
Aku melakukan setiap apa yang di instruksikan oleh Merlin, dan dia juga memberikan banyak pertanyaan padaku.
Kemudian Merlin mengeluarkan sesuatu yang berbentuk seperti bola kristal.
"Merlin, jika tidak salah itu adalah-," ucap Shira yang tak sempat menyelesaikan perkataannya.
"Ya, ini adalah bola sihir," jelas Merlin.
"Benda yang sama digunakan pada saat kalian pertama memasuki akademi"
"Tentunya kalian sudah tahu kalau bola sihir ini dapat mengetahui kapasitas Mana seseorang, dari aliran energi ditubuh orang yang menyentuhnya" lanjut Merlin.
"Lalu, apa yang akan kau lakukan dengan itu?" tanya Shira.
"Yuuta, letakanlah tangan mu di sini," ucap Merlin memintaku untuk memegang bola sihir itu.
"Baiklah," sahut ku sembari menghampiri Merlin dan meletakan kedua tanganku di atas bola sihir tersebut.
Tidak ada apapun yang terjadi ketika aku memegang bola sihir itu, hasil yang sama seperti pada saat pertama kali aku memegangnya.
"Kenapa tidak terjadi apa-apa?" tanya Shira.
"Itu karena memang dia tidak memiliki energi sihir sama sekali di dalam tubuhnya," jelas Merlin.
Seketika aku termenung dan sedikit menundukkan kepala, karena hal itu seakan mengingatkan ku kalau aku ini lemah.
"Dan juga dia sudah menggunakan seluruh energi alam yang dia serap," lanjut Merlin.
"Yuuta, lepaskan bola sihir ini dari tanganmu," ucap Merlin.
Akupun langsung menurunkan tanganku dari atas bola sihir itu.
"Sekarang coba kau serap kembali energi alam yang ada di sekitar sini," lanjutnya memberikan arahan.
"Eh? baiklah, mungkin ini akan agak lama," ucapku.
"Tidak apa, aku akan menunggu," sahut Merlin tersenyum.
"Tapi, kita ini sedang berada di atap kan? kenapa disini tidak terasa panas? padahal sinar matahari mengarah langsung pada kita," tanyaku merasa sangat heran.
"Itu kerana penghalang yang ku ciptakan untuk sedikit mencegah sinar matahari yang masuk secara berlebihan," jelas Merlin.
"Luar biasa," gumam ku terkagum.
"Baiklah, aku akan memulainya," lanjut ku.
Kemudian aku mengambil posisi yang nyaman untuk melakukan konsentrasi tinggi, dengan duduk bersila di tengah hembusan angin yang cukup sejuk.
"Merlin, apa yang sebenarnya ingin kau lakukan?" tanya Shira.
"Aku akan menunjukan perbedaan antara energi sihir dan energi alam padanya, aku juga akan sedikit mengasah kemampuannya dalam mengendalikan kekuatan itu," jawab Merlin.
"Kekuatan itu memang sangat dahsyat, aku sendiri telah melihatnya saat Yuuta menghempaskan tubuh Kirei hanya dengan sekali serangan," ujar Shira.
__ADS_1
"Yang kau lihat pada saat pertandingan kemarin itu hanyalah sebagian kecil saja dari kekuatan energi alam, potensi sesungguhnya jauh lebih kuat dari pada itu," jelas Merlin.
"Aah, Merlin kau tahu banyak ya? apa kau sudah hidup selama ratusan tahun?" ucap Shira dengan pertanyaan konyolnya.
Mendengar pertanyaan itu membuat Merlin sedikit tersinggung.
"Dasar tidak sopan," ujar Merlin sembari membuang muka.
"Ahaha, maaf Merlin aku hanya bercanda," ucap Shira sembari mengelus kepalanya.
"Humu~," sahut Merlin yang kemudian kembali tersenyum.
"eh?!" gumam Shira yang merasa heran dengan sikap Merlin.
*****
Hal yang tidak diketahui semua orang, bahkan dia sendiri tidak pernah memberitahukannya kepada sang raja.
Namun Raja-raja terdahulu memiliki pemikiran yang sama tentangnya, kalau Merlin itu sebenarnya adalah penyihir yang memiliki keabadian.
Di setiap buku yang ditulisnya tentang kerajaan Luxion, selalu terdapat seorang penyihir yang tidak disebutkan namanya.
Berawal dari raja pertama kerajaan Luxion yaitu yang mulia raja Edward, yang rumornya kalau dia adalah sosok raja dari seluruh ras manusia pada saat perang besar terjadi 500 tahun yang lalu.
