
"Kamu bohong Kayla," ungkap Alvaro dengan tatapan tajamnya
"Tidak kok Om," jawab Kayla gugup
Alvaro langsung berdiri begitu juga dengan Kayla.Kayla hendak masuk kedalam panti namun Alvaro menahannya.Dia menarik Kayla dan membawanya masuk kedalam mobil lalu mengunci mobilnya.Sementara Kayla berdecak melihat tingkah menyebalkan dari pria disampingnya.
"Om aku ingin keluar buka pintunya," pinta Kayla
"Tidak sebelum kamu jujur kalau kamu adalah gadis kecil itukan?" tanya Alvaro
"Mungkin Om salah orang," elak Kayla
Alvaro berdecih mendengar ucapan dari Kayla.Dia menarik tangan Kayla hingga Kayla berada diatas pangkuannya.Sontak hal itu membuat Kayla memberontak dan menatap tajam Alvaro.
"Bilang jujur padaku atau kucium kamu Kayla pilih mana cepat?" ujar Alvaro
Kayla pun melotot sekaligus terkejut mendengar ucapan dari Alvaro.Sementadlra Alvaro menunggu jawaban dari gadis yang ada dipangkuannya saat ini.
Kayla pun menghela nafas lalu tanpa pikir panjang dia pun mengangguk.Sontak Alvaro pun tersenyum sumringah melihatnya.Alvaro mendekatkankan wajahnya dan mencium bibir mungil milik Kayla.
Kayla pun mencoba mendorong tubuh Alvaro namun hanya sia sia.Beberapa menit kemudian Alvaro melepaskan tautan bibirnya dari bibir Kayla.
"Apa apan sih kamu Om," protes Kayla sambil mengusap bibirnya
__ADS_1
"Jangan panggil aku om lagi panggil aku Arsa saja Kay," ucap Alvaro
"Iya iya ," ucap Kayla singkat
Kayla pun turun dari pangkuan Alvaro.Dia pun langsung duduk disebelahnya lalu memilih memandang kearah lain.Sementara Alvaro membuka kuncinya dan dia menoleh menatap Kayla.
"Tinggallah bersamaku Kayla dimansion," tawar Alvaro
"Terimakasih atas tawarannya namun aku merasa nyaman tinggal dipanti," ungkap Kayla sambil tersenyum
Kayla pun keluar dari mobil dan berjalan menuju ke panti. Sementara Alvaro pun menatapnya kecewa dengan sikap Kayla yang kini menjadi pendiam semenjak tahu kakak tirinya yang disukai oleh Max.
"Kamu begitu mencintai pria itu Kay," gumam Alvaro lirih
Setelah itu Alvaro melajukan mobilnya kencang menuju keMansion.Sementara Kayla duduk disofa sambil menetralkan jantungnya sehabis dicium oleh Alvaro.
"Ternyata Arsa adalah laki laki yang dulu aku tolong," gumam Kayla
"Dunia memang sempit," ucap Kayla pelan
Kayla pun melirik jam yang ada didinding menunjukkan angka 06.00 sore.Rena dan Aldi pun menghampiri Kayla yang termenung disofa.Mereka pun langsung duduk disebelah Kayla dan kini tengah memperhatikan kakaknya itu.
"Kakak Kayla," panggil Rena
__ADS_1
"Eh iya sayang ada apa?" balas Kayla tersentak dari lamunannya.
"Kakak kenapa kok melamun?" tanya Aldi
"Apa jangan jangan kakak memikirkan om tanpan itu ya," tebak Rena sambil terkikik
"Dia cuma teman kakak kok sayang namanya Arsa," ungkap Kayla sambil tersenyum tipis kearah Rena dan Aldi secra bergantian
"Sepertinya dia om baik kak dan dia serasi dengan kakak, " sahut Aldi
"Kalian masih kecil sayang jangan memikirkan orang dewas," ujar Kayla sambil mencubit pelan pipi Rena dan pipi Aldi
Rena dan Aldi pun hanya tertawa lalu memeluk kayla dengan erat dan Kayla pun membalas pelukan mereka.Bu Ratih pun berjalan menghampiri mereka dan dia pun tersenyum melihat mereka bertiga.Rena dan Aldi pun melepaskan pelukannya begitu juga dengan Kayla.
"Ibu , kak Kayla kekasihnya sangat tampan lho," ucap Rena dengan muka polosnya
"Benarkah itu sayang?" tanya Bu Ratih pada puterinya Kayla
"Tidak bu Arsa itu hanya teman Kayla," balas Kayla sambil tersenyum tipis
"Oh jadi namanya Arsa kapan kapan kenalkan pada Ibu ya," ujar Bu Ratih
"Iya ibu," jawab Kayla singkat
__ADS_1
tbc