
1 bulan kemudian Max dan Maureen kini sudah berada dalam pesawat pribadi milik Max.Mereka berdua ingin pulang ke Jakarta sesuai ucapan mereka kemarin.Max kini tengah menyuruh istrinya istirahat didalam kamar yang ada dipesawat tersebut.
"Sayang kamu istirahat ya kan perjalanan kita masih jauh dan aku tidak mau sampai kamu dan calon anak kita kelelahan," ucap Max sambil mengelus perut buncit istrinya
"Iya sayang aku akan istirahat," balas Maureen sambil tersenyum
Max pun tersenyum melihat istrinya begitu penurut.Dia memperhatikan sang istri yang mulai memejamkan matanya.Max beralih menatap perut buncit Maureen kemudian dia menciumnya sekilas.Setelah itu dia pun berdiri dan keluar dari ruangan tersebut.Dia duduk dikursi sofa yang merupakan salah satu fasilitas pesawat tersebut.Max lebih memilih membaca buku tentang seputar kehamilan yang dia bawa.
"Aku ingin menjadi suami siaga dan jika kelak Maureen melahirkan aku tidak akan panik," gumam Max
empat jam kemudian Max menaruh bukunya dimeja karena dia mulai merasa bosan.Dia mengambil ponselnya dan memainkannya. pelayan pun menghampiri Max yang sibuk dengan ponselnya.
"Tuan anda mau minum apa biar saya buatkan?" tanya Pelayan
"Aku ingin kopi dengan sedikit gula," ujar Max tanpa mengalihkan pandangannya dari ponselnya
__ADS_1
"Baik tuan," ucap Pelayan
Pelayan pun pergi dan segera membuatkan kopi untuk majikannya tersebut.Beberapa menit kemudian pelayan kembali dan langsung menaruh kopinya diatas meja. Setelah itu pergi membiarkan majikannya menikmati minumannya.Max menaruh ponselnya diatas meja lalu dia mengangkat cangkirnya dan menyeruput kopinya dengan pelan.Setelah itu dia kembali menaruh cangkirnya dimeja.Sementara Maureen bangun dari tidurnya lalu diapun bangkit dari ranjang dan keluar kamar khusus tersebut.Dia menghampiri suaminya dan duduk disofa.
"Kok kamu sudah bangun sayang?" tanya Max
"Aku lelah kalau tidur terus sayang," ungkap Maureen
"Baiklah kalau begitu bersandarlah pada sofa sayang agar kamu rileks," tegur Max
"Hubby jika kelak aku melahirkan aku ingin melahirkan dengan cara normal ya bukan dengan Caesar," ujar Maureen
"Aku takut kamu kenapa kenapa sayang jika kamu melakukannya secara normal," ujar Max
"Sst sayang aku ingin melahirkan normal karena aku ingin merasakan rasanya berjuang melahirkan calon anak kita," ungkap Maureen tersenyum sambil membelai wajah suaminya
__ADS_1
"Baiklah sayang aku setuju dengan keinginanmu," balas Max sambil memegang tangan Mureen lalu mengecupnya
"Jika aku kenapa kenapa kamu bisa nikah lagi hubby," goda Maureen
Max mengeraskan rahangnya mendengar ucapan dari istrinya.Dia tidak suka istrinya berbicara tentang hal itu hal itu membuat Maureen bersalah karena membuat suaminya marah.
"Aku enggak suka kamu berbicara seperti itu sayang," ujar Max datar
"Maaf ya sayang aku tadi cuma bercanda dan aku juga tidak akan rela jika kamu menikah lagi apalagi selingkuh," sesal Maureen
Max langsung melunak mendengar ucapan istrinya.Dia pun mendaratkan ciuman dibibir dan kening sang istri.Setelah itu dia tersenyum menatap istrinya tersebut.
"Aku hanya mencintaimu sayang jadi jangan pikirkan hal lain selain aku dan calon anak kita ini," ujar Max sambil mengelus perut buncit istrinya
"Iya hubby aku janji aku tidak akan berbicara buruk lagi," ucap Maureen
__ADS_1
tbc