Ruler Of Night

Ruler Of Night
Chap 10. Valkyrie vs Ranger


__ADS_3

Hari itu di akademi, Guru Hisobu mengadakan pertandingan untuk murid-muridnya.


Hal itu dilakukan untuk mengetahui sudah sejauh mana kemampuan dari masing-masing murid.


Dan agar semua murid tahu dimana letak kelemahan dan kekurangan mereka masing-masing.


Supaya kedepannya mereka berlatih dengan lebih sungguh-sungguh lagi, untuk menghadapi tes kenaikan tingkat.


"Baiklah… semuanya sudah mendapatkan gilirannya masing-masing, Sekarang kalian semua naiklah ke tempat bangku penonton.


"Dan untuk yang mendapatkan nomor urut 1 dan 2 segeralah kalian bersiap, karena pertandingan pertama akan dimulai" ucap Guru Hisobu memberikan arahan.


kemudian semua murid bergerak menuju bangku penonton yang ada di atas, sementara murid yang akan bertanding menuju ke suatu ruangan untuk bersiap.


"Semangatlah Oda, aku yakin kau pasti bisa" ucap Shira menyemangati.


"Jangan terlalu dipikirkan, lakukan seperti saat kau berlatih" ucapku yang juga mencoba membuat Oda percaya diri.


"Baiklah, terimakasih teman-teman" jawab Oda dengan perasaan yang lebih baik.


Arena bertanding berbeda dengan arena latihan, arena latihan yang luas dan berbentuk persegi tanpa ada tempat untuk orang-orang menyaksikan.


Sementara arena pertandingan berbentuk lingkaran dan juga luas, terdapat tempat yang cukup tinggi untuk orang-orang menyaksikan atau yang disebut dengan bangku penonton.


Di sisi dinding arena terdapat 3 tingkat, tingkat pertama adalah ruangan bagi orang yang bersiap untuk bertanding.


Tingkat kedua adalah sebuah tempat berbentuk persegi panjang, itu adalah tempat untuk para juri yang menilai.


Tingkat selanjutnya yaitu tingkat ketiga adalah bangku penonton di sepanjang sisi arena, tentu saja tempat itu adalah untuk orang-orang yang ingin menyaksikan pertandingan.


Di tengah bangku penonton terdapat sebuah tempat yang lebih tinggi, tempat itu adalah tempat untuk para bangsawan menyaksikan pertandingan. Tepatnya berada di sisi yang berhadapan dengan tempat para juri.


Aku, Shira, dan Rin yang bersama teman perempuannya, juga semua murid yang lain berada di atas bangku penonton. Sementara Oda sedang melakukan persiapan untuk bertanding.


Setelah beberapa lama akhirnya Oda pun muncul dari sisi arena bersama dengan lawan tandingnya yang muncul dari sisi yang berlawanan.


Tampak Oda yang memakai baju zirah ringan dengan senjata tombaknya, namun kami sangat terkejut, karena yang menjadi lawan tanding Oda adalah Yoe dengan sepasang pedang pendeknya.


Senjata yang digunakan dalam pertandingan kali ini adalah senjata sungguhan yang terbuat dari besi, hanya saja senjata ini dibuat tumpul supaya tidak menyebabkan luka serius kepada murid yang bertanding.


Tetapi meskipun senjata dibuat dengan tumpul, dengan kekuatan sihir yang dimiliki dapat membuat serangan menjadi lebih tajam.


"Bagaimana ini Shira? lawan Oda ternyata adalah Yoe" ucapku mengkhawatirkan Oda.


"Yoe itu dia memang sangat hebat, tapi kita harus percaya kepada Oda kalau dia itu juga sangat kuat" jawab Shira meyakinkanku.


"Kau benar, aku harus percaya padanya" sahutku.


Sementara itu Oda dan Yoe sudah saling berhadapan satu sama lain, mereka saling membungkukkan tubuh untuk saling memberi hormat kepada lawan.


"Bersiaplah, akan ku buat kau menangis seperti anak kecil yang meminta untuk pulang" ucap Yoe memprovokasi.

