
Di dalam kamar mommy sedang menenangkan Rose yang emosi.Dia mengerti dengan perasaan menantunya saat ini.
"Redakan emosimu sayang dan ingatlah kamu lagi hamil," tegur mommy dengan lembut
"Iya mommy ," balas Rose sambil tersenyum
Cklek pintu kamar terbuka dan abraham masuk kedalam lalu menghampiri istrinya.Mommy tersenyum melihat puteranya masuk lalu dia langsung berdiri dan keluar dari kamar Abraham dan Rose meninggalkan mereka berdua.
Abraham langsung duduk disamping sang istri yang berbaring.
"Aku memiliki kakak namun tidak pernah menganggap ku ada hubby," keluh Rose sambil tersenyum masam
"Sayang jangan memikirkannya lagi sebaiknya memikirkan calon anak kita ini saja," bujuk Abraham sambil mengelus perut buncit istrinya.
Rose menghela nafas lalu dia menganggukkan kepalanya menyetujui ucapan sang suami.Abraham tersenyum tipis lalu dia mendekatkan wajahnya ke perut buncit sang istri.Dia menciuminya berulang ulang dengan lembut dan penuh kasih sayang.Setelah puas menciumi perut istrinya dia menjauhkan kepalanya dan menatap sang istri.
"Kamu memang benar hubby seharusnya aku tidak memikirkan orang yang tidak pernah menganggap ku ada dan orang yang begitu membenciku," ucap Rose sambil tersenyum sumringah
"Nah begitu dong sayang aku sangat suka kamu saat tersenyum bahagia dan tertawa," ungkap Abraham
Rose tersenyum mendengar pujian dari suaminya.Lalu dia beralih menatap perut buncitnya dan mengelusnya dengan lembut.
__ADS_1
"Mommy sangat mencintaimu dan Daddy kamu sayang," ucap Rose tersenyum sambil mengelus perutnya
"Daddy juga mencintaimu dan mommy kamu baby," balas Abraham sambil mengelus dan mencium perut istrinya sekilas.
Setelah itu Abraham melirik alarm menunjukkan jam 06.00 sore.Lalu dia menatap sang istri dengan tatapan penuh cinta begitu juga dengan Rose.
"Kamu lapar tidak sayang?" tanya Abraham
"Belum lapar sayang kamu berbaringlah disampingku hubby," pinta Rose
Abraham mengangguk lalu dia berdiri dan berjalan kemudian langsung naik keatas ranjang.Dia berbaring disebelah Rose sesuai keinginan istrinya itu.Rose menyandarkan kepalanya didada suaminya.Abraham seperti biasa mengelus perut buncit istrinya dengan lembut.Rose tersenyum dan menikmati elusan tangan suaminya pada perutnya.
"Jika laki laki aku beri dia nama Maximilano Stefanus dan jika dia perempuan namanya Claudia Aurelia Stefani bagaimana ," tawar Abraham menatap istrinya
"Nama yang bagus hubby dan aku setuju dengan nama itu," balas Rose tersenyum lebar
Abraham ikut tersenyum lalu dia mencium bibir dan kening sang istri.Dia kembali menatap arlojinya menunjukkan 06.30 malam.
"Ayo kita makan malam dulu sayang setelah itu baru istirahat," bujuk Abraham
"Iya hubby ayo," jawab Rose
__ADS_1
Rose bangun dari ranjang dan hendak berdiri dibantu suaminya dengan pelan. Setelah itu mereka berjalan keluar dari kamar menuju ke meja makan.Di meja makan Abraham membantu Rose duduk di kursi kemudian giliran dia yang duduk.
"Ini sayang mommy sudah membuatkanmu segelas susu," ujar Mommy sambil menyerahkan segelas susu pada Rose
"Terimakasih mommy," balas Rose singkat lalu menerima segelas susu dan menaruhnya diatas meja
mereka pun makan malam bersama sambil berbincang bincang mengenai nama calon bayi dalam kandungan Rose.Selesai makan, Rose segera meneguk susunya hingga tandas. Setelah itu dia menaruh gelas kosong itu ke meja.
"Sebaiknya kalian segera istirahat ya sayang karena ibu hamil tidak boleh tidur terlalu malam," tegur Mommy
"Baiklah mommy," balas Rose sambil tersenyum
"Ayo sayang," ajak Abraham
Abraham membantu istrinya berdiri dan mereka segera berjalan menjauhi meja makan menuju ke kamar mereka. Sampai didalam kamar Abraham membantu istrinya berbaring diatas ranjang disusul dirinya.Seperti biasa dia akan selalu mengusap perut buncit. Rose pun langsung tertidur lelap dan Abraham menghentikan usapannya.Dia mencium bibir dan kening sang istri dngan lembut.
"Selamat malam my wife," bisik abraham
Setelah itu dia ikut memejamkan matanya menyusul sang istri menuju ke alam mimpi.
TBC
__ADS_1