADS_1