Ruler Of Night

Ruler Of Night
Chap 14. Ikatan


__ADS_3

Waktu terus berjalan, pertandingan yang panjang dan mendebarkan antara Shira melawan Tetsu akhirnya berakhir.


Dengan terjatuhnya Tetsu setelah kehabisan tenaga dan menerima luka yang cukup banyak, Guru Hisobu mengumumkan bahwa Shira yang keluar sebagai pemenang dari pertandingan tersebut.


Seluruh murid yang hadir pada saat itu memberikan tepuk tangan dan sorakan yang begitu meriah, begitu juga dengan para Guru kesatria dari masing-masing class yang memberikan apresiasi dengan menepukan tangan.


Jabatan tangan antara Tetsu dan juga Shira menandakan perdamaian dan tidak adanya rasa dendam dari kedua belah pihak.


Shira mengetahui kalau Tetsu adalah orang dengan hati yang baik dan mengajaknya untuk berteman.


Karena selama pertarungannya dengan Tetsu, Shira sama sekali tidak merasakan aura gelap yang muncul dari niat membunuh darinya.


Sedangkan bagi Tetsu, Shira adalah seseorang yang seakan memberikan cahaya harapan yang baru untuknya.


Karena ia dapat merasakan kehangatan dari Shira, dan tatapan matanya yang begitu bersinar.


Setelah pertandingan berakhir, Tetsu yang terluka langsung di berikan pertolongan oleh tim medis akademi dengan membawanya menggunakan tandu.


Tak lama kemudian Shira pun segera menyusul ke ruang pengobatan untuk memulihkan luka-lukanya.


Pertandingan kembali dilanjutkan dengan nomor urut 7 dan 8 sebagai pesertanya.


Namun karena saking senang dan bercampur rasa khawatir, Aku, Oda dan juga Rin lebih memilih untuk turun ke ruang pengobatan dan melihat keadaan Shira.


"DARRRR!"


Suara pintu yang dibuka dengan keras sampai membentur tembok seolah ada yang mendobraknya, membuat Shira dan dua orang wanita penyihir medis yang sedang menyembuhkan Shira pun menjadi terkejut.


"Shira! Apa kau baik-baik saja !?" Tanya Oda yang berteriak histeris dengan keras, sembari berlari ke arah Shira.


"Hei kau! Jangan membuat keributan di sini!" Ucap salah seorang wanita medis dengan rambut panjang yang berwarna merah dan bergelombang.


"Eh, bukan kah kau itu murid yang sebelumnya kami tangani ?" tanya seorang wanita penyihir medis dengan rambut pendeknya yang berwarna coklat.


"Ma-maafkan aku, aku datang lagi ke sini hanya ingin memastikan kalau keadaan temanku baik-baik saja" jawab Oda dengan sedikit terbata yang menyadari kesalahannya.


"Sekali lagi maafkan aku" ucap Oda memohon maaf, sembari menundukan kepala dan menyatukan kedua telapak tangan di atas kepalanya.

__ADS_1


Tak lama kemudian, dengan berjalan cepat Aku dan Rin memasuki ruang pengobatan dan langsung saja menghampiri Shira dan Oda.


"Shira, bagaimana keadaanmu ?" tanyaku merasa khawatir.


"Apa kau baik-baik saja ?" lanjut Rin.


Belum sempat Shira menjawab pertanyaan ku dan Rin, salah satu dari kedua wanita penyihir medis tersebut langsung menyela dan menjelaskan apa yg terjadi.


"Kami sedang melakukan pemulihan terhadap luka pada pangeran Shira, tetapi orang ini tiba-tiba saja masuk dan membuat keributan sehingga mengganggu kami" ucap wanita penyihir yang berambut panjang tersebut dengan kesalnya.


Dia tampak begitu kesal, karena baginya saat itu adalah kesempatan baginya untuk dekat dengan Shira, tetapi saat-saat yang langka tersebut justru malah menjadi berantakan karena Oda yang tiba-tiba saja muncul dan membuat keributan di sana.


Aku dan Rin hanya terdiam dengan tertawa kecil yang kaku setelah mendengar penjelasan tentang apa yang baru saja terjadi.


"Aku sudah baik-baik saja, terimakasih atas bantuan kalian. Sekarang kalian berdua boleh pergi, dan biarkan teman-teman ku berada di sini" ucap Shira dengan lembut.


"Tapi pangeran, lukamu belum sembuh total" sahut wanita berambut panjang tersebut.


"Ah... Ini tidak berarti apa-apa bagiku, lebih baik kalian berdua membantu rekan kalian untuk menyembuhkan pasien yang satu lagi. Dia lebih membutuhkan pertolongan dari pada aku" ucap Shira yang berusaha meyakinkan kedua wanita penyihir medis yang menolongnya.


