Ruler Of Night

Ruler Of Night
Chap 33. Ujian dimulai


__ADS_3

Hari esok yang dinanti-nanti akhirnya tiba juga, hari dimana murid-murid akan diuji dan berhadapan langsung dengan makhluk-makhluk monster maupun iblis di alam bebas.


Semua murid berkumpul di dekat hutan terlarang, bersama Guru hisobu dan juga para Guru dari masing-masing Class.


"Baiklah semuanya, sebelumnya kita telah melakukan latihan bertanding beberapa waktu lalu di akademi," ucap Guru Hisobu.


"Berkat itu aku sudah mendapatkan data-data tentang kemampuan kalian, Dan kalian akan terbagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari lima orang"


"Aku juga sudah menentukan nama-nama dari setiap kelompok, agar setiap kelompok memiliki keseimbangan dengan kelompok yang lain," lanjutnya menjelaskan.


Bisik-bisik percakapan yang terdengar dari para murid, bertanya tentang siapakah yang akan menjadi rekan satu timnya pada ujian kali ini.


Tanpa membuang waktu lama, Guru Hisobu pun mulai menyebutkan nama-nama dan membagi kami menjadi beberapa kelompok.


Kelompok yang sudah ditentukan oleh Guru Hisobu, ternyata membuat Aku, Shira, Oda dan juga Rin terpisah.


Dari lima puluh murid, kami terbagi menjadi sepuluh kelompok yang terdiri dari masing-masing kelompok lima orang.


Aku pun termasuk kedalam kelompok dua, bersama empat murid lainnya yaitu Frey, Julian, Kana, dan juga Mio.


Mereka adalah anak-anak yang cukup tangguh, dengan Frey dari Class Knight, Julian dari Class Ranger, Kana dari Class Valkyrie, dan juga Mio dari Class Archer.


Semua memiliki Class yang berbeda, dan itu akan membuat kami saling mengisi kekosongan satu sama lain.


"Baiklah, kalian sudah mendapatkan kelompoknya masing-masing! ku harap kalian bisa berkerja sama dengan baik," ujar Guru Hisobu.


"Saat pintu pembatas ini terbuka, segeralah masuk bersama rekan satu tim kalian! dan jangan lupa untuk mencari tempat beristirahat yang aman!" lanjutnya.


"Baik Guru!" kompak seluruh murid menjawab.


"Kembalilah dengan selamat, dan jangan sampai terbunuh," ujar Guru Hisobu.


*Srreeeeng~


Pintu dari pagar besi pembatas pun terbuka, semua murid langsung saja bergerak dengan cepat memasuki hutan terlarang.


Tugas kami di ujian kali ini adalah, mencari sebuah gulungan dengan pin kerajaan yang tertempel disampingnya.


Semua gulungan itu berjumlah sepuluh, dan sudah diletakkan di tempat-tempat tertentu,


Setiap kelompok juga diberikan sebuah peta untuk mengetahui dimana letak gulungan-gulungan itu berada.


Setelah cukup jauh berada di dalam hutan terlarang, aku dan rekan satu tim ku berhenti sejenak untuk melihat peta.


"Hey Frey! kemana tujuan awal kita?" tanyaku.


"Hmmm, tempat terdekat dari posisi kita saat ini adalah bukit itu," ucap Frey.

__ADS_1


"Baiklah, ayo kita ke sana!" ujar ku.


"Tunggu dulu!" potong Julian.


"Ada apa?" tanya Frey.


"Bagaimana dengan bahaya yang ada di sana?" tanya Julian.


"Kau benar, ini adalah hutan terlarang, jadi pasti ada banyak monster yang menunggu kita di sana," sahut Kana.


Mendengar ucapan Kana membuatku terbayang kembali akan kejadian malam itu, bagaimana saat aku berhadapan dengan mahkluk iblis hewan buas yang sangat kuat.


"Jangan khawatir, aku bisa merasakan jika keberadaan monster yang mendekati kita," ucap Mio.


"Hem! baiklah kalau begitu, kita berlima akan pergi ke bukit ini," ucap Frey.


