
Keesokkan harinya Max pun terbangun dari tidurnya. Dia melirik kearah alarm menunjukkan angka 06.00 pagi.Max pun bangkit dari ranjang dan berjalan menuju kekamar mandi.Beberapa menit kemudian dia keluar dengan selembar handuk dipinggangnya.
Setelah itu dia segera mengambil setelan jas dan celananya kemudian memakainya langsung.Setelah selesai Max pun keluar dari kamar dan menuruni tangga.Dia berjalan menuju ke meja makan.
"Selamat pagi mommyku sayang?" sapa Max lalu mencium pipi wanita paru baya tersebut
"Ehem Pagi nak," sahut Daddy Abraham dengan raut wajah kesalnya
Max mengabaikan tatapan dari daddynya sementara Mommy hanya tersenyum melihat keduanya.Mereka pun mulai sarapan bersama dengan tenang.Selesai sarapan Max menatap sang Daddy yang tengah menatapnya tajam.
"Jangan bilang sedari tadi Daddy cemburu melihatku mencium pipi mommy," tebak Max sambil tertawa
"Hmn," gumam Daddy singkat
"Baiklah dad aku berangkat dulu ya dan mommy tuh priamu sedang merajuk kayak bayi.Mommy harus membujuknya supaya dia tidak mengamuk entar aku dikirim ke sungai amazon lagi," celetuk Max pada Mommynya
"Aku berangkat dulu mommy," pamit Max pada sang mommy
Max pun langsung berdiri dan berjalan menjauhi meja makan.Dia segera keluar dari mansion lalu masuk kedalam mobilnya dan melajukannya kencang.Sementara mommy pun tertawa melihat Daddy hanya diam sedari tadi.
"Jangan dimasukan kata kata putera kita Daddy dia hanya menggodamu," ungkap Mommy sambil menatap pria paruh baya tersebut
__ADS_1
Mommy pun segera membereskan piring kotor dan membawanya kedapur.Sementara Daddy hanya mendengus melihat tingkah puteranya yang berani mengatainya seperti bayi.Selesai mencuci piring Mommy pun kembali menghampiri suaminya yang kini berada diruang tamu.Mommy pun langsung duduk disebelah sang suami.
"Max sangat jahil padaku Mommy," ujar Daddy sambil tertawa
"Bukankah Daddy juga jahil seperti putera kita Max," sindir Mommy pada sang suami
Sementara dijalan Max tengah fokus menyetir.Tiba tiba dia menghentikan mobilnya melihat seorang gadis berdiri dipinggir jalan. Senyum terbit dibibir Max karena dia melihat gadis yang kemarin ditubruknya disebuah Kafe.Max membuka kaca mobilnya dan menatap Maureen sambil tersenyum.
"Hai nona kita bertemu lagi," sapa Max sambil tersenyum
"Iya," jawab Maureen singkat sambil tersenyum canggung
"Kamu mau kemana?" tanya Max
"Ayo aku antar," tawar Max
Maureen pun mengelengkan kepalanya namun Max pun membuka pintunya lalu menatik tangan Maureen.Maureen pun pasrah dan langsung masuk kedalam mobil Max.Max pun langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.Didalam mobil dia memperhatikan gadis yang ada disampingnya.
"Kita sudah beberapa kali bertemu tapi aku tidak tahu siapa namamu Nona?" Tanya Max
"Aku Maureen Violetta Anggraini," ujar Maureen
__ADS_1
"Nama yang cantik kalau aku Maximilano Stefanus panggil saja Max," balas Max sambil tersenyum
"Terimakasih atas pujiannya," ungkap Maureen
Max pun menanggapinya dengan senyum tipis.Dia pun kembali fokus menyetir sementara Maureen memilih memandang dari balik kaca jendela mobil.
Beberapa menit kemudian mereka telah sampai didepan kampus maureen.Saat Maureen hendak keluar tangan Max pun menahannya.
"Bisakah kamu menemani aku nanti ke kafe maureen," tawar Max
"Baiklah aku bisa kok," ucap Maureen
Setelah itu dia keluar dari mobil Max dan berjalan menuju ke kampusnya.Sementara Max pun tersenyum sumringah mendengar jawaban dari Maureen.Dia pun segera melajukan mobilnya kencang menuju ke kantor.
Sementara dimansion milik Alvaro mereka kini tengah sarapan bersama dengan tenang. Selesai sarapan Alvaro berpamitan pada Kayla.
"Kayla aku berangkat kekantor dulu ya," ucap Alvaro
"Iya om Arsa," balas Kayla singkat
"Oh iya bisakah aku pulang?" tanya Kayla
__ADS_1
Alvaro pun langsung berdiri kemudian berjalan menjauhi meja makan tanpa membalas pertanyaan Kayla.Dia berjalan keluar dari mansion dan langsung masuk kedalam mobilnya lalu melajukannya kencang.Sementara Kayla hanya menghela nafas melihat Alvaro yang tidak membalas permintaannya.
tbc