
Sementara Max kini sudah berada diruangan kantornya.Dia tengah fokus pada berkas laporannya dan menanda tanganinya sekaligus meneliti satu persatu. 3 jam kemudian Max pun meregangkan ototnya yang pegal setelah berkutat pada berkas laporan.
"Maureen," gumam Max sambil tersenyum tipis
Max melirik arlojinya menunjukkan angka 11.00 siang.Dia pun langsung bangkit dan berjalan keluar dari ruangannya.Max berjalan melewati para karyawannya dan keluar dari kantor.Dia pun langsung masuk kedalam dan langsung melajukan mobilnya dengan kencang menuju ke kempus Maureen. Beberapa menit kemudian Max sampai didepan kampus Maureen dan dia segera memarkirkan mobilnya diparkiran.Max keluar dari mobil sambil memakai kacamata.Para mahasisiwi pun mendekati Max dan berusaha menggodanya.Dari kejauhan Maureen merasa cemburu dengan para gadis itu yang mendekati Max.
"Pasti dia seneng direbutin para gadis gadis," ucap maureen kesal
Maureen pun langsung berjalan melewati mereka dan mengabaikan Max.Sementara Max pun mendekati Maureen dan memegang tangannya.
"Maureen," panggil Max
"Apa lepasin tanganku Max," ucap Maureen ketus
"Kamu kenap sih Rin," tanya Max bingung
Maureen pun hanya diam dan Max langsung menariknya dan membawanya masuk kedalam mobil.Para gadis pun hanya bisa menjerit heboh melihatnya.Max langsung melajukan mobilnya keluar dari halaman kampus.Didalam mobil Max melirih kearah Maureen yang kini memilih menatap kearah luar kaca mobil.Dia pun langsung menghentikan mobilnya ditepi jalan lalu mengenggam kedua tangan Maureen.
"Kamu kenapa Maureen apakah aku ada salah sama kamu?" tanya Max
"Aku enggak suka kamu digodain para gadis dikampusku," ungkap Maureen cemburu
__ADS_1
Max pun tersenyum sumringah mendengar pengakuan Maureen.Hal itu membuat Maureen tambah kesal pada Max.
"Jadi kamu cemburu karena melihatku digoda gadis lain hemm?" tanya Max tersenyum kearah Maureen
Kedua pipi Maureen langsung merona mendengar kata cemburu terlontar dari bibir Max.Max pun menjadi gemas dengan tingkah maureen yang sangat menggemaskan menurutnya.
"Iya Max," jawab Maureen dengan malu malu
Maxpun langsung tersenyum bahagia mendengarnya.Lalu dia mengenggam erat tangan Maureen dan menatap Maureen dengan tatapan serius.
"Maureen maukah kamu jadi kekasihku Reen?" tanya Max menatap Maureen penuh harap
"Aku mau menjadi kekasihmu Max," balas Maureen tersenyum manis
Max merangkul pinggang Maureen dengan posesif.Kedua tangan Maureen langsung bertengger manis dileher Max.
Max pun langsung mencium bibir merah muda yang mungil milik Maureen dengan lembut dan rakus dan Maureen pun membalasnya.Beberapa menit kemudian mereka pun menyudahi ciuman mereka. Maureen terengah engah begitu juga dengan Max.
"Terimakasih telah menerimaku menjadi kekasihmu sayang," ucap Max tersenyum bahagia
"Sama sama dan kamu janjikan apapun yang terjadi jangan pernah meninggalkanku Max" ucap Maureen smabil berkaca kaca
__ADS_1
"Aku janji sayang," balas Max
Maureen pun tersenyum lalu dia langsung memeluk tubuh kekasihnya dengan erat dan Max pun membalasnya.Setelah itu Maureen turun dari pangkuan Max dan langsung kembali ke tempat duduk sebelah Max.
Max pun mengenakan kembali sabuk pengamannya begitu juga dengan Maureen.
Max pun langsung melajukan mobilnya menuju ke mansion.
"Aku msncintaimu Maureen," ucap Max
"Aku juga mencintaimu Max," sahut Maureen tersenyum tulus
beberapa menit kemudian mereka telah sampai dimansion.Mereka berdua langsung keluar dari mobil dan berjalan masuk kedalam mansion setelah pelayan membuka pintu.Max merangkul pinggang Maureen dan berjalan masuk bersama sama.Dia mencari sang mommy namun tidak menemukannya
Dia menghampiri sang daddy yang ada diruang tamu.
"Daddy, mommy kemana?" tanya Max bingung
"Mommymu sakit nak karena kelelahan dan sekarang mommy ada dikamar sedang istirahat," ungkap Daddy
Max pun terkejut mendengarnya begitu juga dengan maureen.Mereka pun segera berjalan menuju kekamar orang tua Max.
__ADS_1
tbc