
Sudah selama sebulan Ica berada dirumah menyiapkan semua keperluan Angga ke Rumah Sakit, menyiapkan sarapan juga makan malam..
Menikmati masa-masa dia sudah benar-benar menjadi seorang istri..
Saat Ica bangun dan akan menyiapkan keperluan Angga tiba-tiba perutnya sangat mual..
Ica langsung berlari menuju kamar mandi
Uwek,, Uwek,,
Ica memuntahkan cairan dalam perutnya..
Angga pun langsung terbangun dan menuju kamar mandi,, dilihatnya Ica sudah terduduk lemas diatas lantai dengan wajah yang sangat pucat dan keluar keringat diwajahnya..
" Astagfirullah,, Sayang,, muka kamu pucat banget,,
Lagi-lagi Ica merasa mual dan langsung muntah Angga yang melihatnya pun merasa tidak tega..
Setelah beberapa saat Ica sudah tidak muntah Angga membawanya kembali ke ranjang..
Ica duduk dengan bersender ditepi ranjang..
" Masih mual Sayang,, ucap Angga dengan mengusap lembut perut Ica
Ica hanya mengangguk..
" Kamu tunggu sebentar,,
Angga terlihat membuka laci mejanya dan mengambil sesuatu..
" Kamu coba tes ya Yank, kamu juga udah telat kan,, ucap Angga dengan menyerahkan tespek kepada Ica..
Sebenarnya Angga sudah menyadari perubahan pada diri Ica, mengingat sikap Ica yang terlihat lebih manja dan sensitif beberapa hari ini dan juga Ica yang memang sudah telat datang bulan..
Ica berjalan menuju kamar mandi dan Angga pun menunggu di depan pintu..
Entah berapa menit Ica berada di dalam dan belum juga keluar,,
Angga mulai terlihat khawatir..
Tok,, tok,, tok,,
" Sayang,, kamu gapapa kan?
Tidak ada jawaban namun pintu terbuka..
Ica keluar dengan membawa tespek dan terus memandanginya..
Ica memberikannya kepada Angga..
Terlihat Sebuah garis 2 namun masih samar,
Angga tersenyum dan langsung memeluk Ica sedangkan Ica hanya diam dan menangis dia masih belum percaya dengan apa yang dilihatnya..
" Sayang,, kamu liat ini ucap Angga dengan menunjukan tespek itu..
Ica hanya mengangguk dan terus menangis..
__ADS_1
" Mas,, aku hamil Mas,, Aku Hamil ucap Ica dengan terus terisak..
Angga terus memeluknya tanpa sadar pun Angga ikut menangis bahagia..
Tiba-tiba Ica kembali merasakan mual di perutnya dengan segera berlari masuk ke dalam kamar mandi dan lagi-lagi hanya memuntahkan cairan..
Angga langsung mengikat rambut Ica dan memijat tengkuk lehernya..
" Sayang, kita ke Rumah Sakit ya..
Ica hanya menggeleng dan bersender di dada Angga, matanya terpejam dan keluar keringat dingin..
Angga langsung membopongnya dan membawanya kembali ke ranjang..
Angga turun dan menuju dapur untuk membikinkan teh anget juga bubur..
Setelah selesai dia kembali ke atas dengan membawa nampan..
Ica masih tertidur, Angga mendekatinya..
" Yank,, bangun makan dulu yu biar perutnya ada isinya..
Ica membuka matanya langsung Angga membantunya untuk duduk..
Baru satu sendok Ica makan langsung kembali memuntahkannya,,
Angga benar-benar merasa khawatir dengan kondisi Ica yang seperti ini tidak ada makanan sedikit pun yang masuk sedangkan dia terus merasa mual dan muntah..
" Yank, inpus aja ya biar ada cairan yang masuk,, kamu gag mau minum juga makan..
" Tapi yank,, kamu lemes kayak gitu,,
" Aku mau tiduran aja Mas, Mas jangan pergi Mas temeni aku disini..
" Ya Udah kamu istirahat ya, Mas temenin kamu disini..
Setelah merasa Ica sudah tertidur Angga langsung menghubungi Laras juga Mamah Wijaya..
*******
Tidak lama Kedua orang tua mereka datang begitupun dengan Laras yang langsung datang setelah Angga menelponnya
Dengan segera Laras mengecek badan Ica yang sebelumnya Angga telah memperlihatkan tespek..
" Gapapa,, kehamilan Ica baru masuk 4minggu dan ini wajar dialami oleh ibu hamil Ga,, Lo gag usah khawatir ucap Laras
" Tapi Ras, Ica gag mau makan atau minum dia langsung muntah begitu ada yang masuk diperutnya..
" Sayang,, Dulu Mamah juga sama seperti itu bahkan lebih parah, Mamah sama sekali gag makan dan yang lebih parah Mamah gag mau liat papah kamu.. Ucap Mamah Wijaya
Angga tidak menjawab dan hanya mengenggam tangan Ica dan melihat wajah Ica yang pucat sedangkan tangan Ica satunya diinpus..
" Ya Udah gue balik dulu, kalo Lo butuh apa-apa langsung telp gue.. Ucap Laras
" Ok, thanks ya Ras..
Setelah Laras pamit tidak lama kedua orang tua mereka juga pamit..
__ADS_1
Kini tinggal Angga yang duduk menemani Ica,
Angga sama sekali tidak meninggalkan Ica dan dia pun juga sama sekali tidak sarapan..
Ica terbangun dan menatap Angga yang sedang telpon di balkon,,
Ica duduk di tepi ranjang karena merasakan laper diperutnya,,
Angga menutup telponnya dan kembali masuk ke dalam kamarnya..
" Sayang,, kok bangun,,
" Aku laper Mas,,
" Kamu pengin makan apa Yank,,
" Aku pengin makan sanwich sama omlet buatan kamu,,
" Ya Udah Mas bikinin dulu ya,,
" Aku ikut Mas,,
Angga pun mencopot Inpus ditangannya dan membantu Ica berjalan..
" Kamu tunggu disini ya, Mas buatin sebentar
Ica mengangguk dan hanya menatap Angga yang sedang memasak..
Setelah selesai Angga menghampiri Ica dengan piring berisi sanwich dan omlet,,
Ica tersenyum melihatnya dan langsung menyantapnya,,
" Sayang, pelan-pelan makannya,, ucap Angga sambil membersihkan sisa dimulut Ica..
" Kenyang,, ucap Ica setelah memakan semuanya,,
" Minum susunya dulu,, ucap Angga sambil memberikan segelas susu hamil..
Ica meminumnya dengan sekali tenggak..
Angga tersenyum melihat Ica yang sudah mau makan, dia pun akan membuatnya terus agar ada makanan yang masuk di perut Ica..
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Raiders Kesayangan,, 💖💖
Kalian pada nunggu Up ya.. 🙏🙏
Maaf Author barus semper Up.. 😢😢
Ikuti terus Ceritanya..
Like Vote komen kalian dong
Love You All
💋💋💋
__ADS_1