
"Dasar pria tanpa ekspresi dan juga menyebalkan," gerutu Kayla dengan nada kesal
Kayla pun berdiri dan berjalan keluar dari mansion milik Alvaro.Diluar mansion Kayla menghela nafas kasar dan dia memutuskan pulang meskipun Alvaro melarangnya.Sampai dijalan Kayla mengambil hapenya dari dalam tasnya lalu memesan taksi.
Beberapa menit taksi yang dia pesan datang menghampirinya.Kayla pun langsung masuk kedalam taksi dan sopir taksipun langsung melajukannya dengan kecepatan sedang.
"Aku harap kita tidak bertemu lagi om Arsa," gumam Kayla
"Nona kita mau pergi kemana?"tanya sopir taksi
"Tolong antarkan aku kejalan mawar no xx pak," balas Kayla
"Baik nona," jawab sang sopir
30 menit kemudian Kayla pun sampai didepan apartemen.Dia pun segera membayarnya dan langsung keluar dari taksi. Dia berjalan mendekati apartemen tersebut. Kayla mengetuk pintu namun tidak ada yang menyahut.
"Kemana kak Maureen ya apa mungkin dia sedang ada dikampus," ucap Kayla
Kayla pun berbalik dan berjalan menjauhi apartemen Maureen.Dia berjalan dengan gontai dan lesu namun dia tetap berusaha tegar.Setelah itu dia pun berbalik dan berjalan menuju ke halte.
__ADS_1
"Aku jadi merindukan ibu panti," ungkap Kayla
Setelah bus datang dan berhenti Kayla pun langsung masuk kedalam.Bus pun langsung berjalan meninggalkan halte dan kayla menatap pemandangan dari balik jendela bus. Beberapa menit kemudian Kayla pun turun dan berjalan menuju ke panti.Dia merasa dipanti adalah tempat yang paling nyaman menurutnya daripada mansion mewah.Dia tersenyum menatap adik adik pantinya yang sedang bermain dengan ceria.
"Rena , Aldi ," panggil Kayla
"Kakak," ucap Rena dan Aldi bersamaan
Mereka pun tersenyum lebar dan langsung berlari dan menghampiri Kayla lalu keduanya memeluknya dengan erat.Sementara Kayla tersenyum melihat adiknya merindukan dirinya.Setelah itu Kayla melepaskan pelukannya begitu juga dengan Rena dan Aldi.
"Kakak kemarin kemana kok enggak pulang kepanti?"tanya Aldi dengan cemas
"Om tanpa ekspresi maksutnya bagaimana kak kami bingung?" tanya Rena
Kayla pun menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.Lalu dia menatap kedua adiknya sambil nyengir.
"Ayo masuk dulu kedalam nanti kakak ceritain," ucap Kayla
Renda dan Aldi pun langsung menganggukkan kepalanya lalu mereka mengandeng tangan Kayla.
__ADS_1
Mereka bertiga pun berjalan masuk kedalam panti dan langsung duduk duduk dikursi.Kayla pun menceritakannya pada kedua adiknya tersebut.Rena dan Aldi pun mengangguk mengerti setelah Kayla selesai bercerita.
"Apakah om itu kekasih kakak?" tanya Rena
"Bukan sayang," balas Kayla dengan cepat
Sementara dikantor Alvaro tengah menatap informasi tentang Max yang diberikan oleh orang suruhannya. Dia pun berdecih mengingat kayla menangisi pria yang hanya menganggapnya sebagai seorang adik.
"Maximilano Stefanus pria yang dicintai oleh kayla," ucap Alvaro
Setelah itu dia pun menaruhnya didalam laci mejanya.Tiba tiba dia teringat dengan gadis bodoh yang dia abaikan tadi pagi.Alvaro segera menghubungi pelayannya setelah itu mematikan hapenya.
"Dasar gadis keras kepala aku suruh tinggal dimansionku dia malah pulang," decak Alvaro dengan kesal
Setelah itu dia pun fokus pada pekerjaannya meskipun Alvaro teringat dengan Kayla.Dia pun segera menggelengkan kepalanya. Beberapa jam kemudian Alvaro langsung berdiri dan menyuruh seseorang mencari keberadaan Kayla.Setelah itu dia berjalan keluar dari ruangan dan melewati para karyawannya dengan raut wajah dinginnya. Alvaro segera keluar dari kantornya dan masuk kedalam mobilnya kemudian melajukannya dengan kencang.
"Apa kayla pergi ke mansion keluarga Stefanus," batin Alvaro
tbc
__ADS_1