Ruler Of Night

Ruler Of Night
Chap 21. Waktunya


__ADS_3

Pertandingan masih terus berlanjut, dan sudah banyak dari para murid akademi yang mendapatkan giliran mereka untuk bertarung satu lawan satu di atas arena.


Beberapa pertandingan sudah berakhir dan aku melewati itu semua untuk menemani Rin dan memastikan keadaannya baik-baik saja.


Saat ini kedua murid yang tengah berhadapan di atas arena adalah mereka dengan nomor urut tujuh belas dan delapan belas, itu artinya sebentar lagi adalah giliran ku untuk turun ke arena.


"Hei Oda, ayo kita ke ruang perawatan, aku yakin Rin sudah pulih saat ini," ucap Shira mengajak Oda.


"Ah iya, kau benar Shira, ayo kita ke sana," sahut Oda yang seakan sulit untuk mengalihkan perhatiannya pada pertandingan.


Shira hanya tersenyum dan sedikit menggelengkan kepalanya, melihat kelakuan Oda.


Namun saat mereka berdua akan beranjak pergi, Aku dan Rin sudah lebih dulu sampai di bangku penonton tempat mereka berada.


"Hey, kalian mau kemana?" tanyaku yang datang secara tiba-tiba.


"Yuuta! Rin! ku kira kalian masih di ruang perawatan," sahut Shira yang terkejut.


"Syukurlah kau sudah pulih ya, Rin?" lanjutnya memastikan keadaan Rin.


"Iya, maaf sudah merepotkan kalian," jawab Rin yang merasa tidak enak kepada kami.


"Tidak ada yang merasa direpotkan olehmu Rin, benarkan Yuuta?" ucap Shira sembari melirik ke arah ku.


"Ahaha, tentu saja," sahut ku dengan tertawa kecil sembari mengelus kepala.


Namun seketika aku tersadar dengan keberadaan Oda di belakang Shira,


yang terlihat sangat fokus memperhatikan pertandingan di atas arena.


"Hey Oda! apa yang kau lihat sampai tidak menyadari kami di sini," tanyaku.


Mendengar suara ku yang cukup keras, sontak membuat Oda terkejut dan melihat ke arah kami bertiga.


"Oh!? Yuuta! kau sudah kembali?" tanya Oda.


"Rin! apa kau baik-baik saja?" lanjutnya menanyakan keadaan Rin.


Rin hanya diam dan tersenyum sembari menganggukan kepalanya dengan pelan.


Sementara aku mulai memperhatikan ke dalam arena pertandingan, karena penasaran dengan apa yang dari tadi Oda perhatikan di sana.


Terlihat dua orang murid perempuan yang tengah bertanding di sana, dan aku merasa tahu tentang apa yang membuat Oda sangat tertarik dengan pertandingan saat ini.

__ADS_1


"Pantas saja dari tadi kau hanya memperhatikan ke dalam arena pertandingan,


ternyata ada dua murid perempuan yang sedang bertanding ya?" ujar ku dengan tersenyum sinis mengejek Oda.


"Tidak! bukan begitu, aku hanya kagum dengan kelincahan dari gerakan mereka," ucap Oda yang mencoba untuk memberi penjelasan.


"Kau tidak bisa berbohong di depan ku Oda," ucap ku sembari merangkul Oda dengan tangan kiri ku, dan mengacak rambutnya.


"Aduh! hey, hentikan Yuuta, aku tidak berbohong," ujar Oda.


Rin dan Shira hanya diam dan menertawakan kelakuan kami berdua.


*TENG!!!


Lonceng telah dibunyikan, tanda pertandingan antara kedua murid perempuan tersebut akhirnya selesai.


Pertandingan antara kedua gadis dari Class Ranger dan Valkyrie tersebut telah berlangsung cukup lama, dan akhirnya Guru Hisobu mengumumkan gadis dari class Ranger sebagai pemenangnya.


Semua murid pun bersorak dengan keras untuk memberikan dukungan dan apresiasi kepada mereka.


Saat keadaan di atas arena sudah normal kembali, Guru Hisobu kembali memberikan pengumuman tentang pertandingan selanjutnya.


"Untuk pertandingan selanjutnya, murid yang mendapatkan nomor 19 dan 20 silahkan bersiap untuk masuk ke dalam arena pertandingan!" ucap Guru Hisobu.


