Ruler Of Night

Ruler Of Night
Chap 17. Teknik rahasia


__ADS_3

Sementara itu latihan pertandingan antara Rin yang berhadapan dengan Shin masih berlanjut, Rin yang mengawali serangan pertamanya dan disusul dengan serangan yang kedua dengan rapalan sihir membuat seluruh arena pertandingan diterpa angin kencang.


Namun kedua serangan tersebut dapat dihindari oleh Shin dengan baik, Shin yang menggunakan sihir angin untuk mendorong tubuhnya sehingga ia dapat melompat tinggi ke udara dan berhasil menghindar dari serangan kedua yang dilancarkan oleh Rin tersebut.


Dampak dari serangan kedua Rin itu cukup besar, sehingga membuat Shin harus bertahan di atas udara dari dampak tersebut dan tidak banyak yang dapat dilakukan olehnya dari posisinya saat ini.


Sedangkan Rin yang menyadari akan hal itu, langsung saja mengambil anak panahnya kembali dan segera bersiap melakukan serangan yang ke tiga.


Dengan posisi tubuh yang tegak dan menyamping, Rin sudah sangat siap untuk melepaskan anak panahnya yang ketiga.


"Puncture Arrow!"


Sebuah anak panah melesat dengan sangat cepat tepat ke arah Shin yang berada di udara.


"Sial!" ucap Shin yang kesal menyadari serangan tersebut namun juga dia tidak bisa menghindarinya.


'Dia sengaja mengeluarkan serangan besar tadi supaya aku tidak bisa menahan ataupun menghindarinya, dan memaksa ku untuk melompat ke udara' ujar Shin dalam batinnya.


"Jika tidak bisa menghindari lagi hanya ada satu cara yang dapat ku lakukan, yaitu menghancurkan semua serangan yang dilakukan olehnya," ujar Shin sembari menekan energi sihirnya keluar.


"Wind Slash!"


Shin menebas katanya secara horizontal dan melancarkan serangan angin jarak jauh.


Serangan yang dilancarkan oleh Shin membentur anak panah milik Rin yang sedang melesat ke arahnya, sehingga membuat serangan tersebut berhasil digagalkan.


Namun ternyata tidak hanya itu, ketika Rin telah melontarkan anak panahnya, dia langsung mengambil kembali anak panah yang lain dan segera melakukan serangan yang berikutnya.


Dengan fokus dan kecepatan yang tinggi, Rin melakukan serangan yang sama sebanyak lima kali berturut-turut.


"Apa?!" ucap Shin terkejut.


Shin yang tidak siap untuk melakukan serangan balasan hanya bisa menangkis semua anak panah yang mengarah kepadanya.


Dan akhirnya serangan tersebut dapat mengenai Shin meskipun hanya sedikit dan memberikan sedikit luka pada bagian pipi sebelah kanan, juga mengiris sedikit rambutnya.


Namun tidak berhenti sampai di situ, Rin mengambil sebuah anak panahnya lagi dan bersiap untuk melakukan serangan kembali.


Berbeda dengan Puncture Arrow yang dapat dilakukan dengan cepat, kali ini Rin menahan anak panah yang telah ditarik pada busurnya seakan sedang mengumpulkan energi sihir.

__ADS_1


"Bagus! dengan posisi seperti itu Shin pasti akan terkena serangan telak," ujar Oda.


"Dengan keteguhan hati dan jiwa bangkitlah kekuatan yang terlelap, Spirit Arrow's!" Rin kembali melakukan serangan dengan rapalan sihirnya.


Anak panah dengan energi sihir yang terkumpul akhirnya dilepaskan, dan ketika melesat di udara energi sihir pada anak panah tersebut terpecah dan berubah menjadi puluhan anak panah yang menerjang bagai hujan.


Tetapi Shin tidak mengurangi pengawasannya, dia terus mengamati pergerakan dari Rin dan memprediksi serangan yang akan dilakukan olehnya.


'Gadis itu, dia ingin mengakhirinya dengan cepat, aku tidak bisa meremehkannya lagi'


Ujar Shin dalam batinnya.


Kemudian Shin mengangkat katananya keatas dan menggenggamnya dengan kedua tangan.


