Ruler Of Night

Ruler Of Night
Chap 29. Sesuatu yang tersembunyi


__ADS_3

Waktu terus berlalu dan matahari sudah menyingsing ke arah barat, diiringi dengan sekelompok burung yang terbang di bawah langit senja.


*CTING!!!


*CTING!!!


*TRANG~


*BLARRR!


Terdengar suara bising yang bergemuruh dari atap kastil Merlin, itu adalah suara yang berasal dariku dan Shira yang tengah latihan bertarung bersama.


"Fire Slash!"


Shira menggunakan sihir apinya dan melesatkan serangan jarak jauh dengan menebaskan pedangnya keatas.


Namun serangan itu dapat terbaca dengan cukup mudah olehku, dengan melakukan lompatan memutar ke samping kiri aku berhasil menghindarinya.


Tidak hanya sampai disitu, saat tubuhku sudah kembali seperti posisi awal aku segera bersiap untuk melakukan serangan balasan.


"Wind Srom!"


Dengan melakukan gerakan menusuk ke udara, aku menggunakan sihir angin untuk menyerangnya dari jarah jauh.


Sebuah pusaran angin yang cukup kuat melesat tepat ke arah Shira dengan cepat, namun serangan itu juga berhasil ditangkisnya menggunakan perisai yang dibawanya.


Dengan keringat yang mengalir di wajah dan tubuh kami, juga nafas yang mulai terengah-engah.


Meskipun terasa sangat melelahkan, tetapi kami begitu menikmati latihan itu dengan sepenuh hati dan kemampuan yang kami miliki.


"Baiklah! cukup sampai disini!" teriak Merlin menghentikan latihan ku dengan Shira.


Sontak aku dan Shira menoleh ke arah asal suara tersebut, dan mulai bernafas lega saat semua itu berakhir.


Kemudian aku dan Shira saling berjalan mendekat dan berjabat tangan, sebagai simbol dari persahabatan dan menghargai satu sama lain.


"Kau memang hebat seperti pada saat pertama kali kita bertarung Yuuta," ujar Shira memberikan pujian.


"Kau juga sangat kuat sekali Shira, mungkin aku tidak akan penah bisa mengalahkan mu," balasku dengan sangat mengagumi kekuatan Shira.


"Kalian berdua sudah berkembang dengan sangat baik!" ucap Merlin dengan penuh rasa bangga.


"Terutama kau Yuuta, sekarang kau sudah mulai mengerti cara menggunakan energi alam, dan kau juga sudah mulai bisa untuk lebih menghemat penggunaannya," lanjut Merlin.


"Ya, tapi aku hanya bisa menggunakan satu elemen sihir saja, haha," ujarku.


"Tak apa, saat kau sudah lancar mengendalikannya aku akan mengajarimu cara untuk menggunakan elemen yang lainnya," ucap Merlin.


"Benarkah? wah! aku sangat senang mendengarnya, terimakasih Nona Merlin! dan juga kau Shira"


"Tanpa kalian aku tidak tahu akan seperti apa jadinya," ucapku merasa sangat senang.


Merlin dan Shira hanya terdiam dengan senyuman lebar di wajah mereka setelah mendengar perkataan ku.


"Kau tidak perlu khawatir Yuuta, aku senang bisa membantumu, dan memang sudah seharusnya seorang teman saling membantu," ucap Shira.


"Merlin, apakah semuanya sudah selesai?" lanjut Shira bertanya tentang ujian tambahan untuk ku.


"Ya! semua sudah selesai dan hasilnya bagus, kau bisa mengikuti ujian bertahan hidup," jawab Merlin memberikan kepastian.

__ADS_1


"Syukurlah, aku selalu percaya padamu Yuuta! kau pasti bisa melaluinya," ujar Shira merasa lega dan juga senang.


"Sekali lagi ku ucapkan terimakasih kepada kalian berdua, aku benar-benar sangat terbantu," ucapku dengan perasaan sangat senang.


"Kau benar-benar anak yang manis ya," ucap Merlin.


Setelah beberapa jam, akhirnya ujian tambahan untukku telah selesai dan aku diizinkan untuk mengikuti ujian selanjutnya.


Lalu kami membereskan barang bawaan masing-masing dan bergegas untuk kembali ke rumah, karena pelajaran di akademi hari ini telah selesai.


Aku dan Shira berjalan bersama menuju pintu gerbang akademi, untuk berkumpul bersama yang lainnya seperti biasa.


"Ah itu dia Yuuta!" ujar Oda yang melihat ku dan juga Shira, dan diikuti oleh Rin yang kemudian menoleh ke arah kami berdua.


"Hay teman-teman!" sapa ku sembari mengangkat tangan kanan ku sebagian.


"Apa kau sudah selesai dengan ujian itu, Yuuta?" tanya Oda.


"Ya, tentu saja," jawab ku.


"Lalu, bagaimana hasilnya?" tanya Rin yang tampak cemas.


Namun aku hanya diam dengan perasaan senang saat melihat wajah Rin yang terlihat cemas seperti itu.


"Dia berhasil lolos ujian itu, dan mendapatkan izin untuk mengikuti ujian yang akan datang," jelas Shira yang membantu ku untuk memberitahukan nya pada mereka.


