
Pagi hari, di ruang kelas akademi kerajaan.
"Huaaah,"
Aku yang tengah duduk di sebelah Oda dan juga Shira, merasa sangat lelah dan mengantuk.
"Ada apa Yuuta, kau tampak lelah sekali hari ini?" tanya Shira.
"Apa kau sakit?" lanjutnya.
"Tidak, aku hanya kurang istirahat saja," jelasku.
"Biasanya aku berlatih dengan ayahku saat malam hari, tetapi semalam dia tidak ada di rumah dan akhirnya aku berlatih sendiri sampai ketiduran," lanjutku.
Shira hanya diam memperhatikan dengan senyum kecilnya, yang kemudian membuka tas miliknya.
"Ini, minumlah," ucap Shira, setelah mengeluarkan sebuah botol berisi air di dalamnya .
"Eh? apa ini?" tanyaku.
"Itu adalah minuman penambah stamina, aku mendapatkannya dari Merlin," jelas Shira.
"Hmmm, kenapa warnanya kuning seperti ini?" tanyaku merasa heran.
"Baiklah, aku akan mencobanya," ucapku yang kemudian membuka tutup botol itu.
*Glek~
*Glek~
"Aaaaah,"
"Ini dingin? dan rasanya seperti jeruk," ucapku setelah meminumnya.
"Ya, itu adalah perasan jeruk manis dan di campur dengan daun min yang kemudian disaring," jelas Shira.
Aku terdiam menatap Shira dengan heran.
"Saat kau bilang itu adalah minuman penambah stamina, ku pikir itu adalah ramuan yang bisa membuat tubuhku segar sepenuhnya," ujarku.
"Ahaha, tapi kau sudah lebih baik kan, sekarang?" tanya Shira.
"Iya, aku sudah tidak merasa ngantuk lagi, terimakasih Shira," ucapku sembari mengembalikan botol miliknya.
"Sama-sama," jawab Shira yang memasukan kembali botolnya ke dalam tas.
Setelah itu, dari sisi pintu masuk ruang kelas muncul tiga orang murid yang baru saja datang, mereka adalah Kirei, Higatsu dan juga Yoe.
Tak seperti biasanya yang datang lebih awal dari pada kami, mereka datang lebih lambat dengan kedua tangan Koreo yang tampak dibalut perban.
Tetapi itu wajar saja, karena teknik sihir api miliknya pada saat kemarin begitu kuat dan juga panas.
Tanpa basa-basi mereka langsung beranjak naik ke tempat duduk mereka, dan kemudian disusul dengan Guru Hisobu yang akan segera memulai pelajaran hari ini.
"Selamat Pagi semuanya!" sapa Guru Hisobu.
"Pagi!" sahut murid-murid.
__ADS_1
"Bagus, kalian semua tampak baik-baik saja, kecuali Kirei yang masih dalam tahap pemulihannya," ucap Guru Hisobu.
Mendengar hal itu, Kirei yang duduk sembarj menopang dagu dengan telapak tangan pun membuang pandangannya.
"Sebelum memulai pelajaran hari ini, aku akan memberikan informasi kepada kalian," ucap Guru Hisobu.
"Dalam waktu dekat, kita akan melakukan ujian bertahan hidup di alam lepas"
"Kalian akan terbagi menjadi beberapa kelompok, dan aku yang akan memilih siapa saja yang akan satu kelompok dengan kalian," jelasnya.
"Tetapi-," gumam guru Hisobu sembari menatap ke arah ku.
Aku yang tengah memperhatikan seketika merasa heran dengan tatapan Guru Hisobu.
"Yuuta, aku ingin saat jam pelajaran selesai kau ikut bersama ku," lanjutnya.
"Eh? Baiklah," jawab ku dengan rasa heran.
Bukan hanya aku, semua murid yang lain juga merasa bingung dan heran, karena hanya aku yang diajak Guru Hisobu.
"Hey Yuuta, ada apa?" tanya Oda.
"Aku juga tidak tahu," jawab ku.
Dan hal itu pun membuat murid lainnya menanyakan hal yang sama kepada teman di sampingnya.
Ada apa dan kenapa hanya aku yang disebut? namun tak satupun juga dari mereka yang mengetahui apa alasannya.
"Baiklah semuanya, mari kita mulai pelajaran hari ini," tegas Guru Hisobu yang akan memulai pelajarannnya.
