
"Dimana Daddy mom kok enggak bergabung bersama kita?" tanya Rose
"Daddy lagi dikamar mandi sayang nanti juga kesini," balas Mommy
"Bagaimana keadaan calon cucu mommy ini?" tanya Mommy sambil mengelus perut buncit Rose
"Sangat sehat mommy dan Rose tidak sabar menanti kelahirannya," ungkap Rose tersenyum bahagia mengelus perutnya
Mommy tersenyum tipis melihat menantunya kembali tersenyum dan melupakan kejadian tadi dijalan bersama Abraham. Daddy langsung keluar dari kamar dan menghampiri istri dan menantunya dan duduk disebelah mommy.
"Darimana saja Dad kok baru keluar kamar apa Daddy sedang sakit?" tanya Rose khawatir
"Tidak nak Daddy tidak kenapa kenapa," balas Daddy tersenyum tipis
Rose pun menghela nafas lega mendengarnya.Sementara mommy dan daddy merasa beruntung memiliki menantu yang begitu perhatian pada mereka.
"Mommy , Daddy kalian harus selalu sehat sampai calon cucu kalian tumbuh dewas dan terus menjaga kesehatan kalian," ucap Rose
__ADS_1
"Terimakasih telah memperdulikan kesehatan kami nak," balas Mommy
"Iya itu tugasku sebagai menantu sekaligus puteri kalian," jawab Rose tersenyum lebar
Sementara Abraham kini telah berada di ruangan Kantornya. Dia kini sedang fokus meneliti laporan laporan yang diserahkan oleh asisten barunya. Tok..tok..tok..Cklek pintu ruangan terbuka dan Han langsung masuk kedalam ruangan Abraham. Abraham mengalihkan perhatiannya dari berkas nya ke Han.
"Ada apa Han?" tanya Abraham dengan ramah
"Tuan Bagas wijaya ingin membatalkan kerjasamanya dengan perusahaan kita karena anda telah menolak Charlotte tuan," ucap Han dengan hati hati
Abraham sangat tenang dan tak terpengaruh dengan informasi yang diberikan Hans hal iu membuat Hans mengerutkan dahinya bingung.
"Biarkan dia melakukan apa yang diinginkannya.Sebaliknya aku akan membalas perbuatan puterinya yang penggoda itu dengan balasan setimpal," ucap Abraham tersenyum licik menatap Hans
"Apa yang akan anda lakukan tuan?" tanya Hand penasaran
"Aku akan menghancurkan karir dari wanita hina itu dan perusahaan orang tuanya hingga bangkrut.Aku akan membuatnya hancur sehancur hancurnya hingga tak bersisa karena dia telah berani ingin mencelakai istri dan calon anakku," geram Abraham sambil membayangkan kejadian tadi pagi
__ADS_1
Hans terbelalak sekaligus terkejut dengan penjelasan dari bossnya ini yang tengah emosi.Sementara abraham semakin tidak sabar ingin segera menghancurkan Charlotte yang telah berani mengusik kehidupannya.
"Pantas tuan Abraham begitu emosi dan geram karena wanita gila itu telah berani berniat ingin mencelakai nyonya Rose dan calon bayinya," gumam Hans sambil memperhatikan tuannya.
"Oh ya Hans apakah yang dilakukan wanita itu sekarang dan jika ada yang mencurigakan segera beritahu aku," ujar Abraham dengan tegas.
"Baik tuan aku akan selalu mengawasi wanita itu dan melaporkannya pada tuan," balas Hans
Setelah itu Hans segera pamit keluar dari ruangan Abraham.Sementara Abraham menyandarkan kepalanya dikursi dan tiba tiba dia teringat istrinya Rose.
"Aku merindukanmu istriku," gumam Abraham sambil membayangkan wajah istrinya Rose.
"Sayang aku janji akan menghancurkan siapapun yang ingin mencelakai kamu dan calon anak kita," ucap Abraham sambil mengepalkan tangannya
Setelah berkata seperti itu Abraham kembali memfokuskan dirinya pada berkas laporannya.3 jam kemudian dia meregangkan ototnya yang pegal setelah berkutat pada berkas.Abraham melirik arlojinya yang menunjukkan angka 11.00 siang.
"Bosan dengan berkas berkas ini lebih baik menemani Rose dan bermakna dengannya," keluh Abraham
__ADS_1
TBC