"Bagus sekali Yuuta, aku senang mendengarnya," ujar Oda.


"Apakah itu benar, Yuuta?" tanya Rin memastikan.


"Ah- iya, itu benar Rin, aku berhasil lolos dari ujian itu dan aku diizinkan untuk ikut ujian bertahan hidup nanti," jawab ku menjelaskannya lagi.


"Hufh, syukurlah kalau begitu, aku lega mendengarnya," ucap Rin dengan menghela nafas.


"Iya!" sahut Oda dan juga Rin yang mengangguk.


"Shira, kami pulang dulu ya, terimakasih atas bantuan mu," pamit ku.


"Tunggu dulu!" ucap Shira menghentikan kami.


"Sebelum kalian pergi, aku ingin kalian membawa ini," lanjutnya sembari mengeluarkan tiga buah botol air.


"Eh- Apa ini?" tanya Oda.


"Bukankah ini minuman yang sama seperti yang tadi pagi?" tanya ku.


"Ya, itu dari Merlin, minumlah supaya tubuh kalian tetap segar," ucap Shira.


Kemudian masing-masing dari kami mengambil satu buah botol yang berisi air itu.


"Baiklah, kami akan membawanya," ucap ku.


"Terimakasih, kalau begitu kami pamit sekarang sebelum hari mulai gelap," pamit ku lagi.


"Ya, berhati-hati lah kalian di jalan!" sahut Shira.


Aku, Oda, dan juga Rin pun segera pergi pulang kembali ke desa dengan berjalan kaki seperti biasanya.


*Hrruuur~

__ADS_1


*Hrruuur~


Suara burung hantu berbunyi, menandakan hari sudah sudah malam.


Bulan sabit di atas langit yang cerah bersama bintang-bintang yang ikut menghiasinya, dan udara yang dingin berhembus pelan di rongga-rongga kegelapan.


Di sebuah tempat yang hangat dan penuh dengan buku-buku di dalamnya, tampak dua orang yang masih terjaga dan asik mengobrol satu sama lain.


Mereka adalah Shira dan juga Merlin yang tengah terjaga di perpustakaan milik Merlin, dan terlihat sedang asik membicarakan sesuatu.


"Nah Merlin, aku ingin menanyakan suatu hal padamu," ucap Shira.


"Apa itu pangeran?" sahut Merlin.


"Jika kau memang begitu memahami tentang energi alam yang kau maksud itu, kenapa kau tidak mengajarinya padaku?" tanya Shira yang penasaran dengan itu.


"Apa kau ingin mempelajarinya juga ?" tanya Merlin sedikit terkejut.


"Tentu saja!" jawab Shira.


"Baiklah, aku akan mengajarkan mu," ucap Merlin.


"Benarkah?" tanya Shira memastikan.


"Tapi sebelum itu, aku akan memberitahu mu tentang kekuatan itu," sahut Merlin.


"Baiklah, aku akan menyimaknya dengan baik," ucap Shira.


"Energi alam, adalah energi murni yang dimiliki oleh seluruh alam di dunia ini," jelas Merlin.


"Dan energi sihir, adalah energi yang mengalir di dalam tubuh manusia, atau yang kita sebut sebagai Mana"


"Sangat jarang sekali orang yang menguasai energi alam, bukan karena tidak mampu tetapi tidak mau."


"Kenapa seperti itu?" tanya Shira.


"Itu karena menguasai energi alam, tidak semudah kita mempelajari energi sihir di akademi," jawab Merlin.


"Saking sulitnya latihan yang dilakukan, bahkan sampai muncul sebutan kalau hanya orang terpilih lah yang bisa menguasainya," lanjutnya menjelaskan.


"Apa yang membuatnya sulit?" tanya Shira.


"Tubuh manusia sangatlah rapuh, dan memiliki batasan untuk kekuatan yang ia miliki," jelas Merlin lagi.


"Seperti kau yang memiliki energi sihir sangat besar, tidak seperti anak-anak pada umumnya," lanjut Merlin.


"Lalu apa yang membuat Yuuta mudah untuk menguasainya?" tanya Shira.


"Hmmm, mungkin itu karena tubuhnya sangat peka terhadap energi alam, dan juga dia itu bagaikan wadah yang kosong," jawab Merlin.


"Apa maksudnya itu, Merlin?" tanya Shira lagi.


"Seperti yang kita tahu, kalau Yuuta sama sekali tidak memiliki energi sihir di dalam dirinya"


"Jadi pada saat dia melatih kepekaan tubuhnya dan mulai menyerap energi alam, maka energi itu akan masuk begitu saja tanpa harus bertabrakan dengan energi sihir," jelas Merlin.


"Oh jadi itu yang membuatmu sangat tertarik dengan ya?" tanya Shira.


"Ehmhm, sebenarnya aku merasakan adanya kekuatan yang tersembunyi di dalam diri anak itu," sahut Merlin dengan tawa kecilnya.

__ADS_1


"Kekuatan yang tersembunyi? kekuatan apa itu?" tanya Shira penasaran.


"Entahlah, waktu yang akan memberitahu kita nanti," ujar Merlin dengan senyum ambisiusnya.


__ADS_2