Seketika suasana menjadi tenang, semua murid terdiam dan memperhatikan Guru Hisobu.
Dan setelah itu, kami melanjutkan pelajaran dengan Guru dari masing-masing class di tempat latihan yang berbeda.
Guru Hisobu menjelaskan segala hal tentang sihir dari sejarah dan bagaimana cara menggunakannya.
Dia juga yang mengajarkan kami tentang rapalan sihir dan bagaimana cara mempersingkat rapalannya hingga beberapa dari kami sudah bisa menggunakan sihir tanpa perlu merapalkan mantra lagi.
*Triiriring~
Singkat saja, lonceng tanda selesainya jam pelajaran telah berbunyi, waktunya bagi kami untuk istirahat.
"Yuuta, ikut ke ruangan ku sekarang," ajak Guru Hisobu mengingatkan.
"Baik!" jawab ku dengan segera mengikutinya.
"Yuuta, kami akan menunggumu di kantin," ucap Oda.
"Ya, baiklah," sahutku.
Kemudian aku pun pergi bersama Guru Hisobu ke ruangannya.
"Shira, Rin, ayo kita ke kantin!" ajak Oda.
"Kalian pergilah lebih dulu, aku ada urusan sebentar," jawab Shira.
"Oh? baiklah kalau begitu," ujar Oda.
__ADS_1
"Ayo Rin, aku sudah sangat lapar," Ajak Oda.
"Baiklah, Shira kami duluan ya," Ucap Rin.
Shira menjawabnya dengan tersenyum dan mengangguk.
Oda dan juga Rin berjalan pergi ke kantin untuk sarapan, bersama dengan murid-murid yang lain.
Keadaan kelas pun mulai kosong, dan hanya tersisa Shira yang masih duduk terdiam di tempatnya.
"Hmm aku penasaran, sebenarnya ada apa dengan Yuuta?" Gumam Shira bertanya-tanya.
"Aku akan mencari tahunya sendiri," ucap Shira yang kemudian bergegas pergi menuju ruangan Guru Hisobu.
Sementara itu, di dalam ruangan Guru Hisobu.
"Duduklah Yuuta," ucap Guru Hisobu.
"Baiklah," sahutku.
"Tapi Guru, memangnya ada apa?" tanyaku.
"Seperti yang ku katakan saat tadi pagi, kalau semua murid akan melakukan ujian bertahan hidup di alam lepas,"
"Ya, aku ingat," sahutku.
"Dan ujian bisa dilakukan jika murid itu sendiri sudah memiliki kemampuan untuk bertahan hidup di alam lepas, yang dipenuhi dengan monster ilblis," Jelas Guru Hisobu.
Mendengar hal itu, aku hanya terdiam dan menelan ludah.
"Seperti yang kita tahu pada saat kau baru memasuki akademi ini, kau sama sekali tidak memiliki kekuatan sihir di dalam dirimu," ucap Guru Hisobu.
"Lalu kami dibuat sangat terkejut dengan pertandingan kemarin saat kau melawan Kirei"
"Sebenarnya kekuatan apa yang kau gunakan itu? dan dari mana kau mendapatkannya?" tanya Guru Hisobu.
"Aku ingin kau menjelaskannya dengan jujur," lanjutnya.
Aku terdiam sejenak sebelum menjawab pertanyaan tersebut, sembari memantapkan hati.
"Jujur saja saat mengetahui kalau aku tidak memiliki kekuatan sihir, aku benar-benar sedih dan merasa putus asa," jelasku.
"Tetapi saat aku merasa begitu, ayahku memiliki jalan keluarnya dan mengajarkan kekuatan itu padaku," lanjutku.
"Memangnya kekuatan apa yang kau maksud itu?" tanya Guru Hisobu.
"Itu adalah kekuatan energi alam," jawabku.
Setelah mendengar jawabanku, Guru Hisobu kemudian diam dan tersenyum.
"Huhu, kau mengatakannya dengan jujur," ucap seseorang yang entah dari mana berasal dari arah belakangku.
Aku yang terkejut sontak melihat ke arah datangnya suara tersebut.
Tampak seorang perempuan yang sedang duduk menyandar ke tembok dengan kaki dan tangan yang menyilang.
Sosok perempuan yang sama pada saat ia datang menjemput adik dari Shira, seorang Magi kerajaan.
__ADS_1
Pemimpin dari seluruh penyihir di kerajaan, dia adalah Merlin.