
Hari yang sama, di suatu tempat puncak gunung Agrata, tengah malam.
Terdapat sebuah Goa besar yang rumornya di sana adalah tempat persembunyian iblis.
*Buzzzh~
*Buzzzh~
Seekor iblis naga besar berwarna hitam kemerahan tampak sedang bertarung melawan sekelompok manusia dengan menyemburkan api dari mulutnya.
Dia terus melakukan serangan kepada seorang kesatria yang mencoba untuk membunuhnya dengan pedang.
Namun kesatria tersebut dapat menghindari semua serangan yang dilakukan olehnya meskipun dataran di sana tidak begitu rata.
*Buzzzh~
Naga itu kembali menyemburkan bola api miliknya tepat ke arah seorang kesatria yang tampak sedang lengah dan tidak sempat untuk menghindar.
Meskipun menyadari dirinya akan terkena serangan tersebut, namun kesatria itu tetap tenang dengan posisinya yang terlutut di tanah.
*Ssshhettt~
*BLAAARRR!!!
Tiba-tiba saja seseorang dengan perisai besar datang dan melindungi kesatria tersebut dan menahan serangan bola api itu.
"Ada apa Shimazu? kau tidak seperti biasanya," ucap seseorang dengan perisai besar tersebut.
"Maafkan aku Trey, aku sedikit memikirkan tentang Yuuta," jelas kesatria tersebut yang ternyata adalah Shimazu, ayah dari Yuuta.
Pria yang bernama Treya itu kemudian mengayunkan pedangnya ke atas dari permukaan tanah.
Seketika di dalam tanah tersebut seperti ada yang bergerak ke arah iblis naga yang sedang memijakkan kakinya.
*Craaakk!!!
Tanah di sekeliling iblis naga tersebut tiba-tiba saja timbul dan menghampit tubuhnya, sehingga mengunci pergerakan iblis naga itu.
"Shield!!!"
Treya menggunakan kekuatan sihir dan mengangkat perisainya ke atas.
Seketika muncul energi berbentuk perisai besar tepat di atas tubuh iblis naga tersebut, dan Treya menghentakan perisai miliknya ke tanah.
*BAAAM!!!
Perisai energi tersebut jatuh dengan keras dan menekan tubuh sang iblis naga hingga ia benar-benar tidak bisa bergerak.
"Sekarang!" teriak seseorang dengan busur panah miliknya.
"Freez-"
Kedua orang lainnya yang merupakan seorang penyihir mulai merapalkan sihir es yang cukup besar.
Kristal es mulai bermunculan di sekeliling mereka dan mengitari tubuh sang iblis naga tersebut, sehingga membuat nafasnya mengembun.
"Crystal!"
__ADS_1
Butiran kristal es yang melayang di udara seketika berkumpul dan menyatu sehingga tubuh iblis naga tersebut terperangkap di dalam sebuah kristal es Yang sangat besar dan kuat.
"Hehe, apa kau belum mendengar kabar beritanya?" tanya Treya.
"Kabar apa?" tanya Shimazu kembali.
"Hari ini akademi kerajaan melakukan tes bertanding satu lawan satu kepada semua muridnya," jelas Treya.
"Ya aku sudah mengetahui itu dari Hisobu, dan itulah aku khawatirkan," ucap Shimazu.
"Dan apa kau tau kabar terpentingnya?," tanya Treya.
"Tidak, apa itu?" tanya Shimazu.
"Anakmu Yuuta berhasil mengalahkan seorang anak bangsawan, yaitu Kirei," jelas Treya yang tersenyum lebar.
"Benarkah?" tanya Shimazu yang sedikit terkejut.
"Tentu saja!" jawab Treya.
"Dari mana kau tahu itu?" tanya Shimazu lagi.
"Megelda yang memberi tahu kami lewat bola kristal yang dibawa oleh Mai dan Sara," jelasnya.
"Hufh, syukurlah kalau begitu, aku jadi sangat senang mendengarnya," ujar Shimazu yang tersenyum bangga.
"Baiklah aku akan melakukan serangan terakhir!" ucap seorang laki-laki muda yang menggunakan panah.
Dia meletakkan anak panah pada tali busur dan menariknya dengan sangat kuat, sihir api yang digunakannya mulai berkobar dan menyelimuti anak panahnya tersebut.
*Kreeek~
"Hah?! apa yang terjadi?" tanya pemuda itu.
