
"K-kau? kalau tidak salah kau adalah-"
"Dia adalah Nona Merlin, sang magi kerajaan," jelas Guru Hisobu memotong perkataanku.
Aura yang dipancarkannya begitu misterius, gelap namun juga tenang seperti langit dimalam hari.
Bukan hanya aura miliknya saja, tetapi juga dia tampak masih muda dan berkharisma, terlebih lagi dia itu cantik, sehingga membuatku terbata saat berbicara.
"A-ada apa sebenarnya ini? K-kenapa orang yang memiliki peran sangat penting di kerajaan datang menemuiku?" tanya ku dengan sangat bingung dan heran.
"Ahahaha, kau ini lucu juga ya? apakah aneh jika seorang magi menemui anak dari seorang kesatria agung kerajaan?" guraunya.
"E-eehehe," entah kenapa aku merasa kalau sikapku menjadi aneh.
"Nona Merlin datang ke sini untuk memastikan keadaanmu," jelas Guru Hisobu.
"Apa? aku baik-baik saja, haha," jawabku dengan tertawa kaku.
"Namamu Yuuta, ya?" Tanya Merlin yang kemudian mengangkat daguku dengan jari telunjuknya.
*Glekk~
Aku hanya diam dan menjawabnya dengan mengangguk tanpa bisa berkata apa-apa.
Wajahnya yang begitu dekat membuatku semakin gugup dan membuat wajahku sedikit berkeringat.
Sementara Guru Hisobu yang terdiam dengan ekspresi wajahnya yang sedikit mengkerut, seakan iri padaku.
"Ehmhm~"
Merlin tertawa kecil setelah melihat wajahku dari dekat, dan kemudian menurunkan jari telunjuknya dari daguku.
"Sebenarnya aku tertarik denganmu, Yuuta," ucap Merlin.
"Aaa! a-apa?" tanyaku yang tercengang dengan sedikit berteriak.
"Aku tidak pernah melihat seorang anak diusia mu saat ini, yang mampu menguasai energi alam dengan sangat baik," jelasnya.
"A-aah haha, itu karena ayah yang mengajariku," jawabku dengan tersenyum lebar.
"Sangat sulit untuk bisa menguasai energi alam, bahkan untuk orang dewasa yang terlatih sekalipun," jelas Merlin.
"Bahkan tidak satupun dari kesatria kerajaan yang bisa menguasainya kecuali ayahmu," lanjutnya.
"Benarkah?" tanyaku yang sama sekali tidak mengetahui hal itu.
"Itu benar," sahut Guru Hisobu.
"Hanya ada dua orang saja di kerajaan ini, yang bisa menguasai energi alam"
"Dia adalah ayahmu, Hajime Shimazu, dan juga orang yang ada di sampingmu saat ini, Nona Merlin," jelas Guru Hisobu.
__ADS_1
"Hebat sekali, aku sama sekali tidak tahu hal itu," ucapku merasa kagum.
"Kami selalu memperhatikan perkembangan setiap murid sejak awal kalian datang kesini," ucap Guru Hisobu.
"Terutama kau Yuuta," lanjutnya dengan tatapan yang dalam.
Sekali lagi aku hanya bisa terdiam dan terkejut saat mengetahui kalau selama ini aku benar-benar diperhatikan.
*****
Sementara itu di tempat lain yang tidak jauh, tampak Shira yang sepertinya sedang mencari sesuatu di lorong akademi.
"Sepertinya tidak ada yang melihat," gumam Shira sembari melihat keadaan disekitarnya.
Sampai pada akhirnya dia tiba di depan sebuah pintu, dan mencoba untuk mengintip ke dalamnya.
"Aku tidak bisa mendengar apapun dari sini," ucap Shira yang menempelkan telinganya ke pintu tersebut.
"Mungkin jika aku sedikit membukanya maka akan terdengar," ucapnya sembari membuka pintu tersebut dengan sedikit mendorongnya.
*Cliiiik~
Pintu itupun berhasil terbuka sedikit, dan Shira mulai dapat mendengarkan percakapan yang ada di dalamnya, ruangan tersebut adalah tempat dimana aku berada, yaitu Ruangan Guru Hisobu.
"Saat awal pertama kali kau datang ke sinj, jujur saja kami sangat terkejut dan sedikit meragukanmu," ucap Guru Hisobu.
"Bagaimana bisa seorang anak yang tidak memiliki kekuatan sihir bisa masuk kedalam akademi sihir kerajaan?"
