Ruler Of Night

Ruler Of Night
Chap 22. Hantaman


__ADS_3

"FIRE HIT, STROM!"


Kirei kembali menggunakan sihir api miliknya, namun kali ini api yang berputar menyelimuti kedua pedangnya menjadi dua kali lebih besar.


"FIRE BLAST!"


Kirei melangkahkan kaki kiri dan memutar tubuhnya ke kanan dengan mengayunkan kedua pedangnya yang seirama, membuat sebuah bola api yang cukup besar dan melesat sangat cepat ke arah ku.


Cukup mudah bagiku untuk menghindari serangan yang frontal seperti itu, dua sampai tiga kali serangan yang dilakukan dan tidak satupun yang berhasil mengenai ku.


Saat pandangan ku sedikit lengah terhadap Kirei, tiba-tiba saja dia bergerak dengan sangat cepat ke hadapan ku.


"Kena kau!"


Kirei berniat melakukan serangan jarak dekat untuk langsung bisa melumpuhkan ku dengan satu tebasan yang menyilang.


Namun aku memiliki reflek yang cukup bagus dan berhasil menepis serangan tersebut, akan tetapi aku tidak bisa menahan beratnya serangan itu dan api yang terasa lebih panas dari sebelumnya, sehingga membuat ku terpental jauh hingga membentur dinding arena.


*BLARRR!!!


Sebuah ledakan terjadi saat tubuh ku membentur dinding arena pertandingan, ternyata Kirei melepaskan sihir api miliknya bersamaan dengan serangan yang baru saja ia lakukan.


Seluruh murid yang menyaksikan dibuat terkejut dengan Kirei yang tiba-tiba saja menjadi sangat kuat.


"Apa yang terjadi? kenapa dia bisa tiba-tiba sekuat itu?" tanya Oda yang begitu terkejut.


"Itu adalah sihir api yang dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan seseorang," jelas Shira.


"Apa maksudnya itu? sebagai pengguna sihir api juga, aku tidak mengerti hal itu," tanya Oda lagi.


"Saat ini Kirei telah mengembangkan sihir api miliknya menjadi kemampuan pasif, dimana sihir itu akan terus aktif selama pertarungan dan membuat penggunanya menjadi lebih kuat," ucap Shira menjelaskan lebih banyak.


"Singkatnya, serangan yang dilakukan Kirei tidak hanya menimbulkan serangan fisik saja, tetapi juga serangan magic sebagai tambahan," lanjut Shira.


"Sial, ternyata dia bukan lawan yang bisa dianggap remeh!" ujar Oda.


"Hyahahaha! rasakan itu dasar payah! kau itu seperti anak kecil yang rapuh di hadapan ku!" ujar Kirei dengan keras.


Aku terdiam sejenak setelah mendengar ocehan Kirei yang sangat membuatku kesal.


"Hmph, sepertinya aku harus menggunakan itu," gumam ku.


Aku menarik nafas panjang, dan kemudian bangkit kembali dari lantai arena dengan bekas luka bakar yang perlahan pulih di tangan dan sebagian kecil wajah ku.


"Jangan bertingkah sok kuat seperti itu, atau kau akan kehilangan mimpi mu untuk menjadi kesatria kerajaan! Hahaha!" ucap Kirei dengan angkuhnya, merasa sangat yakin kalau dia akan menang.


Kirei yang menyinggung tentang impian membuat ku teringat akan tekad dan perjuangan ku selama ini, latihan yang ku jalani setiap hari di akademi dan juga di rumah bersama ayah ku.


Aku tidak akan menyia-nyiakan itu semua, dan membuat semua orang yang mendukung ku menjadi kecewa.

__ADS_1


"Haha-" tawa kecil ku yang seakan mengatakan kalau serangan yang barusan itu bukanlah apa-apa.


Aku menancapkan katana ke tanah dan mulai berkonsentrasi, dengan menghirup udara panjang dan menyebarkannya ke seluruh bagian tubuh.


Tekanan energi yang mengalir keluar dan seketika hembusan udara di sekitar seakan berputar mengelilingi tubuh ku.


"Hey Kojiro, apa yang dilakukan anak itu?" tanya Ziro.


"Apa dia menyerah?" lanjut Stella.


"Tidak, aku tidak tahu apa yang dilakukannya," jawab Kojiro.


"Anak itu seperti diselimuti aura hijau di seluruh tubuhnya," ucap Megelda dengan mata biru menyala yang dapat melihat kekuatan energi seseorang.


"Kau benar, aku merasakan adanya energi yang cukup besar di sana," sahut Hanz, seorang Guru dari class Ranger.


"Apa? bukankah anak itu tidak memiliki Mana di dalam dirinya?" tanya Stella.