"Tidak mungkin, apakah Kristal es itu akan pecah?" tanya Treya.
"Ini gawat," ucap Shimazu.
*Kreeek~
*Kreeek~
Retakan tersebut terus bermunculan dan bertambah lebar dengan cepat, hingga pada akhirnya pecah.
*CRASS!!!
Kristal es pecah dan hancur lebur hingga terpental berhamburan karena tidak sanggup menahan kekuatan dari iblis naga tersebut.
*WHROOOAAA!!!~
Iblis naga itu bersuara dengan sangat keras hingga menyemburkan api ke udara, menandakan kalau dia benar-benar mengamuk saat ini.
semua orang di sana sangat terkejut, bagaimana mungkin sihir pembekuan kristal es dengan dua kekuatan penyihir bisa dihancurkan dengan mudah.
"Tidak akan ku biarkan!" ucap pemuda Archer tersebut.
"Phoenix Meteor!"
__ADS_1
Dia melesatkan anak panah dengan sihir apa yang membentuk seperti burung Phoenix yang besar.
Serangan itu tepat menuju ke arah dada milik iblis naga tersebut, namun iblis naga itu dapat melihatnya dengan jelas dan kemudian manangkap dengan gigitannya.
Sihir api yang diterimanya jelas membuat mulutnya diselimuti oleh api yang berkobar, tetapi bukannya terbakar justru iblis naga tersebut malah mengendalikan sihir apinya dan melakukan serangan balik dengan semburan api yang lebih besar.
*BHUUUUZZ~
"Awas!!!" teriak Treya yang sekali lagi dengan sangat sigap ia melindungi rekannya menggunakan perisai besar miliknya.
Akan tetapi semburan api yang dikeluarkan oleh iblis naga itu jauh lebih besar dan kuat dari sebelumnya, sehingga membuat Treya merasa kepanasan dan akhirnya merekapun terpental.
"Treya! Zaku!" teriak Shimazu yang mulai sedikit panik.
Kemudian iblis naga itu melihat ke arah dua orang perempuan yang merupakan penyihir di kelompok tersebut.
Iblis naga itu mulai mengeluarkan api di mulutnya dan ingin melakukan semburan apinya pada mareka.
"Mio! Sara! menjauh dari sana!" teriak Shimazu dengan keras.
Mereka berdua pun mendengarkan dan segera berlari menjauh dari tempat mereka berdiri saat ini.
*BHUUUZZ~
Iblis naga itu kembali menyemburkan apinya ke arah Mio dan sara dengan sangat cepat, Shimazu melihat kalau mereka akan terkena serangan tersebut dan segera bergegas menolong mereka.
Dengan menarik nafas cukup dalam, Shimazu mengumpulkan energi dan akan melakukan serangan dari jarak jauh.
"Wind Tornado!"
Shimazu menusukan pedangnya ke udara dan melesatkan sihir angin besar yang berputar dengan sangat cepat ke arah semburan api tersebut.
Serangan itu pun berhasil menghalangi semburan api tersebut, sehingga Mio dan Sara berhasil terselamatkan dan berlindung di belakang Treya.
"Treya! lindungi mereka, biar aku yang menghabisinya," ucap Shimazu dengan penuh gairah.
"Baiklah! kami serahkan sisanya padamu!" jawab Treya tersenyum.
"Hey, apakah tidak apa-apa jika dia dibiarkan bertarung sendiri?" tanya pemuda Archer tersebut yang bernama Zaku.
"Ah iya, kalian baru beberapa bulan bersama kami ya," ujar Treya.
"Diam dan perhatikan lah, kekuatan kesatria agung yang sesungguhnya!" lanjutnya.
Sang iblis naga yang murka kini sedang menatap tajam ke arah Shimazu yang berdiri dengan gagah di hadapannya.
"Maafkan aku, tapi aku harus membunuhmu," ucap Shimazu.
"Eeurrrrrr~"
Iblis naga itu menggeram dan mengeluarkan uap panah dari mulutnya.
Kemudian Shimazu memejamkan matanya sembari menarik nafas dengan sangat dalam, dan seketika aura di sekitar seakan berubah.
Tak butuh waktu lama, Shimazu membuka kembali matanya dan memancarkan energi yang sangat besar meluap-luap dari tubuhnya.
"Bersiaplah"
__ADS_1