Ruler Of Night

Ruler Of Night
Chap 5. Nasib buruk


__ADS_3

"Hei ! Ada apa ini ?" Ucap orang itu menghampiri kami.


Kami semua pun terkejut dan langsung mengalihkan perhatian kami kepada orang itu yang ternyata adalah Shira.


"Sudah cukup, hentikan semua ini" Tegas Shira.


Aku langsung melepaskan genggaman ku dari baju Kirei.


"Bocah ini sudah lancang pada bangsawan, mereka harus diberi hukuman" Ucap Kirei dengan emosinya.


"Maafkan aku Shira.. jika mereka tidak menghina kami, aku tidak akan berbuat seperti itu" Jelas ku.


Shira dengan tanggap memahami situasi yang terjadi dari penjelasan ku dan kirei.


"Kirei.. aku tau kita ini memang seorang bangsawan. Tapi, di sini kita sama.. kita adalah teman, teman seperjuangan satu akademi.. kita sama-sama belajar dan berlatih, jadi jangan lagi kalian bertiga menghina anak dari desa" Tegur Shira tegas kepada Kirei, Higatsu dan Yoe.


"Tcih !"


Kirei tidak mau menerima itu, lalu pergi bersama Higatsu dan Yoe meninggalkan kami.


"Aku minta maaf atas kelakuan mereka bertiga, mereka hanya tidak terbiasa bertemu dengan orang-orang dari luar kerajaan" Ucap Shira dengan rendah hati.


Dengan datangnya Shira dan perginya mereka bertiga membuat kami sedikit lega.


"Terimakasih Shira, kau sudah membantu kami lagi" Ucap ku merasa tidak enak.


"Untung saja kau datang tepat waktu Shira, jika tidak pasti kami akan dihukum" Ucap Oda.


"Terimakasih atas bantuanmu Shira" Ucap Rin juga.


"Tidak apa, sudah menjadi tugas ku untuk selalu membela mana yang benar dan bersikap tegas pada yang salah, lagi pula kita ini kan teman" Jawab Shira dengan senyumnya.


Aku, Oda dan juga Rin merasa senang mendengar hal itu dari Shira. Kami merasa selama ada Shira di sini, kami akan baik-baik saja.


Tak lama setelah itu kami berempat bergegas untuk masuk ke dalam kelas.


"Baiklah sekarang ayo kita masuk" Ajak Shira.


"Ya baiklah" Jawab Oda.

__ADS_1


Kami pun berjalan menuju ruang kelas bersama. Dan sesampainya kami disana Aku melihat ketiga anak tadi yaitu Kirei, Higatsu dan Yoe sudah berada di tempatnya yang berada di paling atas.


Namun aku hanya melirik mereka dengan tatapan tajam lalu mengabaikannya dan kami langsung menempati tempat duduk masing-masing.


Keadaan kelas ramai dan banyak anak lain yang berbicara dengan temannya. Namun sepertinya ketiga anak itu tidak begitu banyak berbicara, mungkin karena mereka sangat kesal denganku.


Begitu juga denganku yang tidak banyak berbicara pada saat itu. Aku hanya tidak ingin mencari masalah dengan murid lain dan belajar juga berlatih dengan tenang dan serius.


"Yuuta.. apa kau tidak apa-apa ?" Tanya Oda memperhatikan ku.


"Aku baik-baik saja Oda.. aku hanya masih sedikit merasa kesal" Jawab ku.


"Yuuta.. Aku yakin kau adalah orang yang kuat, jangan biarkan mereka mengganggu belajar dan latihan mu di sini" Ujar Shira menyemangati.


Aku merasa jauh lebih baik setelah mendengar perkataan itu.


"Terimakasih Shira, Oda.. kalian begitu memperhatikan ku" Ucapku senang.


"Kau ini bicara apa ? Kita ini kan teman" Ucap Oda bersemangat.


"Tentu saja" Sahut Shira.


Tak lama kemudian sekitar sepuluh menit berlalu, Guru Hisobu pun akhirnya memasuki ruang kelas dan mulai membuka pembelajaran hari ini.


Setelah itu Guru Hisobu mengajak kami semua pergi ke ruangan lain untuk melakukan tes sebelum melakukan latihan.


Saat kami memasuki ruangan itu, terlihat sebuah bola sihir yang terbuat dari kristal di hadapan Guru Hisobu. Kupikir kami akan segera melihat potensi dari masing-masing murid.


