Ruler Of Night

Ruler Of Night
Chap 30. Perasaan tidak enak


__ADS_3

Tiga haripun berlalu setelah latihan pertandingan akademi diadakan, semua berjalan cukup lancar seperti biasanya, sampai tiba di suatu malam yang sunyi.


Aku yang tengah melakukan meditasi di belakang rumah untuk melatih fokus dan kepekaan tubuhku, tiba-tiba saja dikejutkan dengan perasaan tidak enak.


"Ha?!" sontak aku membuka mata dengan sensasi yang cukup menegangkan.


Seketika aku merasakan seperti aura yang sangat jahat melintas di sekitarku, niat membunuh dan haus akan darah yang mengintimidasi.


"Perasaan apa ini?" gumam ku bertanya.


Dengan sedikit panik dan cemas lalu aku segera menemui ayahku yang sedang berada di ruang keluarga.


*Duk~


*Duk~


*Duk~


Terdengar suara langkah kaki yang cepat.


*Sreeek~


Pintu dari ruangan itu pun terbuka.


"Ayah!" panggil ku.


Ayah yang sedang membersihkan katana miliknya, kemudian melihat dengan keheranan karena ekspresi wajah ku yang ketakutan.


"Ada apa Yuuta? kenapa kau tergesa-gesa seperti itu?" tanya Ayah.


"Aku merasakan sesuatu yang sangat tidak enak," jelasku.


"Apa kau memakan sesuatu?" tanya Ayah ku yang tidak menghiraukannya.


"Bukan ayah, perasaan ini seperti-," belum sempat aku menyelesaikan perkataan ku, tiba-tiba saja aura itu kembali terasa olehku dan juga juga ayah.


"Kau benar Yuuta, ini adalah aura milik iblis!" jelas ayah.


"Tidak mungkin, apakah ada iblis di sekitar sini?" tanyaku mulai panik.


"Heh, apa kau takut?" tanya ayahku yang justru malah mengejek ku dengan senyum menyeringai nya.


"Apa?! Ah, tentu saja aku tidak takut!" bantah ku walaupun merasa tegang.


"Hmmm, entah kenapa semenjak iblis naga itu binasa, akhir-akhir ini banyak sekali iblis yang bermunculan," ujar ayahku.


"Lalu apa yang harus kita lakukan ayah?" tanyaku.


"Kalau begitu, keluar dan carilah iblis itu! lalu bunuh lah dia," perintah ayah.


"Apa?!" teriak ku yang begitu terkejut.


Bukannya menenangkan dan melindungi ku dari bahaya, ayah ku justru malah menyuruhku untuk menghadapi masalah tersebut.


"Mungkin itu hanya iblis binatang buas, jadi aku yakin kau bisa mengalahkannya," ucap ayah dengan penuh keyakinan.


Mendengar hal itu aku hanya diam dengan menelan ludah, aku merasa tegang karena tekanan aura seperti baru kali ini ku rasakan.


"Ambillah salah satu pedang ku, dan pakailah untuk membunuh iblis itu," ucap ayah ku.


"Baiklah kalau begitu," sahut ku yang kemudian segera mengambil pedang yang terpajang di tempatnya.


"Hey! jangan yang itu!" teriak ayahku.

__ADS_1


Namun aku menghiraukannya dan tetap membawa pedang katana berwarna perak tersebut.


"Itu adalah pedang naga perak yang sangat sulit untuk didapatkan, kau masih belum siap menggunakannya!" ujar ayahku menjelaskan.


Aku yang tergesa-gesa tidak sempat untuk mendengarkan penjelasan itu, dan segera kembali ke halaman belakang rumah.


Dengan sangat siaga aku berdiri ditengah-tengah halaman dan mencoba untuk mencari keberadaan iblis tersebut.


"Huh, pedang ini cukup berat juga," gumam ku.


"Baiklah, sekarang dimana kau berada!"


Kemudian aku memejamkan mata dan menarik nafas cukup dalam.


Dan benar saja, aura itu bisa kembali kurasakan dengan memanfaatkan energi alam yang ada di sekitar.


"Tcih!" gumam ku merasakan aura yang tidak enak itu.


"Arahnya dari sebelah sana!"


Kemudian aku pun langsung melompati tembok pembatas rumah ku, dan segera mengejar iblis itu.


Aku berlari menyusuri padang rumput dekat rumah, mengikuti arah datangnya aura yang tidak enak itu.


"Sepertinya ini mengarah ke dalam hutan, aku harus berhati-hati!" ujar ku.


Tak butuh waktu lama, akhirnya aku tiba di dekat hutan.


