Ruler Of Night

Ruler Of Night
Chap 36. Kombinasi


__ADS_3

Monster harimau putih, dengan tubuhnya yang sangat besar dan kekar, juga cakar dan taring yang sangat tajam.


Hanya dengan ukuran tubuhnya yang lebih besar dari tinggi kami saja, sudah cukup untuk membuat kami tak berkutik.


Untung saja saat itu Shira datang bersama kelompoknya, setidaknya kami jadi memiliki seseorang dengan mental yang kuat.


Aura monster harimau itu memang tidak setajam aura dari mahkluk iblis yang ku hadapi beberapa waktu lalu, namun rasanya begitu mencekam saat berhadapan dengan monster harimau tersebut.


Monster itu melompat dari batu besar tempatnya beristirahat, hingga membuat batu-batu kerikil bergetar saat kakinya memijak tanah.


"Astaga, kira-kira berapa berat badannya?" ujar Kana.


*Glek~


Frey yang tampak mulai sedikit khawatir hanya bisa menelan ludah saat melihat tubuh monster itu yang sangat kekar.


"Yang pasti, dia jauh lebih berat darimu," sahut Julian.


*Ziiiiii~


Seketika muncul bahaya lain yang sepertinya akan mengancam Julian dengan tatapan dingin yang mengarah padanya.


*Rroooaaarr~!!!


Monster itu meraung dengan sangat keras dan langsung berlari cepat ke arah ku dan juga Shira.


"Ayo maju!" ucap Shira.


"Ya!" sahut ku.


Secara bersamaan aku dan Shira menerjangnya, namun monster harimau tersebut melompat dan melesatkan cakarnya ke arah Shira yang berada di depan ku.


"Shield!"


*Triing~!!!


Shira memperkuat perisainya dengan energi sihir untuk menahan serangan monster itu, dan di susul oleh ku yang melompat ke atasnya untuk melakukan serangan.


"Wind Cut!"


*Ghaaaarh~!!!


Belum sempat aku melesatkan serangan padanya, justru monster itu terlebih dulu melancarkan serangan seperti gelombang suara yang sangat kuat dengan raungannya.


Getaran dari Aumannya cukup kuat untuk membuat tubuhku sulit untuk bergerak, hingga membuatku hanya mendarat di belakang nya saja.


Namun saat ini monster itu telah terkepung dua arah oleh ku dan juga Shira, hal itu akan cukup membuatnya kebingungan.


"Sekarang rasakan ini!" ujar Shira yang tersenyum kesal.

__ADS_1


"Fire Burst!"


Shira merubah energi pada perisainya menjadi sebuah sihir api, dan melesatkan satu serangan kepada monster itu.


*Bhuuzz~


Dengan jarak sedekat itu, mengakibatkan tubuh dari monster tersebut terbakar oleh sihir api yang dilepaskan oleh Shira.


Hal itu pun berhasil membuatnya melangkah mundur dan menjauh dari Shira, memanfaatkan celah yang terbuka, dengan sigap aku melancarkan serangan.


"Wind Incision!"


Dengan melesatkan sihir angin dari jarak jauh, membuat tubuh dari monster harimau tersebut seakan tersayat-sayat saat serangan itu mengenainya.


Bulu-bulu lebat dan tebal di tubuhnya mulai rontok dan bertebaran saat terbakar api dan tersayat oleh angin.


Monster harimau itu meraung kesakitan dengan sangat keras, namun tubuhnya masih sangat kuat hingga tak tergoyahkan sedikit pun.


*GRAAARRRH~!!!


Dia meraung sekali lagi dengan begitu keras, hingga membuat api yang membakarnya seketika menghilang dan menimbulkan gelombang anging yang menerpa area sekitarnya.


Gelombang tersebut juga menerbangkan debu-debu yang ikut terhempas bersamanya, hingga membuat pandangan kami terhalang.


"Ya ampun, raungannya sangat keras sekali!" ujar Seki sembari memejamkan matanya.


Dengan melompat dan mengarahkan cakarnya yang diselimuti aura gelap, dia mencoba untuk menyerang dengan pola yang sama.


"Yuuta! awas!" teriak Mio yang melihatnya.