__ADS_1


"Apa? suaramu tidak jelas, apa kau masih belajar berbicara?" sahut Oda membalas sembari mengangkat tangan kanannya ke telinga dan mendekatkan telinganya ke arah Yoe.


Tak lama kemudian Guru Hisobu membunyikan sebuah lonceng besar, menandakan pertandingan pertama antara Oda melawan Yoe pun dimulai.


Guru Hisobu memperhatikan dari tempat juri yang berada di tingkat 2 bersama dengan para Guru dari masing-masing Class.


Sementara itu Oda dan Yoe yang sudah mengambil jarak antara mereka langsung saja berlari dan saling menyerang satu sama lain.


Oda memulai serangan dengan melompat dari jarak jauh dan menusukan tombaknya dari atas ke arah Yoe, tetapi Yoe dapat melihat dan menghindari serangan itu sehingga membuat tombak oda menancap ke tanah.


Dengan cepat Yoe melakukan pergerakan langkah yang memutar untuk menghindari serangan Oda dan melewatinya, kemudian Yoe langsung saja memberi serangan balasan kepada Oda dengan menebasnya dari belakang.


Namun Oda menyadari hal itu dengan dan cepat menundukkan tubuhnya untuk menghindari serangan Yoe, lalu menggunakan sihir angin untuk melancarkan serangan balasan.


Dengan melepaskan tombaknya yang tertancap di tanah dan posisi tubuh yang menunduk, Oda langsung saja melakukan tendangan serkel atau tendangan memutar dengan kaki kanannya.


Yoe yang tidak siap untuk menangkis dan tidak sempat menghindarinya harus terkena serangan Oda yang begitu cepat.


Serangan fisik yang dikombinasi dengan kekuatan sihir membuat saya serangnya menjadi sangat kuat, Yoe yang terkena serangan itu pun terpental jauh sampai membentur dinding arena.


Semua orang yang menyaksikan cukup terkejut dan bertanya-tanya dengan apa yang terjadi.


"Apa itu yang barusan?" tanyaku merasa heran.


"Itu adalah kekuatan sihir milik Oda, dia menggunakan sihir element angin sehingga serangannya begitu cepat dan kuat" jelas Shira.


"Wah ternyata dia hebat juga... padahal tadi sangat grogi, tapi saat di dalam arena dia begitu percaya diri" ujarku heran dengan sifat Oda.


"Kau memiliki murid yang hebat, Hisobu" ucap seorang Guru Valkyrie yang bernama Megelda.


"Itu juga berkat bimbingan darimu, Megelda" jawab Guru Hisobu.


"Diam dan perhatikanlah, ini masih baru saja dimulai" ucap seorang Guru Ranger yang bernama Hanz.


Kemudian Para Guru pun diam dan mulai memperhatikan pertarungannya kembali.


Sementara itu Yoe yang telah menerima satu serangan membuatnya menjadi kesal dan marah. Yoe yang juga memiliki sihir element angin, mulai menggunakan kekuatan sihirnya.


Yoe memasang kuda-kuda dan bersiap untuk melakukan serangan, dia mengeluarkan energi sihir yang besar sehingga membuat udara di sekitar bertiup kencang.


Oda yang berada di tengah arena juga bersiap untuk menerima serangan yang akan dilakukan oleh Yoe, dengan memasang Kuda-kuda Oda pun juga mengeluarkan energi sihir miliknya yang sangat besar.


Yoe yang menatap Oda dengan tatapan tajam, dan Oda yang menatap Yoe dengan tersenyum seakan menantangnya.


Dengan kekuatan penuh dan gerakan yang cepat, Yoe mendekati Oda dan langsung memberikan serangan kepadanya.


Namun Oda tidak tinggal diam, dengan cepat dan sigap Oda menangkis serangan itu dan membalas serangan Yoe.


Mereka saling bertukar serangan yang cukup kuat, sesekali mereka terkena serangan dan tebasan senjata masing-masing.


