
Pertandingan ketiga akan segera dimulai, di pertandingan kali ini adalah antara Shira melawan Tetsu.
Yaitu salah satu murid yang berbakat dan Valkyrie muda yang hebat, meskipun belum resmi menjadi seorang Valkyrie tetapi kemampuannya sudah layak untuk menjadi seorang Valkyrie sama seperti Oda.
Sementara itu Shira yang seorang Pangeran kerajaan, dia adalah murid yang sangat hebat dan juga berbakat. Selain itu dia juga sangat kuat, walaupun belum menjadi Knight seutuhnya tetapi kemampuannya sudah seperti layaknya seorang Knight.
"TENG!!!!"
Lonceng telah dibunyikan, tanda pertandingan ketiga antara Shira melawan Tetsu pun dimulai.
Semua murid mulai bersorak ramai setelah mendengar suara lonceng berbunyi, mereka sangat bersemangat untuk melihat pertarungan antara dua murid yang hebat dan kuat.
Tampak Shira yang masih berdiri tenang dengan senyum diwajahnya, sedangkan Tetsu yang sudah siap memasang kuda-kudanya untuk menyerang dengan ekspresi wajah yang sangat serius dan tatapan mata yang tajam.
"FIRE STRIKE!"
Tetsu menggunakan sihir element api miliknya, terlihat pusaran api yang menyelimuti dari ujung mata tombaknya sampai ke ujung sisi yang lain.
'Ayah, aku pasti akan menjadi seorang kesatria yang hebat dan kuat sepertimu, dan aku akan menghabisi semua iblis itu untukmu, ayah' batin Tetsu yang sejenak mengingat Ayahnya.
Kemudian ia bergerak cepat ke arah Shira dan menyerangnya dengan tombak api yang menusuk tajam.
Namun serangan yang dilakukan Tetsu dapat terbaca dengan jelas oleh Shira,
dengan melangkah ke samping kiri dan membelokan tubuhnya Shira dapat menghindari serangan itu.
Tetsu yang terkejut dengan cara Shira menghindari serangannya begitu mudah, langsung menghentikan laju serangannya tepat di belakang Shira dan mencoba untuk menyerangnya lagi dengan menebasnya dari belakang.
Tetapi sekali lagi Shira dapat membaca serangan yang dilakukan oleh Tetsu, Shira menangkis serangan itu dengan pedangnya lalu menggunakan sihir element api yang membara di perisai kecil yang ada di tangan kirinya untuk menyerang balik dengan hantaman yang kuat.
Tetsu dengan posisi yang kurang bagus hanya bisa melompat jauh ke samping dan berguling untuk menghindar, dan serangan yang dilancarkan oleh Shira pun hanya menghantam tanah.
Serangan itu cukup kuat, sehingga membuat tanah yang terkena serangan itu menjadi hitam gosong. Setelah itu Shira pun memutar balik tubuhnya ke arah Tetsu yg sudah berada jauh di belakangnya.
Tampak Tetsu yang tertekuk lutut dengan salah satu lututnya yang menempel ke tanah sambil memegang tombak yang juga menancap di tanah, dia terlihat kebingungan dengan gaya bertarung Shira yang tidak biasa dan itu membuatnya kesulitan.
'Sial aku tidak bisa memprediksi serangannya!' batin Tetsu merasa kesal.
Sementara Shira yang terlihat sangat tenang dengan senyum tipis di wajahnya namun sangat terasa kekuatannya yang besar, membuat Tetsu semakin bersemangat dan kembali menyerang Shira secara bertubi-tubi.
"Shiraaa!"
"Kau keren sekali pangeran!"
Terdengar sorak para murid perempuan yang terkagum oleh penampilan Shira dan menyemangatinya dari atas bangku penonton.
"Aku belum pernah melihat gaya bertarung seperti itu, Shira memang sangat hebat" Ujar Oda bersemangat.
"Ya kau benar, selain hebat dan kuat dia juga sangat jenius" sahut ku.
Sesaat aku melirik ke arah Rin yang berada di sampingku, untuk melihat seperti apa ekspresi wajahnya saat melihat Shira yang begitu bersinar di atas arena.
