
Selesai makan Alvaro langsung mengeluarkan selembar uang dan menaruhnya diatas meja untuk membayar pesanan mereka semua.
Mereka semua pun langsung berdiri dan Alvaro langsung mengandeng tangan Kayla dan berjalan mendahului Max dan Maureen.
Max dan Maureen pun berjalan dibelakang mereka.Kayla menoleh dan tersenyum kearah Maureen dan Max.
"Kak aku pergi dulu ya dan kami tidak ingin menganggu kencan kalian permisi," ucap Kayla tenang sambil tersenyum
"Hehe ditunggu undangan pernikahan kalian," ucap Kayla
Setelah itu dia dan Alvaro langsung masuk kemobil dan melajukannya kencang.Maureen dan Max saling berpandangan kemudian tersenyum tipis.
"Aku harap Kayla juga bisa menemukan kebahagiaannya sendiri," ungkap Maureen
"Iya sayang aku juga berharapnya seperti itu," balas Max sambil tersenyum kecil
Maureen tersenyum lalu keduanya pun langsung masuk kedalam mobil dan Max langsung melajukannya.Didalam mobil Max terus mengenggam tangan Maureen dan Maureen pun membiarkannya.
"Sayang bagaimana kalau kita membahas pernikahan kita dan kamu maunya konsep seperti apa?" tanya Max
__ADS_1
"Kita bahas diapartemenku saja sayang dan kamu fokuslah menyetir," omel Maureen
Max pun mengangguk dan melajukan mobilnya menuju ke apartemen Maureen. beberapa menit kemudian mereka sampai didepan apartemen.Mereka keluar dari mobil dan berjalan mendekat kearah pintu apartmen.Maureen segera mengambil kuncinya lalu membuka pintu dan mereka masuk kedalam.Maureen dan Max langsung duduk disofa dengan Maureen bersandar pada dada bidang Max.
"Sayang kamu ingin konsep pernikahan seperti apa?" tanya Max
"Sederhana sayang tapi kenapa harus membahasnya sekarang kan kita baru menjalani hubungan menjadi sepasang kekasih baru 2 minggu Max," ungkap Maureen
"Bukankah membahas pernikahan terlalu cepat," lanjut Maureen
"Setiap kita membahas soal pernikahan kamu selalu menghindar dan selalu beralasan Maureen.Apakah kamu tidak mau berniat menikah denganku?" tanya Max dengan nada sedikit tinggi
"Jika kamu tidak mau menikah denganku sebaiknya kamu bilang Reen bukan dengan selalu beralasan setiap harinya," ujar Max dengan nada dinginnya
Max pun langsung berdiri begitu juga dengan Maureen.Maureen memegang tangan kekasihnya tersebut namun Max menepisnya begitu saja.
Dia keluar dari apartemen Maureen dengan perasaan marah.Sementara Maureen berusaha mengejar Max yang kini sudah ada dalam mobilnya.
"Max keluarlah aku mau menjelaskan alasannya padamu ," ucap Maureen
__ADS_1
"Minggirlah," ucap Max dengan nada tingginya
"Max aku bisa jelasin bukan maksudku untuk menolak menikah denganmu," ujar Maureen dengan tatapan sendunya
Max pun mengklakson mobilnya dan dia langsung melajukan mobilnya kencang mengabaikan ucapan Maureen.Maureen menitikkan airmatanya melihat kepergian kekasihnya yang tengah marah padanya.
"Aku hanya takut jika kelak aku merasakan apa yang dialami oleh ibunya Kayla yang ditinggalkan oleh Ayah karena memilih wanita lain yaitu ibuku sendiri," gumam Maureen
"Maafkan aku Max," sesal Maureen sambil menitikkan air matanya
Dia berbalik dan berjalan gontai memasuki apartemennya.Maureen langsung duduk disofa sambil terus menangis.
Sementara Max melajukan mobilnya kencang menuju ke mansion dengan perasaan marahnya.30 menit kemudian Max sampai di mansion dan dia segera keluar dan terus berjalan menaiki tangga menuju ke kamarnya.
Mommy dan Daddy yang melihatnya pun merasa bingung dengan tingkah putera sulungnya.
"Max kenapa Dad?" tanya Mommy
"Apakah dia bertengkar dengan Maureen," tebak Daddy
__ADS_1
tbc