Aku yang baru saja kembali dari ruang perawatan pun dibuat terkejut oleh pengumuman tersebut.


"Akhirnya," ujar Shira yang seakan menantikannya.


"Berjuanglah, Yuuta!" ucap Rin.


"Baiklah semuanya, aku akan turun dan bersiap untuk bertanding," ucap Ku dengan semangat.


"Jangan sampai kalah Ya!" ucap Oda.


"Tunjukkan kekuatan mu pada mereka, Yuuta!" ucap Rin yang terlihat sangat bersemangat.


"Aku yakin kau pasti bisa," ucap Shira dengan penuh kepercayaan.


Aku menganggukan kepala dan bergegas pergi dari bangku penonton untuk melakukan persiapan bertanding.


Setelah belajar dan berlatih selama dua tahun di akademi kerajaan, akhirnya aku mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kepada semua orang di sini.


"Akan ku perlihatkan hasil dari latihan ku selama ini," batin ku.

__ADS_1


Beberapa menit berlalu, dan kedua murid yang akan bertanding sudah siap untuk memasuki arena.


"Aku tidak sabar ingin melihat pertarungan Yuuta!" ujar Oda dengan semangat yang membara.


"Ya! Aku juga," sahut Shira.


"Baiklah! ini adalah pertandingan yang ke sepuluh dari dua puluh lima pertandingan yang akan dilakukan hari ini," Ucap Guru Hisobu dengan lantang.


"Dan mungkin di pertandingan kali ini akan sangat menarik," lanjutnya dan bergegas naik ke atas lantai dua arena pertandingan.


Sesaat setelah Guru Hisobu beranjak pergi dari arena, akhirnya kedua murid yang akan bertanding kali ini pun mulai menunjukan diri mereka masing-masing dan memasuki arena pertandingan.


Aku berjalan pelan memasuki arena pertandingan dengan membawa sebilah pedang katana di sebelah kiri ku, dan zirah ringan yang diberikan kepada setiap murid untuk melindungi tubuh.


"Yuuta! jangan sampai kalah ya!" teriak Oda dari atas bangku penonton.


"Berjuanglah, Yuuta!" lanjut Rin yang ikut menyemangati ku.


Semua murid bersorak-sorai setelah kedua murid yang akan bertanding mulai memasuki arena, tetapi ada juga yang bertanya-tanya tentang diriku dan meragukan kemenangan ku.


"Bukan kah dia adalah anak yang tidak memiliki kekuatan sihir itu? aku yakin dia akan kalah," ucap seorang murid laki-laki kepada teman di sebelahnya.


"Ya, apa lagi saat kita tahu siapa yang akan dia hadapi," balas temannya.


Tampak seorang murid laki-laki dari class Ranger yang terlihat sangat kuat dengan sepasang pedang pendeknya, dan dia adalah Kirei.


Orang yang sangat membuat ku kesal karena kesombongan nya, dan bersikap sesuka hati kepada setiap murid di akademi.


"Hei Shira, apa aku salah lihat atau orang itu adalah Kirei ?" tanya Oda.


"Kau benar, orang yang akan berhadapan dengan Yuuta itu adalah Kirei," jawab Shira.


"Tcih-!"


Mengetahui kalau Kirei yang akan berhadapan dengan ku,


membuat Oda dan juga Rin merasa sangat kesal seakan ingin ikut untuk menghajarnya.


"Ahahaha! Aku sama sekali tidak menyangka, kalau kau yang akan menjadi lawan ku," ujar Kirei yang tertawa menyeringai.


"Aku juga awalnya khawatir tentang siapa yang akan ku hadapi. Tapi setelah mengetahui kalau kau orangnya, aku sama sekali tidak lagi khawatir tentang itu, " Balas ku dengan tersenyum sinis.


"Dasar bocah! kau seharusnya tahu tentang perbedaan kekuatan kita, tanpa kekuatan sihir kau tidak akan bisa mengalahkan ku!" kesal Kirei.

__ADS_1


"Kekuatan tanpa akal, bagaikan babi di hutan belantara," ujar ku dengan sedikit angkuh.


"Sialan! akan ku buat kau menyesali perbuatan mu!" balas Kirei yang terpancing emosi.


__ADS_2