__ADS_1
Tampak Rin yang tersenyum lebar dan mata yang berseri-seri di wajahnya, terlihat jelas kalau Rin sangat kagum dan terpukau dengan penampilan Shira.
Rin yang saat itu terlihat sangat manis dengan senyumnya, membuatku merasa sangat senang. Namun juga merasa sedikit gelisah, karena ia tersenyum sambil menatap seseorang yang bukan diriku.
Sementara itu, pertandingan masih berlanjut.
"FIRE STRIKE!"
Tetsu kembali menyerang dengan teknik yang sama, namun berbeda dengan sebelumnya. Kali ini Tetsu memberikan serangan tersebut secara beruntun dengan sangat cepat.
Tampak Shira yang sedikit kesulitan dan hanya bisa menahan serangan beruntun yang diberikan oleh Tetsu dengan perisai kecil yang ada di tangannya.
Ledakan api yang terus saja terdengar seiring dengan serangan yang dilakukan oleh Tetsu membuat Shira harus menerima dampak serangan yang cukup besar.
Tetapi Shira tidak hanya diam dan menahan semua serangan itu, dia terus memperhatikan arah dari serangan tersebut dan menunggu waktu yang tepat.
Shira hanya berada dalam posisi bertahan, seolah tidak dapat berkutik dari serangan beruntun yang diberikan oleh Tetsu.
Sementara Tetsu ingin mengakhirinya dengan serangan penutup yang kuat. Namun ketika ia ingin menarik tombaknya, justru ia sangat terkejut dengan yang terjadi.
Saat mata tombak Tetsu membentur perisai milik Shira, dengan sangat cepat Shira menghapitnya dengan pedang. Sehingga mata tombak milik Tetsu tertahan dan serangan beruntun itupun berhasil dihentikan.
Kemudian Shira menariknya ke bawah dengan kuat sehingga tombak tersebut menancap ke tanah, dan Tetsu yang menggenggam tombaknya dengan erat pun ikut tertarik bersamanya.
Sekejap keadaan mulai berbalik, Shira dengan tangan kanan dan perisainya yang sudah dalam posisi siap langsung saja memberikan serangan balasan dengan memukul perut Tetsu menggunakan ujung perisai dengan sangat keras.
Sementara Tetsu yang masih dalam kondisi terkejut dengan apa yang baru saja terjadi, tak sempat untuk menghindar ataupun menangkis serangan tersebut.
Serangan balasan yang dilakukan oleh Shira dengan telak mengenai Tetsu, sehingga membuatnya terpental dan tombaknya yang tertancap di tanah pun terlepas dari genggamannya.
"Sial! kenapa dia begitu sulit untuk dikalahkan ?!" Ucap Tetsu dengan kesal.
"Sebenarnya teknik bertarung macam apa yang digunakannya itu ? dia selalu menggunakan perisainya untuk menyerang sementara pedangnya hanya untuk menghentikan serangan" lanjut Tetsu berusaha untuk membaca teknik bertarung lawan.
"Baiklah, kalau begitu..."
Ketika Tetsu mulai terpikirkan sebuah cara untuk mengalahkan Shira, seolah tak ingin membiarkannya istirahat tiba-tiba saja Shira melancarkan serangan terhadap Tetsu.
Tampak Shira yang menghentakkan kedua tangannya ke tanah, kemudian tanah yang berada di sekitar Tetsu pun bergetar.
Tetsu yang kebingungan seraya bertanya ada apa dengan yang terjadi, tiba-tiba saja tanah yang berada tepat di bawah Tetsu pun naik dengan sangat cepat.
Spontan Tetsu melindungi dadanya dengan menyilangkan kedua tangannya sehingga serangan tersebut hanya membentur tangannya.
Namun meskipun begitu, serangan yang tak terduga itu membuat Tetsu reflek memejamkan matanya dan terhempas sangat tinggi ke atas dan seakan melayang di udara.
Sementara itu, semua murid pun terkejut dan hanya bisa terdiam melihat Tetsu yang melayang di udara tanpa berkata apa-apa.
"Berakhir sudah" Ucap salah seorang pelatih Archer yang menyaksikan, merasa kalau ini adalah akhir dari pertandingan.
Tampak semua kesatria yang menyaksikan terlihat tegang, seolah terbawa akan suasana di dalam arena pertandingan.