"Tetapi kami sangat menghargai tekad kuat mu itu, kau masih tetap bertahan meskipun telah menerima nasib yang sangat buruk"
"Dan kemarin kau telah membuktikannya kepada kami kalau kau itu bisa, kau mampu menjadi kuat meskipun tidak seperti murid lainnya"
"Bahkan kau berhasil mengalahkan salah satu murid yang cukup hebat seperti Kirei," jelas Guru Hisobu tentang bagaimana tanggapan para Guru di akademi.
"Tetapi, maafkan aku Yuuta, kau tidak bisa mengikuti ujian bertahan hidup di alam lepas," lanjut Guru Hisobu dengan kabar yang tidak mengenakan.
Baru saja merasa senang sesaat karena telah berhasil membuat para Guru kagum padaku, namun suasana itu hancur seketika saat mendengar kabar tersebut.
"Tunggu dulu!!!"
Seseorang tiba-tiba saja muncul dari balik pintu dan berteriak dengan cukup keras.
Aku, Guru Hisobu, dan juga Merlin sontak menengok ke arah datangnya suara tersebut, dan ternyata dia adalah Shira yang sedang menguping pembicaraan.
Dengan wajah yang terlihat kesal, Shira berjalan memasuki ruangan tersebut dan menghampiri kami bertiga.
"Shira?" gumam ku.
"Oh? Pangeran Shira, ada perlu apa datang kemari?" tanya Guru Hisobu.
"Aku ingin menanyakan sesuatu padamu, Guru Hisobu," jawab Shira.
__ADS_1
"Ya, baiklah?" sahut Guru Hisobu.
"Kenapa Yuuta tidak diizinkan untuk mengikuti ujian bertahan hidup itu?" tanya Shira dengan tegas.
"Bukankah setiap murid harus mengikut dan berhasil di setiap ujian yang diberikan? lalu kenapa Yuuta tidak diizinkan untuk ikut?" tanya Shira lagi.
"Tenanglah pangeran," tegur Merlin.
"Tidak bisa, aku akan membantu setiap murid yang mengalami masalah di akademi ini"
"Terlebih lagi dia adalah temanku, aku tidak bisa membiarkannya," jawab Shira dengan tegas.
"Tunggu dulu Pangeran Shira, aku bisa menjelaskannya," ucap Guru Hisobu yang menjaga sikapnya agar tetap tenang.
Shira pun akhirnya diam untuk mendengarkan penjelasan dari Guru Hisobu.
"Aku yakin kalau Yuuta pasti bisa mengikuti dan berhasil di setiap ujian yang diberikan," ucap Guru Hisobu.
"Lalu?" tanya Shira.
"Tetapi dia harus menjalani beberapa ujian sebelum itu," lanjut Guru Hisobu.
"Ujian apa?" tanya Shira lagi.
"Ya, beberapa petinggi kerajaan menganggap yang terjadi pada Yuuta adalah hal yang aneh," jelas Guru Hisobu.
"Seorang anak yang tidak memiliki energi sihir, bagaimana bisa menggunakan kekuatan sihir sekuat itu?"
"Apa mereka meragukannya?" tanya Shira.
"Sepertinya begitu, bahkan aku sendiri juga tidak tahu dari mana kekuatan itu berasal," jelas Guru Hisobu.
"Merlin, kenapa kau tidak membantu menjelaskannya kepada mereka?" tanya Shira.
"Maafkan aku pangeran, seperti yang kita tahu kalau dia tidak memiliki energi sihir sejak awal"
"Dan ketika dia pertandingan tiba-tiba saja dia dapat menggunakan kekuatan sihir yang dahsyat"
"Jelas itu akan membuat semua orang bertanya-tanya, apalagi mereka tidak mengetahui banyak hal tentang sihir," jelas Merlin.
"Lalu bagaimana?" tanya Shira lagi.
"Sebenarnya ada sesuatu yang ingin aku cari tahu juga darinya," jawab Merlin.
"Jadi untuk ujian yang mereka minta, akulah yang akan bertanggung jawab," lanjutnya.
Setelah mendengar penjelasan dari Merlin kalau dia yang akan bertanggung jawab, Shira pun menjadi tenang dan lega.
"Baiklah kalau begitu," jawab Shira.
"Yuuta, kau tenang saja, semua akan baik-baik saja," ucap Shira yang kembali tersenyum.
__ADS_1
"Lagi pula dari pada ujian, akan lebih tepat jika disebut sebagai latihan tambahan," ujar Merlin dengan senyuman yang terlihat ambisius di wajahnya.