Satu-satunya manusia yang mencapai kerajaan langit dan diakui oleh ke-empat Arch Angel, dan juga disegani oleh pemimpin dari berbagai ras.
Dengan kekuatan Holly nya yang begitu luar biasa, dan begitu banyaknya senjata suci yang ia miliki.
Dengan didampingi orang kepercayaan nya dia memimpin seluruh pasukan manusia dan juga Elf, seorang penyihir yang sangat hebat dengan kemampuannya mengendalikan sihir ruang dan waktu.
*****
Aku membuka mataku dan menatap ke arah Merlin dan juga Shira, menandakan kalau aku sudah cukup memiliki energi alam.
"Apa kau sudah selesai?" tanya Merlin.
"Ya, ku kira ini sudah cukup," jawab ku.
"Kalau begitu kemarilah dan letakan tanganmu kembali di atas bola sihir ini," Ucap Merlin.
"Baiklah," sahut ku yang kemudian bangkit dari tempat dan menghampiri mereka.
Merlin menyodorkan bola sihir itu lagi pagi padaku, dan aku kembali meletakan kedua telapak tanganku di atasnya.
"Sekarang coba kau alirkan energi itu ke pada bola sihir ini," ucap Merlin.
"Emh!" jawabku dengan mengangguk.
Aku mulai memfokuskan energi itu di kedua tanganku, dan mengalirkannya kepada bola sihir tersebut.
Dan benar saja, tiba-tiba bola sihir itu bereaksi dengan mengeluarkan cahaya putih yang perlahan menyilaukan.
"Apa kau merasakan getarannya?" tanya Merlin.
__ADS_1
"Ya, apakah itu buruk?" tanyaku balik.
"Tidak, itu adalah efek dari energi yang kau alirkan dengan kuat," jelas Merlin.
"Tapi aku melakukanya dengan perlahan," bantahku.
"Ya, tapi memang begitulah energi alam, tekanan dan alirannya jauh lebih kuat dari pada energi sihir biasa," jelas Merlin.
Kemudian aku berhenti mengalirkan energi itu, dan menurunkan kembali kedua tanganku dari bola sihir tersebut.
"Sekarang kita sudah tahu dan terbukti, kalau kekuatan yang kau gunakan itu adalah energi alam!" jelas Merlin dengan tersenyum lebar.
"Jadi, apa aku bisa ikut ujian bertahan hidup nanti?" tanyaku.
"Ya, tentu saja," jawab Merlin.
"Hiyyaaah!!!" teriak ku merasa sangat senang.
"Kau berhasil Yuuta!" ujar Shira yang ikut merasa senang.
"Ahahaha"
"Hahahaha"
Aku dan Shira tertawa gembira bersama, merayakan keberhasilanku atas ujian itu.
"Tapi, ada satu hal yang ingin ku tanyakan padamu," ucap Merlin.
"Ha? apa itu?" tanyaku.
"Element apa saja yang bisa kau gunakan dari energi alam itu?" tanya Merlin.
"Element? aku tidak memilikinya," jawabku yang tidak tahu apa yang dimaksud oleh Merlin.
"Element dasar sihir, seperti yang kau lakukan tadi pada saat menghancurkan penghalang itu dengan menggunakan element sihir angin," ucap Merlin.
"Sebenarnya aku sama sekali tidak tahu tentang itu, aku hanya memusatkan energi itu di kepalan tangan kanan ku, lalu aku melepaskannya dengan sekuat tenaga," jelasku.
"Jadi kau masih belum tahu ya? baiklah, aku akan memberikan sedikit pelajaran padamu," ucap Merlin.
"Benarkah? wah! aku sangat senang mendengarnya!" ujarku.
"Seperti yang ku katakan, energi alam adalah energi netral, dan kau bisa mengubah energi itu menjadi suatu element sihir yang kau inginkan," jelas Merlin.
"Api, air, angin, dan tanah, semua itu adalah empat element dasar dari kekuatan sihir di dunia ini"
"Namun berbeda dengan energi alam, dia bukan hanya memiliki empat element saja"
"Tetapi dia memiliki lima element dasar, yaitu Api, air, angin ,tanah dan petir," Lanjutnya.
"Wah, aku sama sekali tidak tahu tentang itu," ujarku.
"Yuuta, jika kau benar-benar sudah menguasai energi alam sepenuhnya, maka kau akan bisa menguasai kelima element tersebut sesuka hati"
__ADS_1
"Dan bukan hanya itu, bahkan kau bisa menggabungkan dari beberapa element itu dan menciptakan sebuah element baru"
"Seperti Es, Lava, Kayu, dan juga yang lainnya," jelas Merlin.