Dan benar saja yang pertama kami lakukan adalah untuk mengukur jumlah dan kapasitas mana yang kami miliki dengan menempelkan telapak tangan kepada bola sihir. Dengan begitu jumlah mana yang kami miliki akan muncul di bola sihir tersebut.


Satu persatu dari kami maju untuk melihat seberapa besar mana yang kami miliki, sampai pada akhirnya aku dapat giliran terakhir untuk maju.


Semua murid pun akhirnya dapat mengetahui seberapa banyak mana yang dimiliki masing-masing. Oda memiliki mana yang cukup besar, sedangkan Shira dan Rin memiliki mana yang sangat besar terutama Shira. Begitu juga dengan kirei, Higatsu dan Yoe mereka memiliki mana yang cukup besar.


Namun ketika semua murid senang dengan hasil dari jumlah mana yang mereka miliki, Hanya aku seorang saja yang tidak merasa senang.


Karena saat aku menempelkan telapak tanganku pada bola sihir itu, hasil yang ditunjukkannya adalah Nol, atau tidak memiliki mana sama sekali.


Aku sangat terkejut, bingung dan sedikit kesal. Ketika semuanya senang dengan mana yang mereka miliki, tapi hanya aku saja yang tidak memilikinya.

__ADS_1


"Ada apa ini ? Kenapa hanya ada angka Nol di sini ?" Tanyaku pada guru Hisobu.


"Apa benda ini rusak karena terlalu banyak orang yang menggunakannya ?" Lanjutku.


Oda, Rin dan juga Shira menghampiriku saat mereka mendengar pertanyaan ku. Semua murid yang tadinya agak berisik perlahan mulai hening.


"Maafkan aku Yuuta, benda ini adalah bola sihir. Dia tidak akan rusak kecuali dihancurkan" Jelas Guru Hisobu.


"Saat bola sihir ini menunjukkan angka Nol padamu, itu berarti kau tidak memiliki mana sama sekali" Lanjutnya.


Mendengar penjelasan dari itu Guru Hisobu membuatku benar² terkejut dan sedikit merasa sedih, begitu juga dengan semua murid yang ada.


Oda, Rin dan Shira yang mendengar hal itu pun juga ikut terkejut dan sedih. Kemudian Oda langsung memegang bahuku berupaya untuk menenangkan ku, Rin yang merasa sangat terkejut dan sedih hanya terdiam dengan menekuk lengannya ke dada. Juga Shira yang tertunduk sedih.


"Dasar payah, jika tidak memiliki mana tidak mungkin kau bisa menjadi kesatria kerajaan... Lebih baik kau pulang saja ke rumah, anak payah" Ucap Kirei dengan angkuhnya dan tertawa dengan Higatsu dan Yoe.


Mungkin hanya mereka bertiga yang senang dengan itu semua, Karena mereka bertiga bisa terus menghinaku.


Mendengar hal itu membuat Shira sangat marah. Dia yang tertunduk sedih seketika menoleh dan menatap Kirei dengan tatapan yang tajam.


"DIAM KAU KIREI !" Ucap Shira dengan keras.


Seluruh murid dan juga aku sendiri terkejut saat Shira seorang pangeran kerajaan bisa begitu marah saat ada salah seorang murid yang menghina murid lain.


Setelah bentakan keras dari Shira. Kirei, Higatsu dan Yoe seketika diam dan tak berani bicara apa-apa lagi.


"Shira terimakasih, kau tidak perlu sampai seperti itu" Ucapku sedikit lega dengan senyum kecil.


"Huuufh.... Maafkan aku" Ucap Shira menghela nafas.


"Tapi guru... Yuuta masih bisa mengikuti latihan di akademi kan ?" Tanya Rin dengan sangat khawatir.


Guru Hisobu kemudian tersenyum setelah mendengar pertanyaan dari Rin.


"Kejadian seperti ini memang jarang terjadi. tapi Yuuta, jika kau rajin berlatih dengan sungguh-sungguh aku yakin mana milikmu akan segera aktif" Jelas Guru Hisobu.


Mendengar hal itu membuatku merasa lega dan jauh lebih baik. Oda, Rin dan Shira juga ikut senang, begitu juga dengan semua murid yang peduli denganku.


Namun kelihatannya hanya Kirei, Higatsu dan Yoe yang tampak kesal dan tidak senang dengan itu semua.

__ADS_1


"Tcih.. apa-apaan itu, sampah tetaplah sampah dan anjing tidak akan mungkin menjadi serigala" Ujar Kirei kepada Higatsu dan Yoe.


__ADS_2