
Pertandingan pertama telah berakhir! Pemenangnya adalah Oda Takeru!" ucap Guru Hisobu dengan lantang mengumumkan pemenang pada pertandingan yang pertama.
Setelah mendengar pengumuman tentang siapa yang menang, semua murid pun bersorak dan memberikan teriakan untuk Oda.
"Kau hebat Oda!" ujar salah satu murid laki-laki.
"Bagus! Hajar para bangsawan yang sombong itu!" lanjut seorang murid laki-laki lainnya dengan begitu bersemangat.
Sementara aku dan Shira yang bersebelahan merasa sangat senang dan membuatku lega namun juga sedikit terkejut dengan kehebatan Oda menggunakan tombak.
"Hebat! Oda sangat lihai menggunakan senjata itu" ujar ku terkagum.
"Iya, dia sudah berlatih dengan keras dan inilah hasilnya" sahut Shira.
Tak lama tim medis akademi memasuki arena dan membawa mereka berdua ke ruang pengobatan untuk mengobati luka-luka di tubuh mereka.
Sedangkan para Guru yang sedang tengah berbincang tentang pertandingan yang baru saja selesai.
"Sepertinya kau mendapatkan murid yang berbakat ya, Megelda. Sementara aku harus melatih bocah yang tidak mau mendengarkan perkataan orang lain" ucap seorang Ranger yang bernama Hanz.
"Aku juga memiliki murid yang seperti itu. hanya saja yang satu ini, dia sangat spesial" sahut Megelda.
"Jujur aku sangat terkejut melihat anak itu sudah bisa menggunakan salah satu teknik khas serangan Valkyrie, ternyata kau melihat sesuatu yang terpendam di dalam dirinya" ujar Guru Hisobu.
Kemudian Guru Hisobu turun ke tengah arena untuk mengumumkan pertandingan yang selanjutnya.
"Baiklah! sekarang kita akan melanjutkan ke pertandingan yang kedua! Yaitu nomor urut 3 dan 4, silahkan bersiap untuk memasuki arena!" ucap Guru Hisobu dengan lantang.
Kedua murid dengan nomor urut yang disebutkan itu langsung saja turun dan melakukan persiapan, tak lama setelah itu kemudian mereka berdua memasuki arena pertandingan.
Tampak dua orang murid perempuan yang sedang berhadapan, dengan salah satu dari mereka menggunakan senjata busur dan di satu sisi lainnya menggunakan senjata pedang dan perisai.
Dengan perlengkapan senjata dan baju zirah ringan yang terbuat dari besi, mereka tampak sudah sangat siap untuk memulai pertarungan.
"TENG!!!"
Lonceng pun berbunyi, tanda pertandingan kedua sudah dimulai.
"FIRE ARROW!"
Gadis Archer itu memulai serangan lebih dulu dengan panah api miliknya, namun serangan itu dapat ditahan oleh perisai yang digunakan oleh lawannya yaitu seorang gadis Knight.
Saat pertandingan kedua sedang berlangsung, Oda yang baru saja selesai melakukan sedikit perawatan akhirnya kembali naik ke bangku penonton bersama kami.
"Hei kalian!" ucap Oda memanggilku dan Shira.
__ADS_1
Kami yang merasa mendengar suara Oda pun sontak menoleh ke arah datangnya suara itu.
"Oda!" ucapku dan Shira bersamaan.
"Bagaimana keadaanmu ? Apa kau baik-baik saja ?" tanyaku sedikit khawatir.
"Ya, sekarang aku sudah baik-baik saja setelah diberikan ramuan yang menyembuhkan luka dan memulihkan sebagian Mana milik ku" jawab Oda.
"Syukurlah kalau begitu" ucap Shira dengan perasaan lega.
Tak lama setelah Oda kembali bersama ku dan Shira, tiba-tiba saja Rin datang dan menghampiri kami.
"Oda...!" ucap Rin memanggil Oda sembari berlari kecil ke arah kami.
"Rin ?" sahut Oda dengan sedikit terkejut.
"Apa kau baik-baik saja ?" tanya Rin mencemaskan keadaan Oda.
"Ahaha, yah seperti yang kau lihat aku baik-baik saja" jawab Oda dengan Senyuman yang lebar.
"Syukurlah..." ucap Rin merasa lega.
"Oh iya Rin, kau mendapatkan nomor urut berapa ?" tanyaku penasaran.
"Berarti aku yang terakhir ya..." ucapku sedikit lesu.
"Eh... memangnya kau dapat nomor urut berapa, Yuuta ?" tanya Rin.
"Emm.. aku mendapatkan nomor urut 20" jawabku sembari menunjukkan kertas milik ku.
