
Sementara Max dan Maureen sudah sampai dimansion barunya.mereka keluar dari mobil dan berjalan masuk kedalam Mansion. Mereka berdua berjalan menaiki tangga menuju kekamar mereka diatas.Cklek pintu kamar terbuka dan mereka berdua masuk kedalam lalu menguncinya.
"Sayang bisakah aku meminta hakku sekarang?" tanya Max dengan suara serak
"Tapi aku takut katanya akan sakit rasanya pertama kali melakukannya," ungkap Maureen
"Aku janji akan pelan sayang jadi bolehkan," bujuk Max
Maureen tersenyum tipis lalu mengangguk. Max senyum cerah lalu menggendong istrinya lalu merebahkannya diatas ranjang. Dia melepaskan pakaiannya dan juga piyama istrinya hingga keduanya polos tanpa sehelai benang pun.Kedua pipi Maureen merona melihat tubuh kekar suaminya apalagi milik sang suami yang berdiri.Max langsung mencium bibir istrinya lalu turun kelehernya hingga meninggalkan tanda.Setelah itu Max memainkan dua gunung kembar milik istrinya dengan lincah hingga membuat Maureen mengeliat.Max menjamah setiap lekuk tubuh istrinya tanpa ada yang terlewatkan.Hingga pada puncaknya Max memasukan miliknya ke milik sang istri dengan pelan.
"Ssh..ahh pelan pelan sayang hiks hiks," ucap Maureen kesakitan pada daerah terlarangnya
"Maafkan aku sayang aku akan pelan," ujar Max
Max pun kembali mencium bibir istrinya sambil memaju mundurkan pinggulnya. Dikamar mereka hanya terdengar suara desahan dari Maureen yang terus memanggil nama Max dan suara geraman Max yang menikmati permainan mereka.
Beberapa jam kemudian Max menyudahi percintaan panas yang luar biasa malam ini setelah mereka mencapai puncak pelepasan bersama. Maureen terengah engah dan dia menarik selimut menutupi tubuh mereka. Senyum puas terukir dibibir Max karena dia telah memiliki Maureen sepenuhnya dan dia menoleh kearah istrinya sambil tersenyum.
__ADS_1
"Honey terimakasih karena kamu menjaganya untukku," ucap Max
"Iya sayang sama sama," balas Maureen sambil tersenyum
"Sayang ayo kita lakukan lagi sampai pagi," ucap Max tersenyum nakal lalu menyibak selimutnya
Maureen pun pasrah dengan apa yang dilakukan suaminya dan dia menikmatinya. Mereka kembali bergelut diatas ranjang menumpahkan kebahagiaan yang kini mereka tengah rasakan.Beberapa jam kemudian Max menyudahi permainan panas mereka dan langsung menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka.
Max melirik alarm menunjukkan angka 01.00 dini hari dan dia menatap istrinya yang sudah tertidur karena kelelahan.Dia mencium kening istrinya sekilas lalu memeluknya dan membisikkan sesuatu ditelinga istrinya.
"Selamat malam," ucap Max pelan
Keesokan harinya matahari menyinari kamar pengan baru tersebut.Maureen membuka matanya perlahan dan dia hendak bangun namun tidak bisa.Dia merasa tubuhnya remuk karena suaminya terus terusan menggempurnya dan tidak memberinya istirahat. Maureen menoleh dan merona mengingat dirinya sudah memberikan haknya pada suaminya.Max pun membuka matanya karena merasa ada yang menatapnya.Diapun tersenyum melihat istrinya yang sedang menatapnya sambil tersenyum manis.
"Maafkan aku sayang tubuh kamu pasti terasa remuk gara gara aku terus menggempurmu," sesal Max
Maureen pun bangun dan merasakan nyerih dan perih pada bagian bawahnya.Hal itu membuat Max semakin merasa bersalah karena membuat istrinya kesakitan.Maureen menatap suamiya yang kini menatapnya dengan tatapan penuh penyesalan.
__ADS_1
"Hubby kamu tidak usah menyesal karena ini sudah tugasku melayani kebutuhan biologismu," ucap Maureen
Max tersenyum mendengar ucapan sang istri.Dia pun langsung mencium kening Maureen dengan lembut.Setelah itu dia menatap wanita yang ada disampingnya dengan penuh cinta.
"Hubby ayo kita mandi bersama," ajak Mureen
"Tapi jangan salahkan aku jika aku mengulangi kegiatan panas kita lagi dikamar mandi," ucap Max sambil tersenyum malu
Maureen tersipu mendengarnya dan Max menyibak selimutnya.Dia menggendong istrinya kekamar mandi dan melakukannya kembali didalam sana.1jam kemudian mereka keluar sudah memakai handuk masing masing.Max kembali menggendong istrinya lalu menurunkannya dan dia segera memakaian pakaian pada istrinya juga dirinya hingga selesai.
"Sayang biar aku yang mengganti sepreinya," ujar Max
Maureen memgangguk pasrah membiarkan suaminya mengganti sepreinya dengan yang baru.Setelah itu mereka keluar dari kamar dn Max meraih pinggang istrinya dan memuruni tangga bersama menuju ke meja makan.
tbc
jangan lupa like , vote rate dan komen oke
__ADS_1
author tunggu dukungan untuk author
ps.tekan jempolnya karena like itu gratis