
Max melirik arlojinya menunjukkan angka 08.00 malam.Lalu dia pun kembali menatap kearah Maureen dan dia hanya menghela nafas kasar.Max pun menoleh dan menatap kearah kedua orang tuanya.
"Mommy , Daddy aku mau mengantarkan Maureen pulang?" ucap Max
"Memangnya tidak sebaiknya menginap semalam disini saja nak?" tanya Mommy Rose dengan lembut
"Tidak tante sebaiknya aku pulang saja," tolak Maureen dengan halus
"Baiklah kalau begitu jika itu kemauanmu dan besok kamu datanglah kesini sayang," ucap Mommy Rose pada Maureen
"Pasti tante dan terimakasih atas makan malamnya," ucap Maureen tersenyum tulus
"Sama sama nak," jawab Mommy Rose sambil tersenyum
"Mom, Dad aku antar Maureen pulang dulu," pamit Max
Kedua orang tuanya pun tersenyum mengangguk. Setelah itu Maureen langsung berdiri begitu juga dengan Max.Lalu mereka pun berbalik dan melangkah meninggalkan meja makan.Sementara Mommy dan Daddy pun tersenyum melihat putera mereka yang kini sudah menemukan gadis pujaannya.
__ADS_1
"Aku harap putera kita Max bisa menjaga Maureen sama seprti halnya daddy menjaga Mommy," Ucap Mommy Rose pada Daddy Abraham
"Daddy setuju denganmu mommy," ucap Daddy Abraham tersenyum tipis
Daddy langsung berdiri dan tiba tiba menggendong mommy ala brisal style.Sontak mommypun memberontak dan memintanya untuk menurunkannya namun Daddy mengabaikan ucapan mommy.Daddy berjalan menuju kekamar dan langsung masuk kedalam.
Sementara Max dan Maureen masuk kedalam mobil.Lalu Maxpun langsung melajukan mobilnya kencang meninggalkan mansion. Didalam mobil Max melirik kearah Maureen yang menatap dibalik kaca mobil.
"Reen," panggil Max
Maureen menoleh lalu tersenyum tipis kearah Max mencoba menyembunyikan kesedihannya. Hal itu disadari oleh Max dan dia pun langsung mengenggam sebelah tangan Maureen.
Maureen langsung berkaca kaca mendengar ucapan Max dan diapun sebenarnya membenarkan apa yang dikatakan Max padanya.Sementara Max pun langsung menepikan mobilnya dipinggir jalan.Dia melepas sabuk tangannya dan membawa Maureen kedalam pelukannya.Air mata Maureen langsung pecah dalam pelukan Max
"Sst tenanglah Maureen masih ada aku dan kedua orang tuaku yang menyayangimu dan juga Kayla," ujar Max dengan lembut
Max pun melepaskan pelukannya dan menatap wajah sembab Maureen.Diapun langsung menghapus air mata Maureen dengan sangat lembut.Maureen pun begitu tersentuh dengan perlakuan lembut Max pada dirinya.
__ADS_1
"Berada dipelukan Max membuatku sangat nyaman dan aku tidak ingin kehilangan Max," batin Maureen
Maureen pun memegang tangan Max lalu mengenggamnya dengan erat.Dia pun tersenyum kearah Max yang tengah menatapnya intens.
"Terimakasih Max kamu selalu ada untukku dan aku sangat beruntung dicintai olehmu," ucap Maureen
"Sama sama Maureen dan aku harap kamu juga akan segera mencintaiku," ungkap Max dengan penuh harap
"Iya Max," balas Maureen tersenyum manis
Max pun mencium kening Maurern lalu beralih kebibirnya.Dia mencium bibir Maureen dengan lembut dan Maureen pun membalasnya.Beberapa menit kemudian mereka pun menyudahinya.Max pun kembali menyalakan mobilnya lalu melajukannya kencang.Beberapa menit kemudian mereka telah sampai didepan apartemen Maureen.
"Kamu pulangnya hati hati ya Max dan selamat malam," ucap Maureen
"Iya Maureen," balas Max tersenyum tipis
Maureen pun keluar dari mobil lalu menutup pintunya dan Max langsung melajukan mobilnya menjauh.Maureen berbalik dan mengambil kuncinya lalu membuka pintunya dan langsung masuk kedalam.
__ADS_1
tbc