
Untuk menjadi seorang kesatria kerajaan, para murid di haruskan untuk dapat bertahan hidup di alam liar.
Karena di Medan pertempuran yang sebenarnya, tidaklah sama seperti halaman rumah mereka.
Namun bukan hanya bagaimana cara untuk bertahan hidup, tapi juga bagaimana cara menghadapi berbagai situasi dan kondisi yang akan terjadi di sana.
Oleh karena itu mereka semua dituntut untuk melakukan kerja sama dengan rekan satu kelompoknya.
Karena jika tidak, mereka tidak akan mengerti tentang arti seorang kesatria kerajaan, dan Kirei menyadari hal itu.
Dengan kegaduhan yang terjadi karena kemunculan mahkluk salamander, memaksa Kirei untuk memutar balik arah dan kembali kepada kelompoknya.
"Canon ball!"
Dengan sihir bola-bola meriam air yang dibuatnya, Emi melancarkan serangannya kepada salamander tersebut.
"Water arrow strike!"
Disusul dengan Luke yang memiliki element sihir sama dengan Emi, ia melepaskan anak panahnya dan melesat dengan cepat.
Dengan telak kedua serangan itu mengenai tubuh mahkluk Salamander, akan tetapi bukannya terluka justru ia malah menyerap energi sihir tersebut.
Tentu saja hal itu membuat mereka semua terkejut, bagaimana bisa mahkluk itu dapat menyerap energi sihir.
"Tidak mungkin," gumam Emi.
"Mustahil," kesal Luke.
Sementara Oda hanya terdiam, dengan setetes keringat yang mulai keluar dari dahinya.
"Percuma! Serangan element air tidak akan berpengaruh padanya," ucap Grey, yang menyadari akan hal itu.
"Kalau begitu, yang bisa melawannya saat ini adalah Oda, dan juga kau, Kirei!" Ucap Emi.
"Tcih! Lancang sekali kau berani memerintah ku," ujar Kirei, merasa dirinya direndahkan.
"Heuh! Lagi pula, mahkluk itu bukan apa-apa bagiku," lanjutnya, dengan angkuh.
"Fire Hit!"
Dengan menyelimuti kedua pedangnya menggunakan sihir api, Kirei bergerak untuk melakukan serangan secara langsung.
Seakan menyadari pergerakan Kirei, Salamander itu kembali menyemburkan air dari mulutnya dengan kuat.
Energi besar dan daya serang yang kuat itu, cukup untuk membuat Kirei tak berkutik dan hanya bisa menahannya saja.
"Tcih!" Decak kesal Kirei.
"VALKYRIE SPEAR-"
Tidak ingin berdiam diri saja, Oda yang melihat celah tersebut seketika tengah bersiap untuk melakukan serangan dari atas udara.
"Teknik itu," gumam Kirei, yang melihat pergerakan Oda.
"LACING WIND!"
__ADS_1
Energi sihir yang besar telah terkumpul dan membentuk pusaran angin pada tombak milik Oda.
*Whuzzzz!~
Tombak itu pun melesat dengan sangat cepat setelah Oda melemparkannya.
*BLAAARRR!~
Serangan itu dengan telak mengenai tubuh Salamander tersebut, hingga membuat sebuah ledakan angin yang berputar cukup besar.
Dampak yang ditimbulkannya dari serangan itu membuat angin di sekitar berhembus dengan kencang.
Riakan air yang timbul di muara, juga pepohonan yang bergoyang dan menerbangkan dedauan yang terhempas dari rantingnya.
"Apakah berhasil?" Tanya Emi, sembari menutupi wajahnya dengan tangan kanannya.
"Harusnya ini berhasil," sahut Grey.
Perlahan mulai memudar, sampai dampak dari serangan barusan hilang sepenuhnya.
"Heuh, sepertinya itu juga masih belum cukup," ujar Kirei.
Tampak sebuah lubang yang cukup besar pada tubuh Salamander itu, namun ia mampu memulihkan kembali tubuhnya dan menutup lubang tersebut.
"Tidak mungkin, serangan terkuat milikku bahkan tidak bisa membunuhnya," gumam Oda tercengang.
"Fire Hit, Strom!"
Kirei menguatkan sihir api yang terus berputar menyelimuti kedua pedangnya.
"Asataga, keluar juga mahkluk buas kerajaan," ujar Grey tersenyum tipis.
"Yah, element api miliknya memang yang paling cocok untuk menghadapi monster itu," sahut Emi.