'Saat berada dalam posisi seperti ini, yang bisa kulakukan hanyalah menangkis semua serangan itu, tetapi aku tidak ingin terpojok dan berakhir seperti ini, maka dari itu...'


Batin Shin, sembari memejamkan matanya.


"Kuda-kuda itu ya, kalau tidak salah..." ujar salah satu Guru dari class assassin bernama Kojiro.


"Teknik rahasia keluarga Bareyv, Fu Ryu!"


Kedua serangan yang dilancarkan oleh mereka pun saling menghantam di udara,


dengan energi sihir yang jauh lebih besar dan juga kuat, serangan milik Shin dapat menghancurkan serangan milik Rin yang juga memiliki energi sihir besar namun terbagi menjadi beberapa bagian.


Seketika Rin terdiam dan tidak bisa bergerak karena sangat terkejut, serangan yang dia lakukan dapat dihancurkan oleh Shin yang menggunakan teknik rahasia miliknya.


"Bahaya!" ujar Oda setelah melihat serangan Rin yang berhasil dihancurkan oleh Shin.


"Menghindar lah, Rin!" ucap ku berteriak dengan keras, berharap suara ku bisa sampai kepadanya.


Seakan tersadar kembali, kemudian Rin langsung melangkah dan melompat ke samping kirinya untuk menghindar, dan membuat serangan tersebut hanya membentur tanah arena pertandingan.


Ketika serangan yang sangat kuat itu membentur tanah, arena pertandingan pun langsung tertutup dengan debu akibat ledakan sihir angin yang besar.


Debu yang tersebar kemana-mana membuat mata kami merasa perih dan beberapa diantara kami juga tersedak oleh debu tersebut sampai membuat kami menjadi batuk.


"Uhuk-uhuk, debu apa ini!?" ucap salah seorang murid laki-laki.

__ADS_1


"Aku tidak dapat melihat," ucap murid perempuan lainnya.


Keadaan di atas bangku penonton pun menjadi riuh.


Karena sangat mengganggu sampai menutupi arena pertandingan, salah satu Guru dari class Valkyrie mengayunkan tombaknya ke atas dan menerbangkan seluruh debu-debu itu ke langit.


Akhirnya kami pun dapat kembali melihat dengan jelas dan mengetahui keadaan di atas arena pertandingan.


Tampak Rin yang tertunduk dengan lutut kaki kanannya yang menyentuh tanah dan tangan kiri yang menutupi wajah dengan busur digenggaman nya, berusaha bertahan dari dampak serangan tersebut.


"Rin! syukurlah dia baik-baik saja," ucap ku sedikit lega.


"Serangan yang tadi itu benar-benar berbahaya," ucap Oda yang terlihat sedikit panik.


Namun tidak hanya bertahan, justru Rin juga sudah bersiap dengan tangan kanannya yang sudah menyentuh anak panah di punggungnya.


Glekk~


Rin menelan ludahnya.


'Nyaris saja, jika aku terkena serangan itu pasti aku sudah terluka parah'


Batin Rin sembari melihat tanah yang terkena serangan tersebut.


'Perbandingan kekuatan kami sangat jauh, namun aku masih bisa mengimbanginya dengan terus menjaga jarak sambil menyerangnya'


ujar Rin dalam batinnya sembari melakukan analisis.


'Seorang assassin adalah tipe bertarung jarak dekat dan juga memiliki kecepatan yang tinggi, maka yang bisa ku lakukan adalah dengan terus menyerangnya dari jarak jauh supaya dia tidak bisa mendekat'


"Bagaimana pun caranya Aku tidak boleh memberinya kesempatan untuk melakukan serangan jarak dekat," lanjut Rin setelah menemukan cara untuk melawan.


Saat debu yang menyelimuti arena pertandingan sudah hilang sepenuhnya, Rin pun langsung saja menarik busurnya dengan anak panah dan melakukan serangan demi serangan.


Sementara Shin yang sudah kembali berpijak di atas arena pertandingan, semakin merasa kesal, karena Rin Terus-menerus memberikan serangan kepadanya.


"Gadis itu, dia benar-benar tangguh sampai tidak memberikan ku kesempatan untuk menyerang," ujar Shin dengan sikap dinginnya.


"Baiklah, aku tidak akan segan lagi," lanjutnya dengan tatapan tajam.

__ADS_1


__ADS_2