Akan tetapi hal itu tidak berlaku dihadapan ku, dengan energi alam yang ku gunakan, aku dapat merasakan adanya bahaya yang mendekat.


Sekejap aku menebas tubuh dari monster harimau itu saat dia berada tepat di hadapan ku, dan tanpa ada yang menyadari aku pun sudah berada di samping Shira saat ini.


"Yuuta?!" sontak Shira yang melihat ku di sampingnya.


Sejenak monster harimau itu nampak terdiam kaku, sampai akhirnya dia pun terlutut lemas di tanah.


"Bagus!" frontal Kana.


"Ada apa? apa yang baru saja terjadi?" ujar Julian bertanya.


"Entahlah, itu terjadi begitu cepat," sahut Mio yang diam terpaku.


Tak lama kemudian monster itu kembali bangkit dari tanah dan berbalik ke arah kami, tampak serangan yang barusan hanya menyebabkan luka sayat di tubuhnya.


"Dia itu benar-benar tangguh!" ujar ku.


"Ya, sepertinya kita harus lebih serius lagi," sahut Shira.

__ADS_1


*Grrrrrh~


Monster itu terlihat sedang menggeram, seketika tubuhnya memancarkan aura berwarna ungu gelap yang begitu pekat.


Monster harimau tersebut sepertinya sudah sangat marah, terlihat jelas dari bulu-bulunya yang mulai mengembang dan tubuhnya yang semakin membesar.


Merasa kalau keadaan mulai bertambah buruk, aku dan Shira sepertinya terpaksa untuk mengeluarkan segenap kekuatan yang kami miliki.


Aku menancapkan katana ke tanah, dan menarik nafas panjang sembari memejamkan kedua mata.


Perlahan aura berwarna putih juga mengalir keluar dari dalam tubuhku, hingga membuat hawa yang mencekam itu seakan menghilang.


"Aura yang luar biasa," ujar Seki.


"Ya kau benar, aura yang dipancarkannya begitu murni," sahut seorang murid perempuan bernama Lina.


"Aku tidak tahu kalau dia memliki kekuatan sebesar itu," gumam Frey.


Begitulah yang mereka katakan ketika pertama kali melihat energi yang lebih besar dari pada energi sihir yang mereka miliki.


Setelah Frey, Kana, Julian dan juga Mio menunjukkan kemampuan mereka masing-masing, mungkin ini saatnya giliran ku untuk memperlihatkan kepada mereka tentang kekuatan ku yang sebenarnya.


"Ayo, Yuuta!" tegas Shira.


"Ya!" sahut ku.


Kemudian kami melesat secara bersamaan ke arah monster harimau tersebut, begitu juga dengan monster itu yang berlari ke arah kami berdua.


Dengan bergerak melaluinya sembari mengayunkan katana, Aku melancarkan serangan lebih dulu dan di susul dengan Shira yang menghantamkan perisai miliknya untuk menghambat pergerakan monster itu.


Sekali lagi aku melakukan serangan dari belakang monster itu, namun dengan cepat dia berbalik dan melayangkan cakarnya padaku.


Pertarungan pun terjadi begitu sengit, antara aku dan Shira yang berhadapan dengan monster harimau yang begitu kuat.


Serangan demi serangan terus kami lancarkan padanya, begitu juga dengan monster harimau tersebut yang menyerang dengan cakar dan taringnya yang besar.


"Kombinasi serangan yang sangat baik," ujar Frey.


"Ya, mereka berdua terlihat sangat kompak," lanjut Kana.


"Kira-kira apa jadinya jika mereka berdua berada dalam satu kelompok yang sama?" tanya Seki.


"Itu akan menjadi sangat tidak adil bagi murid-murid yang lainnya," sahut Lina.


Mereka semua tampak terkagum oleh gaya bertarung ku dengan Shira yang begitu selaras melakukan serangan tanpa adanya miss komunikasi.


Begitu juga dengan Mio yang tampak terdiam dan terpaku melihat semua itu, seakan dia tidak bisa mengalihkan pandangannya sedikitpun.


Tetapi itu semua didapatkan berkat latihan keras yang kami berdua lakukan setiap hari, dan juga dengan bantuan dari sang Magi kerajaan yang membuat kami semakin mahir menggunakan kekuatan sihir.

__ADS_1


__ADS_2