Ruler Of Night

Ruler Of Night
Chap 13. Penentuan


__ADS_3

Semua murid yang berada di bangku penonton tampak tegang dan terkejut dengan apa yang terjadi di atas arena.


Terlihat Tetsu yang tengah berdiri dengan nafas yang terengah-engah seakan kehabisan tenaga, dan tombak miliknya yang tertancap di tanah.


Sedangkan Shira yang dalam keadaan diam tersandar di dinding arena yang retak akibat terkena benturan yang cukup keras dengan tubuh Shira.


Sebagian besar murid mulai menanyakan apa yang terjadi di atas arena, dan sebagian yang lainnya beranggapan kalau pertandingan sudah berakhir.


"Sial!... Apa-apaan bocah itu? Serangannya sampai membuat Shira terpental?!" ucap Kirei yang sangat kesal karena melihat seseorang yang ia segani dapat dibuat kewalahan oleh seorang bocah biasa.


Sementara itu para kesatria yang menjadi guru kami di akademi, terlihat cukup terkejut namun juga tertarik dengan kedua murid yang sedang berada di atas arena.


"Hmmm... Tampaknya pemenang sudah ditemukan" ucap Hanz yang merupakan seorang kesatria Ranger yang menjadi guru di akademi.


"Masih belum..." Sahut seorang assasin yang bernama Kojiro.


Di atas arena pertandingan, Shira yang tersandar di dinding arena kini mulai bangkit.


"Haha... ya ampun, rupanya aku terlalu meremehkan lawan" Ucap Shira dengan santai, sembari kembali bangkit dan mengusap-usap bajunya.


Melihat Shira yang masih bisa berdiri tegak dan berbicara dengan santainya, membuat Tetsu tak berkutik sama sekali.


Tetsu yang sudah mengeluarkan semua kemampuan dan teknik terbaiknya, ternyata hanya mampu untuk menghancurkan perisai milik Shira dan memberikannya luka ringan saja.


Seluruh murid dan guru yang menyaksikan pun sekali lagi dibuat terkejut oleh Shira. Setelah menerima serangan dan dampaknya yang besar, ia dapat bertahan dan hanya menghancurkan perisai miliknya saja.


'Dia... Tidak. Bagaimana dia bisa...'


Tetsu yang tidak percaya dengan apa yang dilihatnya terus saja menanyakan hal itu di dalam batinnya.


"Hei kau, nama mu adalah Tetsu kan ?" tanya Shira.


"Iya" jawab Tetsu dengan singkat.


"Kau sangat hebat dan kuat, apa kau mau berteman dengan ku ?" ucap Shira dengan perasaan senang, meminta Tetsu untuk menjadi temannya.


"Apa ?" ujar Tetsu yang kebingungan.


'Padahal dirinya tampak baik-baik saja setelah menerima serangan ku, tapi dia malah memuji ku dan mengajak ku untuk berteman dengannya' batin Tetsu.


"Haha, kau tidak perlu menghibur ku, Pangeran" sahut Tetsu dengan tawa kecilnya sembari mengambil tombak miliknya yang tertancap di tanah dekatnya.


"Kalau begitu, mari kita menjadi kuat bersama-sama" ucap Shira membujuk Tetsu.

__ADS_1


Kemudian Shira mulai berjalan sembari sedikit memainkan pedangnya dan memindahkan genggaman yang semula berada di tangan kiri menjadi berpindah ke tangan kanan.


"Sepertinya aku harus sedikit serius menghadapinya" ujar Shira dengan semangat yang semakin bertambah.


Mereka pun saling mendekat, berjalan pelan lalu kemudian berlari dan menyerang satu sama lain. Shira yang hanya dengan pedangnya tanpa perisai dan Tetsu dengan tombaknya kembali.


Seolah melupakan semua orang yang menyaksikan, Shira dan Tetsu menikmati pertarungan mereka.


Terlihat jelas dari senyuman di wajah mereka dan semangat yang membara seperti nyala api,


Shira dan Tetsu saling beradu kemampuan mereka dalam menggunakan senjata masing-masing.


"Pertandingan ini menjadi semakin menarik!" ucap salah seorang murid laki-laki.


"Kau benar, mereka seperti sedang menari seakan seluruh arena pertandingan adalah panggung milik mereka sendiri" sahut salah seorang murid laki-laki lainnya yang merupakan temannya.


Sementara itu, di sisi bangku penonton yang lain.


"Tentu saja" ujar Kirei.


"Apa yang tentu saja ?" tanya Yoe yang tidak mengerti maksud perkataan dari Kirei.


"Shira itu bukan tipe orang yang selalu menggunakan tangan kiri, namun dia memegang pedangnya dengan tangan kiri" ucap Kirei.


"Lalu ?" tanya Yoe lagi.


