
keesokan harinya, pagi hari di ruang kelas akademi sihir kerajaan.
aku, Oda dan juga Rin tengah duduk bersebelahan di dalam ruang kelas, seperti murid lainnya yang sedang asik mengobrol dan bersenda gurau.
Tak lama kemudian, Shira yang baru saja datang langsung memasuki ruang kelas dan menghampiri kami bertiga.
"Pagi semua!" sapa Shira.
"Oh, Shira? pagi juga!" sahut Oda.
Kami bertiga menyambut hangat dengan memberikan senyuman padanya.
"Hmmm? ada apa dengan wajah mu itu?" tanya Shira yang melihat plester di wajahku sembari mendekatkan wajahnya.
"Oh ini?" ujar ku.
"Hey Shira, apa kau sudah mendengarnya?" tanya Oda memotong pembicaraan kami berdua.
"Heh? ada apa?" tanya Shira.
"Belakangan ini ada banyak mahkluk buas yang bermunculan di dekat pemukiman desa," jelas Oda.
"Hemmm, aku sempat mendengarnya sekilas dari percakapan para kesatria kerajaan, apakah itu benar?" ujar Shira.
"Iya, itu benar! bahkan semalam kawanan mahkluk buas itu mulai bermunculan di dekat desa kami," jelas Oda.
"Kalian tidak bercanda kan?" tanya Shira sedikit terkejut.
"Mana mungkin aku bercanda untuk hal seperti ini?" ujar Oda.
"Tanyakanlah pada Yuuta, dia yang berhadapan langsung dengan mahkluk buas itu," ucap Oda.
"Heh? apakah itu benar Yuuta?" tanya Shira.
"Sayangnya, itu memang benar," jawab ku.
"Hmmm, jadi itulah sebabnya kenapa wajah dan tangan mu penuh luka seperti ini?" tanya Shira.
"Ahaha," sahut ku hanya dengan tertawa.
"Syukurlah kau selamat," ujar Shira.
"Tapi, bagaimana bentuk dari mahkluk buas itu?" tanya Shira penasaran.
"Hmmm," gumam ku sembari menundukkan pandangan dan memegang dagu dengan jari tangan kanan ku.
"Dia itu bukan sekedar mahkluk buas biasa, melainkan adalah mahkluk iblis hewan buas yang rupanya seperti manusia serigala," jelas ku.
"Iblis katamu?" tanya Shira terkejut.
__ADS_1
Aku menjawabnya dengan menganggukkan kepala.
"Lalu, apakah dia kuat?" tanya Shira penasaran.
"Dia bukan hanya kuat, tetapi juga cepat dan juga liar," jelasku.
Mendengar hal itu, membuat Shira hanya bisa terdiam sembari membayangkan seperti apa mahkluk itu.
"Ditambah lagi, dia memiliki kemampuan untuk bertambah kuat jika terkena sinar bulan secara langsung," lanjut ku.
"Itu sangat mengerikan, bagaimana caramu menghadapinya Yuuta?" tanya Shira lagi.
"Hufh, jika bukan karena pedang yang ku pinjam dari ayahku, mungkin aku sudah-"
Belum saja sempat menyelesaikan perkataan ku, tiba-tiba saja Guru Hisobu datang dan memasuki ruang kelas.
"Baiklah semuanya! ayo kita mulai pelajaran hari ini," ujar Guru Hisobu dengan tegas.
Setelah itu kami semua pun langsung menempati tempat duduk masing-masing dengan rapih, dan mendengarkan penjelasan materi yang disampaikan oleh Guru Hisobu.
Hari berjalan seperti biasanya, kami berangkat ke akademi sihir kerajaan pada pagi hari, dan pulang pada sore hari.
Makhluk-makhluk iblis itu sudah tidak lagi muncul di hutan dekat desa, karena ayah ku sudah memasang pelindung sihir supaya mereka tidak bisa mendekati pemukiman.
Namun meskipun begitu, kabar kemunculannya masih beredar di beberapa desa setempat di kerajaan Luxion.
Bahkan sampai membentuk lima pasukan khusus untuk menjelajahi hutan dekat pedesaan untuk membasmi makhluk-makhluk itu dari sana.
Terdapat begitu banyak kawanan mahkluk buas itu yang berhasil dibasmi oleh pasukan khusus itu, dan kebanyakan dari mahkluk itu adalah iblis jenis hewan buas.
Entah apa yang membuat mereka sampai berani keluar dari persembunyian mereka hingga menuju ke pemukiman warga desa.