"T-tapi pangeran..." ucap wanita berambut panjang tersebut seakan menolak permintaan Shira, karena ia masih tidak ingin kehilangan momen saat dia berada di dekatnya.


Setelah Shira berkata kalau dirinya sudah baik-baik saja dan meminta kedua wanita penyihir medis tersebut untuk segera menolong Tetsu, akhirnya mereka berdua pun pergi dan meninggalkan Shira bersama kami.


"Ya ampun, dia itu sangat merepotkan sekali" ujar Oda dengan ekspresi yang sinis, namun juga terlihat konyol.


"Itu semua terjadi karena ulah mu sendiri, Oda" ucap ku sembari memukul kepala Oda.


"Aduh!" Geram Oda yang merasa kesakitan.


"Hahaha... Ada-ada saja kalian ini" ucap Shira yang melihat tingkah konyol Oda.


"Shira, apa benar kau baik-baik saja ?" tanya ku memastikan keadaannya.


"Tentu saja, apa aku terlihat seperti sedang kesakitan ?" jawab Shira kembali bertanya.


"Tidak, bukan begitu.. Saat pertandingan tadi kau telah menerima serangan yang sangat kuat sampai menghancurkan perisai milikmu dan membuatmu terpental sampai membentur dinding arena. Tentu saja itu membuat kami sangat mengkhawatirkan keadaanmu Shira" jelas Oda dengan rasa cemas.

__ADS_1


"Tolong katakan dengan jujur Shira, jika ada yang bisa kami lakukan untuk membantu mu" lanjut Rin.


Setelah mendengar semua perkataan kami, Shira hanya terdiam dan tersenyum melihat kami.


"Betapa beruntungnya aku memiliki teman yang baik seperti kalian.. terimakasih karena kalian sudah mengkhawatirkan ku sampai seperti ini, kalian memang sahabat terbaik yang ku miliki" ucap Shira dengan senyuman yang penuh dengan rasa senang.


Mendengar perkataan Shira yang begitu menyentuh hati, membuat Aku, Oda dan juga Rin menjadi terharu.


Secara spontan, Aku dan Oda memeluk Shira dengan erat sembari menangis dengan haru.


Sementara Shira yang hanya terdiam sembari tertawa melihat kelakuan kami yang sedikit kekanak-kanakan.


"Shira, perkataan mu sungguh membuat ku merasa bahagia" ucap Oda yang tengah menangis tersedu-sedu.


"Apa kalian tidak ingin melihat pertandingan selanjutnya ?" tanya Shira.


"Tidak, yang terpenting adalah bagaimana keadaan teman kami ketika kami melihatnya terluka" jawab Oda sembari aku dan Oda melepaskan pelukan kepada Shira.


"Lagi pula, siapa sebenarnya anak yang menjadi lawan mu tadi ? Apa dia sekuat itu sampai bisa membuat mu seperti ini ?" tanya Oda yang merasa sangat penasaran.


Kami pun melihat kearah sebelah kiri dari ranjang Shira, terdapat sebuah tirai yang menutupi sesuatu dibaliknya.


Di balik tirai tersebut adalah tempat Tetsu yang sedang diberikan pengobatan dengan sihir penyembuh oleh para penyihir medis akademi.


"Dia itu anak yang baik sama seperti kalian, hanya saja kesendiriannya membuat dirinya harus menyimpan semua tekanan sendirian yang disebabkan oleh semua musibah yang menimpa. Dia begitu berambisi untuk menjadi kuat setelah mendengar kabar tentang kematian ayahnya pada saat berperang melawan para iblis, semenjak saat itu ia terus berlatih dengan keras seorang diri sampai akhirnya menjadi kuat seperti sekarang ini" ucap Shira menjelaskan tentang seorang anak yang bernama Tetsu.


Setelah mendengar Shira yang sedikit menceritakan tentang anak itu, membuat kami merasa iba terhadapnya.


"Yuuta, Oda, Rin. Akun ingin kalian juga berteman baik dengannya" pinta Shira dengan sangat.


"Baiklah.. kami mengerti perasaanmu Shira, kami akan berteman baik dengannya. Tapi, dari mana kau tahu semua itu ?" jawabku dan kemudian bertanya.


"Kalau soal itu, aku ini adalah seorang pangeran. Aku ingin lebih dekat dengan semua orang yang berada di kerajaan ini, supaya aku bisa mengerti karakter semua penduduk dan masalah yang mereka alami.


Terutama orang-orang di dekat ku dan juga teman-teman ku" jelas Shira yang mengungkapkan alasannya.


Kami bertiga pun tersenyum setelah mendengar alasan dari Shira, dan menyadari satu hal. Selain menjadi teman yang baik, Shira juga adalah seorang calon pemimpin yang sangat peduli dengan rakyatnya.

__ADS_1


Aku yakin, Shira akan menjadi Raja yang sangat kuat dan disegani oleh seluruh ras yang ada di dunia ini.


__ADS_2