
Seorang gadis keluar dari mobilnya dan berjalan menuju pintu Mansion keluarga Stefanus.Tok..tok..tok pelayan pun segera membuka pintu dan memyuruh gadis tersebut masuk kedalam.Zanna berjalan menuju keruang tamu menghampiri mereka.
"Pagi paman pagi Bibi," sapa Zanna
"Pagi juga Zanna kamu kesini sendiri?" Tanya Mommy Rose
"Iya bibi," balas Zanna tersenyum tipis
Zanna menoleh dan menatap Maureen dengan pandangan lekat.Lalu dia tersenyum kearah sepupunya yaitu Max.Dia beralih menatap kearah bibi dan pamannya.
"Bibi siapa dia?" tanya Zanna sambil menunjuk kearah Maureen
"Dia Maureen kekasih dari Max," ungkap Mommy Rose sambil tersenyum
Zanna pun mengangguk lalu dia pun langsung duduk disofa yang kosong.Dia terus memperhatikan Maureen dengan seksama. Hal itu membuat Maureen tidak nyaman dan Max pun menyadarinya.
"Berhenti menatap kekasihku seperti itu Zanna dan jangan bilang kamu mau mengkritiknya hanya karena penampilannya," tegur Max dengan raut dinginnya
Zanna pun terkejut mendengar ucapan dari sepupunya.Sementara Mommy dan Daddy menatap mereka bingung.Mommy langsung menatap kearah Zanna , keponakan perempuannya untuk meminta penjelasan. Zanna pun terdiam dan mommy menghela nafas atas sikap diamnya sang keponakan.
"Kamu selalu ikut campur urusan pribadiku Zanna dan ingatlah kamu itu cuma sepupuku bukan adikku," ujar Max dengan nada tegas
__ADS_1
"Sebaiknya kamu mencari kekasih daripada merecoki hubunganku dengan Maureen," ungkap Max
Max pun langsung berdiri lalu menarik tangan Maureen agar ikut berdiri. Maureen pun menurutinya lalu mereka berbalik dan berjalan keluar dari mansion.Mereka langsung masuk kedalam mobil lalu melajukannya kencang.Mommy Rose pun menatap kearah keponakannya yang sedari tadi diam.
"Jelaskan Zanna apakah perkataan Max benar?" tanya Mommy Rose
"Maafkan Zanna Bibi kalau perkataan kak Max memang benar adanya namun aku melakukannya demi kebaikan Kak Max," ucap Zanna
"Karena kedua orang tuamu memanjakanmu makanya kamu bertingkah seperti ini dengan mengatur urusan asmara orang lain," ucap Mommy Rose
"Kebaikan apa maksudmu Zanna kebaikan merusak hidup orang lain hah," ujar Mommy Rose dengan suara tinggi
"Mommy tenangkan dirimu," tegur Daddy Abraham
"Bibi cuma mau menasehatimu kamu nak jangan melakukan hal seperti itu lagi dan jangan menilai seseorang dari penampilannya," tegur Mommy Rose
"Maafin Zanna bibi , paman karena Zanna membuat kalian kecewa atas sikap Zanna," sesal Zanna
"Baiklah kami memaafkanmu," ucap Mommy Rose
Sementara Max dan Maureen kini berada didepan apartemen Maureen.Maureen menatap sang kekasih lalu mengenggam tangannya.
__ADS_1
"Max kamu tidak boleh berbicara seperti itu tadi pada sepupumu Max," tegur Maureen
"Tapi dia selalu ikut campur dalam masalah pribadiku sayang," ujar Max dengan raut wajah kesal
Max dan Maureen keluar dari mobil dan mereka pun menuju keapartemen.Maureen mengambil kuncinya lalu membuka pintu apartmen.Mereka pun langsung masuk kedalam dan duduk disofa.Maureen langsung duduk dipangkuan kekasihnya dan menatap Max sambil tersenyum.
"Sudah jangan marah lagi ya," bujuk Maureen
Maureen langsung mencium bibir kekasihnya dan Max langsung membalasnya dengan rakus.Mereka pun berciuman dengan liar dan rakus hingga keduanya kehabisan nafas baru menyudahinya.Max menatap Maureen dengan tatapan penuh gairah.Lalu dia menyibak rambut Maureen setelah itu dia membuka kancing kemeja Maureen namun Maureen menghalanginya.
"Sayang jangan," tolak Maureen dengan halus
Namun Max tidak menggubrisnya dan dia tetap membuka kancing kemeja Maureen.Setelah terbuka dia meneguk ludahnya melihat dua bukit kembar milik Maureen tertutup bra.
"Sayang kita belum menikah," tegur Maureen lalu mengancingkan kembali kancing kemejanya
tbc
jangan kupa like , vote dan komen makasih
author tunggu ya hehe
__ADS_1