"Aku dan Kana akan membuka jalan, Mio? kau ditengah! lalu Yuuta dan Julian? kalian jaga sisi belakangan"


"Mio akan memberi informasi jika ada monster yang mendekat, saat posisi monster itu sudah diketahui, siapapun dari kita akan segera menghabisinya"


"Aku dan Kana akan menyingkirkan monster yang menghalangi jalan kita, dan jika ada monster yang mengejar kita, Yuuta dan Julian lah yang akan menghabisinya," lanjut Frey membentuk strategi.


Semua tampak mengerti dan setuju dengan strategi yang dibuat oleh Frey, lalu kami pun bergegas pergi menuju bukit yang menjadi target awal kami.


"Baiklah, ayo bergerak!" ucap Frey.


Belum lama kami bergerak, monster-monster itu pun mulai bermunculan di sekitar kami.


"Di depan ada dua monster yang menghadang!" ucap Mio.


"Baiklah," sahut Frey.


Tampak dua ekor monster berwujud seperti babi dan berukuran sama dengan kami.


"Kana!" lanjutnya memberikan isyarat untuk menyerang.


Dengan sigap, Frey dan Kana melakukan serangan untuk membunuh kedua monster yang menghalangi tersebut.


"Wind Strike!"


Frey menggunakan pedangnya dan menebas salah satu monster itu dengan sihir angin, hingga tubuhnya terbelah menjadi dua.


"Fire Hit!"


Sedangkan Kana dengan sihir apinya, melemparkan tombak miliknya tepat ke arah salah satu monster yang lainnya.


*Bhuuuzzz~

__ADS_1


Monster itu pun seketika hangus terbakar seakan seperti terkena meteor.


Kana mengambil kembali tombak yang dilemparnya sembari terus bergegas tanpa menghentikan langkah kami.


Hutan terlarang adalah tempat dengan banyak sekali Monster di dalamnya, bahkan dampak dari sebuah pertarungan dapat menarik perhatian monster lainnya.


Tak lama kemudian aku merasa kalau ada monster yang sedang mengejar kami.


"Dari arah belakang! ada satu ekor monster yang mengejar," ucap Mio.


Dan benar saja, terlihat seekor monster berwujud seperti Hyena sedang berlari dengan cepat ke arah kami.


Aku menarik katana dan bersiap untuk menyerang monster itu, namun Julian menghentikan ku untuk melakukannya.


"Biar aku saja!" ucapnya.


Sembari menarik kedua pedang di punggungnya, Julian melompat tinggi dan berputar untuk melakukan serangan jarak jauh.


"Wave Slash!"


Dengan menebaskan kedua pedangnya ke udara, Julian melesatkan sihir Air yang menyilang dan melengkung.


Seketika tubuh dari monster itu terbelah menjadi empat bagian saat terkena serangan Julian tersebut.


Aku memperhatikan dan kagum dengan teman-teman satu tim ku ini, karena semuanya memiliki kemampuan yang hebat.


'Bukan kah setiap tim dibentuk dengan seimbang?' batin ku.


'Apa aku sepayah itu? sampai dimasukkan ke dalam tim dengan murid-murid yang hebat seperti mereka?' batin ku, merasa tidak berguna.


"Sebentar lagi kita akan sampai," ucap Frey memberitahukan.


Jarak yang tidak begitu jauh dan juga kemampuan melacak Mio membuat kami dapat bergerak dengan cepat dan cukup lancar, hingga tidak butuh waktu yang lama bagi kami untuk tiba di sana.


Sampai tiba di bukit tersebut, kami pun menaiki bukit itu dan mencari tempat yang aman untuk berhenti sejenak.


"Kita sudah berada di kaki bukit, dan letak gulungan itu sepertinya ada di puncak bukit ini," ujar Frey sembari melihat ke dalam peta.


Frey menutup kembali peta itu, dan memperhatikan keadaan sekitar untuk mencari jalan yang aman.


"Baiklah ayo kita ambil jalan yang ini," ucap Frey sembari mengarah ke jalan di depan kami.


"Tunggu dulu," ucap Mio.


Sontak kami melirik ke arah Mio yang menghentikan pergerakan.


"Sepertinya kita kedatangan tamu," lanjutnya sembari melihat ke suatu arah.

__ADS_1


__ADS_2