"Dan setelah perisai itu hancur, dia langsung memindahkan genggaman pedangnya yang semula berada di tangan kiri menjadi di tangan kanannya" ucap Kirei kembali menjelaskan.


"Jadi maksudmu... kenapa Shira bisa terdesak sampai seperti itu di awal, Karena dia sama sekali belum serius bertarung ?" tanya Yoe menebak.


"Ya" jawab Kirei.


"Yang benar saja... Padahal di awal tadi murid yang menjadi lawannya sangat kewalahan menghadapi gaya bertarung Shira yang aneh, bahkan Shira hampir dapat mengalahkannya walaupun hanya dengan menggunakan perisai" sahut Higatsu yang sedikit terkejut dan merasa sulit untuk percaya hal itu.


"Yaaah... Mau bagaimanapun juga dia adalah seorang pangeran kerajaan, jadi jelas saja kalau dia itu sangat kuat" ucap Yoe dengan santai.


Pertandingan masih berlanjut, Tetsu yang tampak sudah sangat kelelahan karena menggunakan banyak sekali energi sihir menerima banyak serangan yang dilancarkan oleh Shira.


Sedangkan Shira yang dengan serius menghadapi Tetsu, dapat menghindari serangan demi serangan yang dilakukan oleh Tetsu.


Meskipun Tetsu telah menerima banyak serangan dari Shira, namun lukanya sama sekali tidak serius.


Karena senjata yang digunakan dalam pertandingan kali ini bukanlah senjata asli, melainkan senjata tumpul yang biasa digunakan hanya untuk berlatih.

__ADS_1


Namun Tetsu tidak mau kalah dari Shira, Sampai pada saat Tetsu dan Shira melakukan serangan terakhir mereka secara bersamaan.


Dengan energi sihir yang tersisa yang kemudian dialirkan kepada senjata mereka gunakan, Shira melesatkan pedangnya dengan tebasan horizontal dan Tetsu yang melesatkan tombaknya dengan menusuk tajam.


Mereka pun berhenti dan saling membelakangi satu sama lain dengan kuda-kudanya, tak lama kemudian Tetsu pun seketika jatuh terkapar.


Shira yang dengan sangat cepat melesatkan serangannya tepat ke arah perut atau titik pusat 'mana' dari Tetsu,


berhasil membuat Tetsu langsung kehilangan kekuatannya dan terjatuh hampir tak sadarkan diri.


"TENG!!!"


Lonceng pun berbunyi, pertandingan yang sangat menegangkan antara Shira dengan Tetsu akhirnya berakhir.


Kemudian guru Hisobu turun dari tempatnya dan dengan segera memeriksa keadaan Tetsu.


Tetsu menggelengkan kepalanya, seolah memberikan tanda kalau dirinya tak sanggup lagi melanjutkan pertandingan.


Guru Hisobu pun menyilangkan kedua tangannya ke arah juri, lalu menghampiri Shira dan mengangkat tangan kirinya ke atas.


"Pertandingan berakhir, pemenangnya adalah Shira!" ucap guru Hisobu dengan lantang mengumumkan pemenangnya.


Dengan terjatuhnya Tetsu membuat Shira keluar menjadi seorang pemenang dalam pertandingan kali ini.


Setalah itu, semua murid pun bersorak dengan keras


Sebagian dari mereka meneriaki nama Shira, dan ada juga dari sebagai lainnya yang meneriaki nama Tetsu.


Aku, Oda dan juga Rin sangat senang dengan hasil akhir dari pertandingan tersebut. Namun tidak dengan Kirei, Yoe dan Higatsu yang tampak biasa saja.


Terutama Kirei yang tampaknya tidak senang, bukan hanya karena keributan yang dibuat oleh para murid, tetapi juga ia menjadi tidak sabar dan sangat ingin menunjukkan kalau dirinya tidak kalah hebat dari Shira.


Tak lama kemudian tim medis memasuki arena pertandingan dan dengan segera memberikan pertolongan pada Tetsu.


Shira yang melihat Tetsu berada di atas tandu langsung saja menghampirinya, dan memberikan salam pertemanan kepadanya.


"Tunggu!" ucap Shira meminta tim medis untuk berhenti sejenak.


"Tetsu, mulai saat ini dan seterusnya kita adalah teman ya ?" ucap Shira dengan dengan hangat,


sembari mengulurkan tangan untuk menawarkan jabat tangan padanya.


Dengan perasaan senang, Tetsu yang tersenyum dan tertawa kecil kemudian menjabat tangan Shira.

__ADS_1


"Terimakasih untuk pertandingannya, kau ini memang sangat hebat ya.." ucap Tetsu.


"Kau juga sangat kuat" jawab Shira dengan perasaan yang gembira.


__ADS_2