Sahabatku Selingkuhan Pacarku

Sahabatku Selingkuhan Pacarku
Part 34


__ADS_3

Keesokan Harinya,,,


Ica yang masih terlihat sedih juga mata yang masih sembab pun keluar kamar dan menunju meja makan,,


Disana sudah ada Bu Nia yang sedang membantu Bi Siti menyiapkan sarapan,,,


" Pagi Bu,, sapa Ica menarik kursi dan duduk


" Pagi sayang, kamu udah enakan hari ini ucap Bu Nia yang menghampiri Ica duduk


Ica tersenyum dan menganggukan kepalanya,,


Akhirnya mereka sarapan bersama tapi Ica hanya sedikit memakannya,,


Bu Nia yang terus memperhatikan anaknya,,


" Ca, sarapannya dimakan jangan cuma diliat aja,,


" Ica gag nafsu Bu,,,


" Ibu tau perasaan kamu, tapi kamu harus jaga kesehatan Ca,, Ibu gag mau kamu kenapa kenapa,,


" Ica gapapa bu, ya Udah Ica berangkat ya Bu,,


" Ica tunggu Ibu mau tanya sesuatu boleh??


Ica pun kembali duduk & mengangguk tanda setuju,,


" Apa rencana kamu Ca?? terus hari ini kamu gapapa masuk kerja Ibu kawatir sama kamu


" Ica gapapa Bu,


Ica bakal tanya semuanya dengan Mas Bagas hari ini Bu,, biar semua jelas ucap Ica dengan mata yang mulai berkaca kaca,,,

__ADS_1


" kamu yakin??


" Iya bu, Ica udah mikirin semua semalem,,


Setelah mereka berbicara dari arah depan Bi Siti menghampiri mereka di meja makan


" Maaf Non Ica, taxinya sudah datang..


" Iya bi makasih,


Ica pun berdiri & pamit kepada Bu Nia


" Bu, Ica berangkat dulu ya sambil mencium tangan Bu Nia,, Assalamualaikum...


" Waalaikumsalam,, hati hati Ca,,,


Akhirnya Ica berangkat dengan hati yang sedikit sesek,,


********


Lagipula Diana sudah mendingan,,


Walaupun Diana keberatan tapi akhirnya mengijinkan,,


Bagas kembali ke kamarnya untuk bersiap siap, karena sebelumnya Bagas sudah ijin berangkat sedikit terlambat,,


Ica yang sudah sampai depan kantor pun terlihat diam, entah apa yang bakal terjadi selanjutnya dengan hubungannya,,


Dengan langkah yang berat akhirnya Ica berjalan masuk & menuju ruangannya,,


Kantor masih terlihat sepi, dan Ica pun belum melihat motor Bagas terparkir,,


Ica berusaha menutupi semua perasaannya saat ini, Ica bersikap profesional dalam bekerja,,

__ADS_1


Dy pun mulai membuka berkas dan mulai pekerjaannya,,


"Cekleeeet,,, pintu ruangan terbuka dan terlihat Sinta berjalan ke mejanya,,


" Kamu udah sampai ternyata Ca, ucap Sinta yang melihat Ica sudah bermain leptopnya,,


" Hemm,, jawab Ica singkat tanpa memangdang Sinta


Sinta yang melihat Ica sedikit berbeda pun alhirnya mendekatinya,,


" Ca, kamu gapapa? kenapa mata kamu sembab?? Sore kamu jadi ke kost Bagas??


Ica yang semula hanya melihat ke leptop akhirnya memandang Sinta,,


" aku gapapa Sin, sore aku jadi ke kost mas Bagas,, ucapnya singkat


" Terus?? Kenapa kamu jadi kayak gini,,


" Nanti aku ceritain, aku masih harus menyelesaikan ini (sambil menunjuk salah satu Map yang dipegangnya)


" ya Udah janji ya kamu cerita sama aku, oya Mba Diana masih ijin katanya belum bisa masuk, dya ada ijin ke kamu kan Ca??


Mendengar nama Diana disebut hati Ica langsung sesak mengingat semuanya,, tapi Ica berusaha tenang karena dy gag mau berfikir negatif dulu sebelum menanyakannya langsung dengan Bagas,,


Dy pun belum mau menceritakan semuanya kepada Sinta sahabatnya, dy baru akan menceritakannya setelah semuanya jelas..


" Iya dy ada Ijin ke aku Sin,


Jawab Ica bohong,,,


Dan mereka pun melanjutkan pekerjaannya,,


Perasaan Ica yang campur aduk saat ini menjadikannya sedikit tidak bisa konsentrasi dalam bekerja,,

__ADS_1


Tapi Ica berusaha menutupi perasaannya & bekerja seperti biasa,,


__ADS_2