Dengan kemampuan yang kompeten dari kelima pasukan khusus itu, mereka bergerak dengan cepat dan berhasil mensterilkan area hutan dekat beberapa pedesaan dalam waktu kurang dari tiga hari.
Namun meskipun keadaan sudah dinyatakan aman, akan tetapi warga desa dianjurkan untuk tetap waspada dan berhati-hati saat mendekati area hutan.
Silih waktu berganti, tak terasa sudah satu minggu berlalu sejak latihan bertanding di akademi itu selesai dilakukan.
"Aku ingin memberitahukan kepada kalian semua, kalau besok adalah hari dimana kita akan melakukan ujian bertahan hidup," Ucap Guru Hisobu.
"Aku sudah beberapa kali mengingatkan kalian tentang ini, jadi aku harap kalian sudah siap untuk itu," lanjutnya.
"Maaf Guru! tapi dimanakah kita akan melakukan ujian bertahan hidup itu?" tanya seorang murid laki-laki.
"Pertanyaan yang bagus!" ujar Guru Hisobu.
"Ujian bertahan hidup kali ini, akan kita lakukan di hutan terlarang," lanjutnya dengan tatapan yang tajam kepada kami.
"Apaaa?!!!" teriak para murid.
__ADS_1
Kami yang awalnya sangat bersemangat dan penuh percaya diri, seketika dibuat terkejut dan seakaan ingin runtuh saat mengetahui kalau ujian itu akan dilakukan di hutan terlarang.
Dari namanya saja sudah dapat diketahui kalau tempat itu penuh akan bahaya yang mengancam nyawa kami.
Tempat dimana banyak sekali hewan buas dan juga berbagai jenis iblis bersarang di dalam sana, bahkan monster yang tidak kami ketahui bagaimana bentuknya.
Kejadian beberapa hari yang lalu saja sudah membuat kami merinding, dan sekarang justru kami malah memasuki sarang dari makhluk-makhluk itu sendiri.
"Guru, maafkan aku, tapi apakah itu tidak terlalu berbahaya?" tanya Shira.
"Kalian tidak perlu khawatir, karena kami sudah menentukan tempat yang paling aman untuk kalian beristirahat pada saat malam hari," jelas Guru Hisobu.
"Dan para kesatria kerajaan juga ikut membantu untuk mensterilkan wilayah itu dari makhluk-makhluk buas disana," lanjutnya mencoba untuk menenangkan murid-murid.
Meskipun begitu, ketegangan yang kami rasakan saat membayangkan suasana hutan terlarang masih tetap terasa hingga membuat mental kami sedikit turun.
*Triririring~
Waktu Guru Hisobu untuk memberikan materi pelajarannya telah berakhir, dan saatnya bagi kami untuk beristirahat.
Aku, Shira, Oda dan juga Rin tengah menyantap sarapan kami di dalam kantin akademi.
"Bagaimana ini Yuuta?" tanya Oda merasa cemas.
"Apanya yang bagaimana?" ucapku kembali bertanya.
"Ah kau ini, tentu saja soal ujian yang akan dilakukan di hutan terlarang," ujar Oda merasa kesal.
"Ahaha, tenang saja Oda, aku yakin kalau kita pasti akan aman," Sahut Shira yang mencoba untuk menenangkan Oda.
"Tapi, bagaimana jika tiba-tiba saja muncul iblis yang sangat besar dan kuat?" gumam Oda mengungkapkan kekhawatirannya.
"Kita hanya tinggal melawannya bersama-sama kan? lagi pula di sana juga ada beberapa kesatria kerajaan dan juga guru-guru yang akan mengawasi kita," ujar ku.
"Kau bisa berkata seperti itu karena kau pernah berhadapan langsung dengan mahkluk itu Yuuta, sementara aku sama sekali tidak tahu seperti apa mereka itu," ucap Oda.
"Hey! aku hampir mati saat berhadapan dengannya tahu," ujar ku sedikit kesal.
"Sudahlah teman-teman," ucap Shira mencoba menenangkan kami berdua.
"Oda, kau adalah pria yang tangguh, aku tahu saat melihatmu bertanding waktu itu"
"Dengan kekuatan dan kehebatan mu, aku yakin kau pasti bisa mengalahkan makhluk-makhluk itu," ucap Shira meyakinkan Oda.
"Lagi pula kau tidak perlu khawatir, karena kami dan teman-teman yang lain akan membantu jika kau kesulitan," lanjutnya dengan tersenyum hangat.
Oda yang mendengar perkataan Shira barusan, hatinya merasa terharu dan mulai menjadi lebih tenang.
"Kau benar Shira, maafkan aku teman-teman," ucap Oda yang termenung.
__ADS_1