__ADS_1
Kemudian saat Tetsu membuka kedua matanya, ia dikejutkan lagi dengan mengetahui bahwa ia sedang berada di atas udara.
Terlihat Shira yang berada di bawah sudah siap dengan kuda-kudanya untuk melakukan serangan.
Lagi-lagi dengan perisai yang berada di tangan kanannya, Shira menggunakan sihir dan membentuk bola api yang menyala.
'Aaah... apa aku sudah kalah ?' batin Tetsu bertanya, sembari melihat Shira yang dalam keadaan siap menyerang.
"FIRE BALL!"
Shira melancarkan sebuah serangan bola api dengan ukuran yang cukup besar.
'Tidak, masih belum!' batin Tetsu yang sekejap teringat dengan sosok bayangan Ayahnya.
Seiring dengan mendekatnya bola api tersebut, dengan sigap Tetsu mengambil ancang-ancang dari atas udara.
Dengan tangan kanan yang mengepal di samping pinggangnya, dan tangan kiri yang seakan mengumpulkan energi yang sangat besar ke tangan kanannya. Tetsu menggunakan seluruh energi sihir yang bisa ia gunakan untuk melancarkan serangan.
Energi sihir yang sangat besar terpusat di tangan kanan Tetsu, kemudian muncul pusaran api yang berkobar dan kian membesar di tangan kanannya tersebut.
Saat kobaran api tersebut sudah sangat besar, dengan teriakan yang dengan penuh emosinya Tetsu langsung saja melancarkan serangan ke arah Shira.
Sebuah serangan dengan element api yang besar dan berputar dengan sangat cepat menghantam serangan bola api yang dilancarkan oleh Shira.
Serangan tersebut sangat besar dan juga kuat sehingga dapat menghancurkan bola api milik Shira dan terus melesat ke arahnya.
"Apa ? serangan itu... untuk bocah seumurnya, dia boleh juga" Ucap seorang kesatria Ranger yang terkejut juga kagum dengan kemampuan murid-murid yang ada di akademi.
Sementara itu, Shira sedikit terkejut karena tidak memperkirakan kalau Tetsu dapat memberikan serangan balik dari atas udara.
Serangan itu terlalu cepat untuk dapat dihindari oleh Shira, Sehingga tidak ada pilihan lain untuk menahannya sekuat tenaga.
Shira berhasil menahan serangan yang dilancarkan oleh Tetsu dengan perisai miliknya, namun serangan itu tidak hancur begitu saja. Serangan itu masih terus berputar seakan berusaha untuk menembus perisai milik Shira.
Pusaran api yang sangat besar dan juga panas itu membuat perisai milik Shira menjadi retak dan memaksa Shira untuk menggunakan kekuatannya lebih besar lagi.
Dengan kuda-kuda bertahannya Shira sedikit berteriak guna menekan kekuatannya untuk keluar.
Tampak aura berwarna orange mulai muncul di sekeliling Shira sehingga membuat rambutnya sedikit terangkat mengambang. Tanah tempat berpijak Shira mulai retak karena tak kuat menahan tekanan yang ada.
Shira pun melepaskan energi sihirnya yang besar sehingga membuat serangan tersebut meledak hancur dan menimbulkan asap yang cukup banyak sehingga menghalangj pandangan semua orang yang menyaksikan.
Sementara itu Tetsu yang sudah mendarat kembali di atas arena, dengan cepat berlari di antara gumpalan asap ke arah Shira.
Dan langsung saja menghantamnya dengan tendangan yang keras tepat ke arah perisai milik Shira yang sudah retak, sehingga menghancurkan perisai tersebut dan membuat Shira terpental ke tembok dinding arena denhan cukup keras.
Perlahan gumpalan asap itu pun menghilang, dan membuat semua orang terkejut dengan apa yang terjadi di atas arena.
"Apa ? Apa yang terjadi ?" Ucap salah seorang murid perempuan.
"Aku juga tidak tahu" Sahut temannya yang seorang perempuan juga.
__ADS_1
"Hei Yuuta, coba kau lihat itu" Ucap Oda sembari menunjuk ke arah dinding tembok.
"Shira ? kenapa ?" Ujar ku merasa sangat kebingungan.