
Sementara kini Maximilano telah berada di kantornya lebih tepatnya saat ini dia berada diruangannya.
Sekarang dialah yang menggantikan posisi sang daddy diperusahaan dan kini dia tengah fokus pada laptopnya.Tok tok tok suara pintu diketuk seseorang.
"Masuk ," ujar Max singkat
Cklek pintu ruangan terbuka dan masuklah asistennya menghampiri Max.Max pun mengangkat kepalanya dan menatap sang asisten.
"Ada apa bayu?" tanya Max tanpa basa basi
"Ini ada berkas laporan yang harus anda tanda tangani pak," ucap Bayu
"Taruhlah dimeja," jawab Max dengan singkat
Bayu pun menaruh berkas itu diatas meja kerja Max.setelah itu dia pun keluar dari ruangan direktur.Max pun beralih menatap setumpuk berkas yang harus dia tandatangani hal itu membuatnya kesal sekaligus jengkel.
"Huh pacaran sama berkas laporan yang menggunung," decak Max dengan kesal
__ADS_1
Max pun memulai meneliti lalu menanda tanganinya satu persatu.Beberapa jam kemudian dia meregangkan ototnya yang pegal kemudian dia melirik kearlojinya menunjukkan angka 11.00 siang.Dia pun langsung bersandar pada kursi karena merasa pegal lalu memejamkan matanya sebentar.Max pun langsung berdiri dan berjalan keluar dari ruangannya.Bayu pun melihat bossnya keluar dari ruangannya palu diapun menghampirinya.
"Anda mau kemana pak?" tanya Bayu
"Aku mau keluar mau cari udara segar sekaligus hiburan," jawab Max dengan santai
"Kenapa anda tidak menikah saja pak," celetuk Bayu
Max pun menoleh lalu menatap Bayu dengan sedikit tajam.Hal itu membuat Bayu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Setelah itu Max berjalan melewati Bayu yang masih mematung.Sementara Bayu merasa tertohok dengan ucapan dari bossnya itu.
"Huh tuan Max kalau ngomong suka bener," gumam Bayu kesal
Max pun berjalan keluar dari kantor dan langsung masuk kedalam mobilnya.Dia pun melajukan mobilnya kencang.Beberapa menit kemudian dia telah sampai disebuah Cafe. Max pun keluar dari mobil dan berjalan masuk sambil membenahi jasnya.Bruk Max menabrak seseorang lalu dia pun langsung menatap seorang gadis yang kini mengelus hidungnya yang kesakitan.
"Kalau jalan bisa enggak sih pakai mata," omel gadis itu pada Max
__ADS_1
"Maaf nona saya tidak sengaja," ucap Max
"Sudahlah tidak penting," jawab gadis itu dengan kesal
Maureen pun mengajak Sera pergi dari Cafe tersebut tanpa menatap Max.Sementara Max terus memperhatikannya hingga dia masuk dan langsung menaiki Taxi.Dia pun tersenyum tipis atas kejadian yang baru saja dia alami itu.Max pun langsung masuk kedalam Cafe dan duduk dikursi kemudian memesan minuman.
"Gadis galak tadi cantik juga," gumam Max
"Baru pertama kali ini aku dimarahi oleh seorang gadis," ungkap Max sambil tersenyum tipis
Pelayan menghampirinya dengan membawa secangkir kopi pesanan Max.Setelah menaruh pesanan Max sang pelayan pun segera pergi.Max pun langsung menyeruput kopinya dengan perlahan dan menikmatinya. Setelah itu dia menaruhnya kembali diatas meja.
"Aku tidak tahu siapa nama gadis itu namun aku harap aku segera bertemu dengannya lagi," ucap Max
Setelah mengatakan hal itu dia kembali menyeruput kopinya hingga habis.Lalu dia mengambil selembar uang dari dompetnya kemudian dia berdiri dan berjalan keluar dari Cafe.Max masuk kedalam mobilnya lalu melajukannya dengan kencang menuju kemansion.
tbc
__ADS_1