
Ica keluar kamar setelah sebelumnya dia mengeringkan rambutnya terlebih dulu karena dia tidak enak jika mereka tau dia dan Angga telah melakukan hubungan..
Sedangkan Angga sendiri sudah terlebih dulu turun..
Terlihat di bawa sudah ada Laras juga Sinta yang bermain dengan Keyla sedangkan para laki-laki terlihat sedang menyiapkan bahan untuk Barbeque disamping rumahnya..
Ica berjalan menghampiri mereka..
" Hei, Ras,, Sin,, kalian udah sampai..
" Hei Ca,, udah barusan..
Ica pun ikut duduk dikarpet dan bermain dengan Keyla..
" Sin,, kamu kapan nikahnya ucap Bu Nia
" Insya Allah bulan depan Bu,, doain ya bu semoga lancar..
" Pasti dong,, ibu akan selalu Doain buat kalian..
" Lo,, Sinta mau nikah sama sapa kok Mamah gag tau zi,, giliran mamah Wijaya
" Sama Romi Mah,, Emang mamah belum tau ya ucap Ica
" Kalian tu ya, Jahat sama mamah,, berarti hanya mamah yang gag tau ni..
" Maaf Mah,, ini juga dadakan tapi Sinta juga minta doanya mah..
" Pasti dong,, kita para orang tua pasti akan selalu mendoakan yang terbaik untuk anak-anaknya iya kan Jeng..
" Pasti dong jeng,,..
Merekapun asik mengobrol namun tiba-tiba Keyla menangis..
" Lo,, anak mommy kenapa nangis Nak,, ucap Ica dengan menggendong Keyla
" Mungkin dia haus Ca,, udah kamu kasih Asi dulu gih ucap Bu Nia
" Ya udah bentar ya,,
Ica pun berjalan masuk ke dalam kamarnya untuk menyusui Keyla Karena memang Keyla belum menyusu dari siang..
Ternyata anak mommy haus ya, pantes tadi nangis sayang,, ucap Ica dengan mengusap lembut kepala Keyla yang sedang menyusu..
Tangan mungil Keyla malah bermain rambut panjang Ica dan tersenyum saat Ica mengajak nya ngobrol..
Di samping rumah terlihat Angga, Romi, Bagas juga Papah Wijaya sedang menyiapkan alat bakar karena hari memang sudah sore..
Setelah selesai Angga kembali masuk dan mengambil belanjaannya tadi dia kembali dan meletakkannya di sana..
Angga kembali masuk karena mengingat Ica pasti akan memandikan Keyla dan dia pasti kerepotan..
" Mah, Ica kemana ucap Angga yang melihat Mamah Wijaya berjalan dari dapur
__ADS_1
" Ke kamar tadi Keyla minta nyusu..
" Angga ke kamar dulu Mah,,
Angga pun berjalan ke kamarnya dan benar dugaannya, Ica sedang mencopot baju Keyla untuk memandikannya..
Ica menoleh dan melihat Angga yang berjalan masuk..
" Anak Daddy mau mandi ya,,
" Mas,, tolong lepasin baju Key dulu ya, aku mau siapin air buat mandinya..
" Ya udah kamu siapin dulu, biar Keyla sama Mas..
Ice berjalan menuju kamar mandi sedangkan Angga terlihat melepaskan baju Keyla dengan terus mengajaknya ngobrol dan Keyla terdengar tertawa..
Angga menggendong Keyla menuju kamar mandi..
" Biar Mas yang mandiin Keyla Yank,, kamu siapin bajunya aja deh,,
" Emang Mas bisa,,
" Bisa dong,, Ya kan Keyla,, mandi sama Daddy ya..
Keyla langsung tertawa dan bermain dengan bebek mainan yang berada bak mandinya,,
Ica pun menyiapkan pakaian Keyla dan duduk menunggunya di ranjang..
Tidak lama Angga kembali dan mengeringkan badan Keyla dengan Handuk..
Ica tersenyum menatapnya dan tetap membiarakan suaminya mengerjakannya walaupun memang ini bukan yang pertama kalinya Angga melakukan itu..