"Itu bukan Mana, tetapi seperti energi yang besar," jelas Megelda.


"Apa maksudnya itu?" tanya Ziro.


"Entahlah, tapi sepertinya aku pernah melihat hal seperti ini," jawab Megelda.


Tampak Kirei yang seakan ingin melakukan serangan dengan amarah yang meluap, karena merasa dirinya diremehkan olehku.


"Apa yang kau tertawa kan bocah!" kesal Kirei yang kemudian bergerak dengan sangat cepat dan melompat ke arah ku.


Namun sebelum dia mengayunkan pedangnya, aku membuka mata dan menatap tajam ke arahnya sembari menarik ke belakang tangan kanan yang mengepal.


Dengan energi yang terkumpul di tangan ku, dengan cepat aku melesatkan satu pukulan tepat ke arah perut Kirei.


"HUAAKHH!!!"


*WUSHHH~


*BLURRR!!!


Serangan itu dengan telak mengenainya dan membuat Kirei terpental sangat jauh sampai membentur dinding arena tanpa sempat menyentuh tanah.


SUNYI~


Itulah yang terjadi ketika aku berhasil membuat semua orang yang hadir di arena pertandingan benar-benar terkejut.


Semua sorak dan teriakan dari bangku penonton seketika menghilang bagaikan ditelan kehampaan.


"Apa itu?" tanya seorang murid laki-laki yang tercengang.


"A-,a-aku juga tidak tahu," jawab temannya dengan mata yang terbelalak.

__ADS_1


Beberapa dari mereka hanya bisa terdiam dengan mulut yang menganga dan mata yang terbuka lebar, termasuk Yoe dan juga Higatsu yang seakan membisu.


"Waaah, aku tidak tahu kalau Yuuta memiliki kekuatan sehebat itu," ujar Oda.


"Apa yang sebenarnya baru saja terjadi?" tanya Rin.


"Aku tahu, itu adalah kekuatan energi alam," ucap Shira.


"Energi alam? apa itu?" tanya Oda.


"Itu adalah energi yang dimiliki oleh alam sekitar, atau lebih tepatnya dunia ini," jelas Shira.


"Jadi maksudmu, Yuuta menggunakan energi alam untuk mendapatkan kekuatan sebesar itu?" tanya Ida lagi.


"Ya kau benar," sahut Shira.


"Hebat, aku baru tahu kalau ada kekuatan seperti itu,"


"Itu karena sangat sedikit orang yang bisa menguasainya," jawab Shira.


"Tapi, dari mana kau tahu itu Shira? sedangkan Yuuta tidak pernah cerita kepada kami," ucap Rin.


"Penyihir Merlin yang memberitahu ku kalau ada kekuatan yang lebih besar dari kekuatan sihir, dan salah satunya adalah energi alam," jelas Shira.


"Berkat kalung kristal pemberian Merlin ini, aku bisa melihat dengan jelas energi yang mengalir di dalam tubuh Yuuta," tambahnya.


"Dan dia sudah sejak lama mengumpulkan energi itu di dalam dirinya, yang akan ia gunakan pada saat-saat seperti ini," lanjutnya.


Sementara itu, aku mengambil kembali katana yang ku tancapkan ke tanah. Sedangkan Kirei yang tertunduk lemas dengan tubuh yang tersandar ke dinding arena.


"Gawat, sepertinya aku sudah berlebihan," ujar ku melihat telapak tangan kanan ku.


Kemudian Guru Hisobu masuk ke dalam arena pertandingan,


memberikan isyarat untuk berhenti dengan tangannya.


"Apa kau baik-baik saja, Kirei?" tanya Guru Hisobu.


"Apa? serangan seperti ini tidak mungkin bisa mengalahkan ku!" jawab Kirei dengan keras kepala.


"Jangan memaksakan dirimu, ini hanya latihan bertanding saja," ucap Guru Hisobu.


"Aku bukan anak kecil lagi, aku masih mampu untuk bertarung!" jawab Kirei sembari bangkit dengan tertatih.


"Apa kau yakin?" tanya Guru Hisobu.


"Aku sangat yakin," sahut Kirei yang kembali menggunakan sihir api pada kedua pedang miliknya.


"Baiklah kalau begitu," ucap Guru Hisobu yang kemudian mengangkat tangan kirinya dan bergegas pergi dari atas arena, menandakan pertandingan masih berlanjut.

__ADS_1


"Sial!!! aku benar-benar dipermalukan oleh bocah itu!" kesal Kirei dalam batinnya.


"Aku tidak tahu apa dan dari mana dia mendapatkan kekuatan sebesar itu, tapi kali aku akan mengakhirinya!" ujar Kirei pelan.


__ADS_2