
"Kamu ke Singapura untuk meeting bertemu klien bukan untuk ketemu selingkuhan," goda Rose sambil tersenyum menahan kesedihannya
Abraham berdecak mendengar ucapan dari istrinya. Dia tahu istrinya sedang menahan kesedihannya yang akan berjauhan dari dirinya selama 5 hari.
"Sayang aku tahu kamu berbicara seperti itu karena agar kamu tidak terlalu sedih bukan," tebak Abraham
"Iya hubby aku sungguh enggak sanggup berjauhan dari kamu dan setiap malam tidak ada yang akan mengelus perutku lagi," jawab Rose lirih dan akhirnya tangisnya pun langsung pecah
Abraham langsung memeluk tubuh istrinya tanpa membuat perut istrinya tertekan.Rose mengalungkan kedua tangannya dileher sang suami sambil menangis di bahunya.Abraham mengelus punggung rapuh istrinya. Rose melepaskan pelukannya pada sang suami dan menatap sendu kearah Abraham. Dia langsung menghapus airmata Rose yang terus menetes. Abraham benar benar tidak tega melihat istrinya yang sedih dan terus menangis seperti ini. 1 jam kemudian Abraham memperhatikan istrinya yang tertidur dalam pelukannya.Dia berdiri lalu menggendongnya dan membawanya ke kamar. Sampai didalam kamar dia merebahkan istrinya diatas ranjang.
"Sayang aku sungguh tidak tega meninggalkanmu sendiri di mansion," ucap Abraham dengan suara pelan sambil menatap istrinya yang tertidur
Abraham mencium kening istrinya dengan lembut.Lalu dia beralih ke perut istrinya dan menciuminya juga mengelusnya dengan lembut dan penuh cinta.Setelah itu dia memasukkan beberapa pakaiannya kedalam koper. Selesai menata pakaiannya dia kembali duduk di ranjang menemani sang istri.Rose membuka matanya menatap sang suami dan langsung menangis.
"Kenapa kamu bangun sayang?" tanya Abraham cemas
"Hubby kamu besok jangan pergi?" ungkap Rose dengan nada sendunya
__ADS_1
Rose bangun dan bersandar pada kepala ranjang lalu dia menatap suaminya.Abraham menghela nafas kasar dan semakin berat meninggalkan istrinya.
"Apa aku harus membatalkan meeting itu sayang?" tanya Abraham
"Kalau kamu membatalkannya akan membuatmu rugi sayang," ungkap Rose
"Tidak apa apa sayang yang penting kamu tidak bersedih lagi.Oh ya kamu tadi kenapa terbangun?" tanya Abraham lagi dengan penuh penasaran
"Aku mimpi buruk jika akan terjadi sesuatu selama kamu di Singapura," ucap Rose dengan nada lirih
Abraham menghubungi Han asistennya dan menyuruhnya untuk mencari tahu tentang siapa kliennya yang mengajaknya ketemuan di Singapura. Drrt drtt drrt Hape Abraham berbunyi dan dia langsung mengangkatnya.
"Halo Han siapa klien kita yang ada di Singapura?" tanya Abraham tanpa basa basi
"Klien kita adalah Bagas Adi wijaya, beliau ayah dari nona Charlotte tuan. Sepertinya nona Charlotte sengaja ingin menjebak tuan di Singapura karena dia tertarik pada tuan," ungkap Han
"Kamu awasi mereka dam laporkan padaku," perintah Abraham
__ADS_1
Setelah itu abraham mematikan hapenya dan dia mengeraskan rahangnya setelah mendengar informasi dari Han. Rose mengerutkan dahinya memperhatikan suaminya lalu dia memegang tangan sang suami.
"Hubby kamu kenapa kok sepertinya aku perhatikan sedang marah pada seseorang?" tanya Rose
Abraham menoleh dan menatap istrinya dengan taapan penuh cinta.Lalu dia menceritakan semua informasi pada istrinya Rose..
Rose terkejut mendengarnya dan dia langsung menghela nafas lega karena Abraham membatalkan rencana berangkatnya.
"Seandainya aku jadi berangkat ke singapura pasti aku akan kehilangan kamu dan calon anak kita karena dijebak wanita itu dan untungnya itu tidak terjadi," ungkap Abraham sambil tersenyum lalu mengelus perut buncit istrinya
"Aku akan membalas perbuatan wanita itu yang ingin memisahkan kita," ucap Abraham geram
"Hati hati hubby aku takut kamu terluka," balas Rose khawatir
Abraham mengangguk lalu dia memeluk istrinya dan mencium pucuk kepalanya berulang ulang.
TBC
__ADS_1