Aku pun mulai memasuki hutan itu dengan mengendap-endap dari balik pohon ke pohon yang lain.


*Sreek~


*Sreek~


Terdengar suara seperti hewan buas yang sedang memakan sesuatu.


"Itu dia!" ujar ku yang menemukan iblis tersebut.


Terlihat mahkluk serigala dengan tubuh yang seperti manusia, sedang lahap memakan rusa yang dibunuhnya.


*Glek~


Melihatnya saja sudah cukup membuatku sedikit merinding, bagaimana tidak? tubuhnya yang besar dan cakar juga taringnya yang tajam terlihat begitu mengerikan.


"Jadi itu iblis hewan buas ya?" gumam ku.


"Hah?!"


Tiba-tiba saja mahkluk itu menoleh ke arah ku, mungkin itu karena dia bisa mendengar suara yang kecil sekalipun.


Sontak aku langsung membalikan badan dan bersembunyi dibalik pohon.


Aku merasa kalau dia akan segera menemukan keberadaan ku, dengan begitu aku bersiap untuk bertarung melawan nya dengan menarik pedang yang ku bawa dari sarungnya.


Aku pun langsung saja keluar dari balik pohon untuk melakukan serangan, namun saat aku berbalik ternyata mahkluk itu sudah tidak ada di tempatnya.


"Heh? dia menghilang?" tanyaku.


Dengan meninggalkan bangkai rusa yang dimakannya, mahkluk itu tiba-tiba saja menghilang dari pandanganku.


*Sreeeesh~


*Sreeeesh~

__ADS_1


Namun semak-semak di sekitar ku mengeluarkan suara berisik, seperti ada yang bergerak dengan sangat cepat.


Aku menoleh ke kanan dan ke kiri mengikuti arah datangnya suara yang berisik itu, sampai pada saat suara itu menghilang.


"Kemana dia?" tanya ku.


Suasana yang sepi dan angin yang berhembus dingin di malam hari, membuat situasi menjadi sangat mencekam.


Dengan keringat yang mulai menetes di dahi ku, aku menghadapi seekor iblis hewan buas untuk yang pertama kalinya.


*Gaaaarh!!!


Tiba-tiba saja mahkluk itu muncul dan mencoba menerkam ku dari belakang, namun dengan reflek yang sudah terlatih aku langsung melompat dan menghindari serangannya.


"Dasar pengecut! beraninya main belakang!" ucap ku merasa kesal.


Matanya yang merah dan air liur yang menetes di mulutnya, tampak jelas di hadapan ku mahkluk iblis yang haus akan darah.


Dengan sangat cepat ia berlari ke arahku, mencoba untuk menyerang lagi dengan cakarnya yang tajam.


Dia terus menerus menyerang ku, namun aku berhasil menghindari setiap serangan yang dilakukannya.


Sampai sepertinya dia merasa kesal dan mulai menyerang ku secara brutal, hingga membuatku sedikit kewalahan.


*Gaaaarrh!!!


*Sreeeet~


*Ctiiing~


Mahkluk itu tampak mulai mengamuk, dan menyerang ku dengan kedua cakarnya secara bersamaan.


Aku menangkis kedua cakarnya dengan pedang katana, namun serangan itu jauh lebih kuat dari yang ku kira.


Lalu aku mengayunkan pedangku kebawah dengan cepat, dan segera melompat ke samping untuk menghindarinya.


Hal itu berhasil membuatnya tersungkur ke tanah dan celah untuk menyerangnya pun mulai terbuka.


Dengan segera aku mengambil ancang-ancang untuk melakukan serangan balasan kepadanya.


"Dengan ini berakhir sudah!" ujarku.


Dengan posisi pedang yang menghunus ke atas, aku akan menebas leher mahkluk tersebut dengan satu serangan.


*Shreeek!


Aku melesatkan tebasan secara vertical ke bawah, dan serangan itu tepat mengenai lehernya.


"Tidak mungkin," gumamku.


Akan tetapi serangan yang ku lakukan itu tidak berhasil memotong lehernya, dan hanya menimbulkan sedikit luka.


*Blaaaar!!!


*Wusshhhh~


Mahkluk itu justru mengayunkan tangannya dan berhasil menyerang ku hingga membuatku terhempas.


*Uhuk~


*Uhuk~


Meskipun hanya terkena ayunan tangannya saja, bisa sampai membuat dada ku sedikit sesak.

__ADS_1


"Sepertinya ini akan menjadi malam yang panjang," gumam ku, sembari menyeka darah yang keluar dari mulut ku.


__ADS_2