"Shira, bagaimana denganmu ?" tanya Rin.
"Ah itu, aku dapat nomor urut 5" jawab Shira yang juga menunjukkan kertas miliknya.
"Wah, itu berarti kau akan bertanding setelah ini" ucap Rin bersemangat.
"Iya sepertinya begitu, haha" ucap Shira dengan santai.
Sementara itu pertandingan pun masih berlanjut, tampak Gadis Knight itu sedikit kesulitan untuk melawan Gadis Archer yang terus menyerangnya dari jarak jauh.
'Sial... kalau begini terus aku bisa kalah' Batin Gadis Knight tersebut.
Dengan barrier yang ia buat menggunakan sihir element air di sekeliling tubuhnya, Gadis Knight itu mulai berlari mendekati lawannya yaitu Gadis Archer dengan sesekali melompat ke kanan dan kiri untuk menghindari serangan.
Sampai akhirnya dia dapat mendekati Gadis Archer itu dan menyerangnya, namun dengan kemampuan atraksinya Gadis Archer itu melompat tinggi dan dapat menghindari serangan itu.
__ADS_1
"PHOENIX ARROW!"
Saat yang bersamaan Gadis Archer itu melompat dan berada di udara dengan posisi tubuh yang terbalik, dia melancarkan serangannya kembali dengan sebuah panah api yang besar.
Sementara Gadis Knight itu dapat menyadarinya meskipun sedikit terkejut dengan kelincahan dari Gadis Archer tersebut.
"DRAGON COLLISION!"
Dengan posisi perisai menghadap ke arah musuh dan pedang yang siap untuk menusuk, sebuah energi sihir yang besar menyatu pada pedang itu dan membentuk seperti pusaran air.
Pada saat yang bersamaan mereka melepaskan serangan masing-masing dan akhirnya kedua serangan itu saling beradu dan meledak di udara.
Pertarungan berlangsung sangat sengit dan cukup lama, sampai pada akhirnya pertandingan tersebut dimenangkan oleh Gadis Knight yang terus menyerang Gadis Archer tersebut dari dekat ketika mereka sama-sama kehabisan Mana.
Dan semua Murid yang menyaksikan pun bersorak dengan penuh semangat untuk pertandingan yang sangat bagus.
"Pertandingan kedua telah selesai, selanjutnya adalah Pertandingan ketiga! Untuk nomor urut 5 dan 6 segeralah bersiap untuk memasuki Arena!" ucap Guru Hisobu dengan sangat lantang.
"Shira, sekarang waktunya giliran mu untuk bertanding" ucap Oda.
"Ya... Aku akan turun dan bersiap" sahut Shira.
"Semangatlah Shira, aku yakin kau pasti menang!" ucapku memberikan semangat kepada Shira.
"Semoga berhasil" ucap Rin yang juga menyemangati Shira.
"Terimakasih semuanya, aku akan berusaha sebaik mungkin" jawab Shira dengan senang dan bersemangat.
Kemudian Shira turun dari bangku penonton untuk melakukan persiapan, tak lama setelah itu akhirnya Shira dan murid yang menjadi lawannya pun memasuki arena.
Tampak Shira yang sangat gagah menggunakan zirah besi ringan juga perisai dan pedangnya, sudah terlihat sangat pantas sebagai Knight.
Begitu juga dengan murid yang menjadi lawannya, tampak begitu bersemangat untuk bertarung melawan Shira menggunakan tombak di tangannya.
Nama dari murid itu adalah Tetsu, dia salah satu murid yang berbakat dan juga hebat.
Ambisi dan keinginannya untuk menjadi kesatria kerajaan sangat kuat, oleh karena itu dia terus berlatih dengan keras dan bersungguh-sungguh.
Setelah mendengar kabar kalau Ayahnya telah gugur di medan perang pada saat melawan ras iblis,
Tetsu bertekad untuk menjadi kuat dan terus berlatih dengan keras supaya dia bisa menjadi kesatria kerajaan lalu maju ke medan perang dan membalaskan dendamnya kepada ras iblis.
Sekarang dia sudah bertumbuh menjadi seorang anak yang hebat dan kuat dia akademi, namun saat ini dia harus berhadapan dengan orang yang jauh lebih hebat dan jauh lebih kuat dari pada dirinya.
Tetsu harus berhadapan dengan sang Pangeran kerajaan, yaitu Shira. Jika ia bisa mengalahkan Shira maka itu akan menjadi sebuah pencapaian yang sangat besar baginya, namun jika ia kalah maka ia harus berlatih lebih keras lagi untuk dapat melampauinya.
__ADS_1