Keyla terlihat cantik dengan menggunakan dress berwana peach, rambunya yang dicepit juga menggunakan sepatu warna senada dengan bajunya..
" Anak Daddy udah cantik,, ucap Angga dengan mencium pipi Keyla..
Merekapun turun dan kembali menghampiri mereka,
Ica duduk di sofa bersama Bu Nia juga Mamah Wijaya sedangan yang lainnya terlihat sudah berada di samping rumah..
Hari semakin malam,
Mereka sudah mulai membakar sosis juga nugget, ada juga jagung bakar,,
Sebenarnya Ica ingin gabung namun karena angin yang dingin dan mengingat Keyla dia pun mengurungkan niatnya dan tetap duduk di dalam bersama orang tuanya..
Keyla terlihat tertidur dipangkuan Mamah Wijaya, dan Ica belum berani memindahkannya karena takut belum terlelap..
" Kalo Kamu mau ke samping gapapa Na, biar Keyla kami yang jagain ucap Mamah Wijaya
" Iya Ca, udah sana kamu gabung dengan mereka. Ucap Bu Nia
" Gapapa Mah, Bu,, ya Udah Ica titip Keyla sebentar ya Mah, Bu..
__ADS_1
Ica pun berjalan dan menghampiri Angga yang masih membakar Sosis ditemani Papah Wijaya sedangkan sinta terlihat bersama Romi, Laras bersama Bagas..
" Lo Yank,, Keyla sama siapa
" Keyla tidur, dia sama mamah juga ibu
Angga manggut -manggut dan terus membakar..
" Papah masuk dulu ya, mau nganterin ini buat yang di dalam,,
" Iya Pah,,
" Mas, sejak kapan mereka dekat ucap Ica dengan menunjuk Laras dan Bagas dengan dagunya..
" Mas kurang tau Yank,, kenapa
" Gapapa,, seneng aja kalo Laras udah mau buka hatinya lagi Mas..
" Iya Yank,, Mas juga seneng kalo Laras bisa deket dengan laki-laki biar dia ada yang jaga kan keluarganya jauh..
" Iya Mas,,
Angga pun memberikan sosis yang sudah dibakarnya, Ica pun memakannya namun melihat Angga yang masih membakar Akhirnya Ica menyuapinnya..
Tidak lama Laras dan Bagas menghampiri mereka..
" Ehem,, main suap-suapan gag inget ada kita.. Ucap Laras..
" Ngomong aja Lo pengin disuapin Ras,, ucap Angga
" Kamu mau aku suapin Ras,, ucap Bagas tiba-tiba dan membuat wajah Laras memerah..
" Ya Udah ni, gue udah bakarin,, ucap Angga menyerahkan sosis yang sudah dibakarnya dan terlihat Bagas menerima dan menyuapi Laras..
" Yuk Mas,, kita pergi nanti ganggu yang lagi pendekatan lagi, ucap Ica menggoda.
" Ica,, Apaan zi.. Ucap Laras..
Merekapun masuk dan meninggalkan dua pasang di samping rumahnya..
" Lo Keyla udah tidur ya,,
" Iya biarin dulu Ga, takut dia nangis ucap Bu Nia yang terlihat mengusap bahu Keyla yang tertidur menyamping..
Angga pun duduk disebelah papah wijaya sedangkan Ica duduk di karpet dengan mencium pipi Keyla..
" Pah, Mah, Bu, kalian nginap saja di sini lagian udah malam, ucap Angga..
" Kalo papah terserah mamah kamu aja Ga, ,
" Ya udah kita nginap deh pah, Jeng juga nginep kan ucap mamah wijaya
" Iya lagian masih kangen sama cucu cantik kita.. Ucap Bu Nia..
__ADS_1
Mereka pun terus mengobrol sampai jam 12 malem, sedangkan di luar sudah terdengar suara kembang api namun karena tertidur pulas Keyla tidak merasa terganggu padahal mereka berharap Keyla belum tertidur dan bisa menyaksikan kembang api karena pasti Keyla akan senang..