Karena kekuatan sihir mereka yang cukup kuat dan element mereka yang sama, membuat angin di sekitar arena bertiup sangat kencang sampai membuat kami kesulitan untuk membuka mata.

__ADS_1


Namun pertarungan masih terus berlanjut, mereka bertarung dengan sungguh-sungguh menunjukkan kekuatan mereka.


Sampai pada akhirnya mereka berdua kelelahan dan tidak bisa menggunakan kekuatan sihir yang besar lagi, karena Mana yang mereka miliki tersisa sedikit.


"Ya ampun... Sekarang ini aku benar-benar merasa lapar, melawan seorang bangsawan ternyata sangat melelahkan juga" Gumam Oda dengan nafas yang terengah-engah.


'Sial!, aku tidak mungkin kalah dengan bocah dari desa sepertinya!' kata Yoe dalam hatinya merasa kesal.


Kemudian Yoe kembali menggunakan kekuatan sihir yang besar, tampak dia memaksakan diri untuk melakukan serangan yang kuat.


"WIND SLASH!"


Yoe melakukan serangan jarak jauh dengan mengayunkan pedangnya dan mengeluarkan tebasan angin yang kuat mengarah ke Oda.


"WIND DRILL!"


Oda menggunakan kekuatan sihirnya dan membuat pusaran angin di ujung tombaknya, dan menghancurkan serangan yang dilancarkan oleh Yoe.


Sementara Yoe yang semakin emosi karena Oda dapat menghancurkan serangannya melakukan serangan itu kembali secara bertubi tubi.


Namun dengan kelihaian Oda menggunakan senjata tombak, dia dapat menghindari dan menghancurkan semua serangan itu, membuatnya seakan menari dalam irama pertarungan.


Hal itu membuat Yoe sangat kesal dan semakin marah, kemudian dia melakukan serangan penutup dari serangan yang bertubi-tubi yang ia lakukan.


"CRUSHING WIND SLASH!"


Yoe memutar tubuhnya sembari mengayunkan pedang yang ia sejajarkan dengan sisi tajam pedang yang searah secara bersamaan, dan mengeluarkan serangan tebasan angin yang besar dan sangat kuat ke arah Oda.


Oda menyadari kalau dia tidak akan bisa menghancurkan ataupun menghentikan serangan itu, lalu dengan sihir anginnya Oda melakukan lompatan yang sangat tinggi untuk menghindarinya.


Sementara Yoe yang terdiam karena kehabisan Mana hanya dapat melihat Oda yang melompat begitu tinggi di atas sampai membuat pengelihatannya menjadi silau karena cahaya matahari.


"VALKYRIE SPEAR : LACING WIND!"


Saat berada di udara Oda menggunakan kekuatan sihirnya, dan seakan udara di sekitar berkumpul dan membentuk pusaran angin yang menyelimuti seluruh bagian tombaknya dengan sangat cepat.


Ketika pusaran angin pada tombak sudah cukup besar sampai terasa berat untuk digenggam, kemudian Oda melemparkan tombaknya ke arah Yoe dengan seluruh kekuatannya.


Tombak itu pun melesat dengan sangat cepat dari atas tepat ke arah Yoe,


sementara Yoe yang terlihat sangat kelelahan karena kehabisan Mana mencoba untuk menghindarinya dengan melompat ke arah belakang.


Yoe berhasil menghindari tombak tersebut namun dia terkena dampak dari serangan itu yang menghantam tanah dan menyebabkan ledakan yang besar, sehingga membuat Yoe terpental dan membentur dinding arena sampai dinding tersebut menjadi retak.


Setelah melakukan serangan tersebut, Oda hanya terdiam menahan kakinya yang sudah mulai lemas untuk tetap berdiri.


Sementara Yoe yang terkena ledakan dari serangan tersebut pun terbaring di tanah dengan luka yang cukup banyak dan hampir kehilangan kesadarannya.


"TENG!!!"


Lonceng besar pun dibunyikan, tanda berakhirnya pertandingan pertama antara Oda Takeru melawan Yoe Fubuki.

__ADS_1


__ADS_2