Sepintas memang terlihat seperti serangan yang yang tidak memiliki pola, namun hal itu dilakukannya karena melihat celah dari monster tersebut terbuka dengan sangat lebar.
"Hei bocah Valkyrie! Jangan diam saja dasar payah! Cepat serang dia!" Teriak Kirei, sembari terus menebaskan pedangnya.
"A-ah? Ya, aku mengerti!"
Seakan mendapatkan kesadarannya kembali, Oda yang terdiam sejenak kemudian berlari menuju tombaknya dan melakukan serangan kepada monster Salamander tersebut.
"Wind Slash!"
Dengan sihir anginnya, Oda mengayunkan tombak dan terus menyerang monster itu.
Butuh waktu untuk monster Salamander tersebut kembali mengfokuskan energinya agar bisa kembali menyerang, setelah terkena serangan dari teknik Valkyrie milik Oda hingga melubangi tubuhnya.
Kombinasi serangan secara bertubi-tubi yang dilakukan oleh Kirei dan Oda, cukup membuat monster itu kesulitan dan hanya bisa bertahan dengan melayangkan tangan dan lidahnya.
Beberapa kali serangan Oda dan Kirei berhasil melukai tubuh Salamander tersebut, namun kemampuan regenerasi miliknya mampu dengan cepat menutup semua itu.
Tertampak jelas raut wajah Kirei yang sangat kesal karena menyadari hal itu, juga Oda yang menyerang dengan sekuat tenaga tanpa peduli seberapa banyak serangan yang dilakukannya.
Hingga si Salamander menghempaskan ekor dengan memutar tubuhnya, dan membuat mereka berdua terpental kembali.
__ADS_1
"Percuma, serangan biasa tidak akan berpengaruh padanya," ucap Grey.
"Sial!" Kesal Kirei.
Dengan tombak yang menancap ke tanah, Oda menopang tubuhnya yang terlutut seakan terlihat mulai kelelahan.
"Ahaha! Sepertinya mosnter itu terlalu kuat untuk kita lawan," ujar Luke, yang tertawa dengan polosnya.
"Ara~ sepertinya kau benar Luke," Ucap Emi.
"Dasar payah! Kalian semua tidak berguna!" Teriak Kirei yang semakin kesal oleh sikap Luke dan juga Emi.
"Dan kau! Apa yang kau lakukan dari tadi? Cepat bantu aku untuk membunuhnya!" Tegas Kirei kepada Grey.
"Aku sudah melakukannya dari tadi jika aku bisa," sahut Grey.
"Tcih! Dasar anak-anak payah!" Gumam Kirei.
Sejenak mereka semua pun terdiam untuk memikirkan cara mengalahkan mahkluk Salamander tersebut.
"Andai saja aku," gumam Kirei tanpa melanjutkan perkataannya.
Berada di dalam situasi seperti itu, membuat Kirei teringat kembali akan pertarungannya saat melawan ku.
"Tidak, aku tidak akan kalah untuk kedua kalinya!" Ujar Kirei dengan emosi yang membara.
"Fire Rage!"
Seketika, kobaran api kembali menyulut di kedua pedang milik Kirei dengan energi yang lebih besar.
*Wushhh~
Kirei melesat sangat cepat ke arah Salamander tersebut dengan meninggalkan percikan-percikan api di sekitarnya.
Seakan mengetahui pergerakan Kirei, Salamander itu kembali menyemburkan air sebelum akhirnya Kirei berhasil menghancurkannya.
*Besshh!~
Luapan air yang tercipta dari benturan element api dan air yang selaras, menunjukkan kekuatan Kirei saat ini sudah lebih besar dari sebelumnya.
Cepat dan kuat, seperti itulah serangan yang dilakukan oleh Kirei kepada mahkluk Salamander tersebut.
Tebasan demi tebasan pun berhasil menyayat tubuhnya, meskipun hal itu seakan tidak berarti bagi mahkluk besar itu.
"Wah! Kekuatan sihirnya meningkatkan drastis," ujar Luke terkagum.
"Ya, tapi kemampuan regenerasi monster itu terlalu cepat," sahut Emi.
"Aku akan membantunya!" Ucap Oda, yang siap untuk bergerak.
"Tunggu dulu!" Tegas Grey.
"Hah?! Ada apa?" Tanya Oda keheranan.
"Sepertinya aku sudah mengetahui sumber kekuatan mahkluk itu," cermat Grey.
__ADS_1
Seakan sesuatu yang dinantikan akhirnya telah muncul, mereka semua pun dibuat terkejut oleh perkataan Grey barusan.