
Abraham melirik arlojinya menunjukkan angka 2 siang.Dia kembali menatap istrinya dan mencium puncak kepalanya.
"Sayang aku mau ganti baju dulu," ujar Abraham
"Iya hubby ," ucap Rose yang sedikit bergeser dengan pelan
Abraham langsung berdiri dan berjalan menuju ke kamarnya.Cklek dia masuk ke kamar mandi dan melepas semua pakaiannya lalu membersihkan tubuhnya.Beberapa menit kemudian dia keluar dan segera mengambil kaos dan celana santai nya kemudian langsung memakainya.Setelah itu Abraham keluar dari kamar dan menuruni tangga. Dia berjalan menuju ke ruang tamu. Abraham kembali duduk disebelah Rose.
"Ah yah kak bayi kandunganmu berjenis kelamin apa?" tanya Clarissa
"Aku enggak tahu Rissa biarlah menjadi surprise karena apapun jenis kelaminnya kami tetap myayanginya begitu juga dengan Max ya kan Max?" tanya Rose pada puteranya
"Iya mommy aku tetap menyayangi adik bayi entah perempuan ataupun laki laki begitu juga dengan Xavier yang sudahku anggap seperti kakakku," ucap Max menatap kearah Xavier
"Hemmm tumben kamu bijak banget Max," ledek Xavier
Max merasa kesal dengan Xavier namun dia tetap menganggapnya sebagai kakaknya meskipun mereka sepupu.Max langsung menghadiahi Xavier jitakan di kepala Xavier hal itu membuat Xavier melotot.Para orang tua yang melihat tingkah mereka hanya bisa tertawa.
__ADS_1
"Kalian ini seperti tom dan jerry ya," ucap Rose sambil tertawa
"Xavier duluan mom yang memulainya," ungkap Max dengan nada kesal
Xavierpun mendengus mendengar ucapan dari sepupu nya itu.Sementara orang tua mereka pun hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah putera mereka masing masing.
Mereka pun bercanda tawa bersama diruang tamu.
Rose pun berdiri dibantu Abraham dan mereka berjalan menuju ke kamar. Sementara Xavier dan Max lebih memilih main game di teras.Kini tinggal Aldrich dan Clarissa yang berada diruang tamu dengan Clarissa yang bersandar pada dada bidang suaminya.
"Kamu bahagia kan bersama aku?" tanya Aldrich tiba tiba
"Jadi jangan mengingat hal hal yang membuatmu sedih lagi apalagi soal anak sayanh kita sudah memiliki Xavier," ungkap Aldrich
"Terimakasih telah mendampingiku selama ini hubby dan semoga kita selalu bersama sampai kita tua," ucap Clarissa
"Iya sayang ," jawab Aldrich sambil tersenyum tipis
__ADS_1
Sementara Abraham dan Rose kini berada di kamar.Rose berjalan menuju kamar mandi dan membersihkan tubuhnya.Beberapa menit kemudian Rose keluar dengan juga mandi dan segera mengambil daster lalu memakainya.
Dia berjalan pelan dan langsung duduk di ranjang.Abraham tersenyum menatap istrinya lalu mengelus perut buncit istrinya.
"Sayang siapin nama untuk anak kedua kita ini," ujar Abraham sambil mengelus perut buncit istrinya
"Kalau perempuan namanya Melani Rosa Stephanie kalau yang laki laki terserah padamu hubby," ucap Rose tersenyum manis
"Jika laki laki aku beri nama Alvaro Enrico Stefanus bagaimana sayang?" tanya Abraham
"Nama yang bagus semua kok hubby," ungkap Rose tersenyum senang
Rose mengalihkan pandangannya menatap perut buncitnya lalu mengelusnya dengan lembut.Abraham ikut mengelus perut istrinya dengan lembut.Dia pun melirik arlojinya yang kini menunjukkan angka 05.00 sore
"Ayo kota keluar dan bergabung bersama Clarissa dan Aldrich juga anak anak," ajak Rose
"Iya sayang tapi pelan pelan ya," ucap Abraham lembut
__ADS_1
Abraham membantu istrinya berdiri dengan pelan dan mereka pun keluar dari kamar mereka.
TBC