
Ceklek".. suara pintu terbuka
" Makan dulu Sin, nanti kamu sakit kasihan Ica nanti ucap Diana dengan memberi bungkusan makan buat Sinta..
" Iya mba, makasih ya,,. Aku jadi gag nafsu makan mba kasihan sama Ica di sana sendirian ucap Sinta dengan muka sedikit sedih..
" Kita doain yang terbaik Sin, pasti Ica bisa ngatasi, pasti Ica cepet balik lagi & kumpul sama kita lagi ucap Diana sambil menenangkan Sinta yang terlihat sedih..
Seperti halnya dengan Sinta, Bagas pun terlihat lebih murung..
Memikirkan kekasihnya, keadaan kekasihnya pasti dengan situasi seperti ini Ica bakal lupa dengan kondisi badannya..
" Gas, lo kenapa murung gitu gue liat dari tadi terus kenapa lo gag ke kanti tiba tiba Deni datang dan mengagetkan Bagas yang sedang melamun..
" Gue lagi mikirin Ica Den,,
Kasihan dy, harusnya sore dy bisa balik tapi mundur disana lagi ada sedikit masalah ucap Bagas dengan masih terlihat murung..
" Lo jangan gitu dong, harusnya lo kasih semangat ke Ica bukan lo malah kayak gini kasihan malah Ica nya,,
" Bukan gitu, gue mikirin kesehatan dy Den,, dy pasti lupa makan karena ngurusin masalahnya,,,
" Lo ingetin dy terus dong, lo bisa telp atau kirim pesan ingetin dy buat istirahat juga makan,,
" Pasti Den, thanks ya..
Ya udah kita lanjut lagi aja, ucap Bagas langsung kembali bekerja...
Sinta & Diana sesekali terlihat membicarakan konsep desainnya juga mereka mengerjakan beberapa berkas yang Ica tinggalkan..
__ADS_1
Biasanya selalu Ica yang memberi Ide atau selalu membantu mereka kalau mereka bingung seperti saat ini Sinta & Diana terlihat kesulitan mengerjakan berkas yang Ica tinggal,,
Ingin rasanya mereka menghubungi Ica naum diurungkannya,, karena Ica pasti juga lagi sibuk dengan urusannya sendiri..
Dengan mereka berusaha akhirnya bisa menyelesaikannya...
" Huuuft,,, andai Ica di sini pasti ini berkas udah langsung selesai digarap Ica gumam Sinta yang menyandarkan badannya..
Begitupun Diana, mereka terlihat lebih sibuk setelah ditinggal Ica padahal baru sehari Ica ke luar kota,,,
Jam pun menunjukan pukul 16.30 Sinta maupun Diana masih terlihat di dalam ruangannya,,
Bagas yang berjalan melewati pintu Divisi 1 melihat Sinta juga Diana masih belum pulang dan ingat dy belum mengembalikan tempat makan Diana..
Akhirnya Bagas masuk ke ruanga..
" Kalian kok belum pada pulang ucap Bagas dengan menarik kursi didepan Sinta..
Diana yang tadinya bekerja jadi salah tingkah karena melihat Bagas masuk keruangan mereka,,
" Bentar lagi Gas ini masih tanggung bentar lagi kelar jawab Sinta dengan masih mengeti keyboad leptopnya,,
Oya Ica udah ngabarin kamu kalo dy mundur pulangnya lanjut Sinta,,,
" Iya, siang dy telp aku, aku jadi kepikiran dengan kesehatannya Sin, dy selalu lupa makan kalo lagi sibuk,,
Apa udah ada kabar lagi dari Ica, tambah Bagas
" Tadi zie dy WA katanya pemilik laham sudah bisa diajak ngobrol mudah mudahan bisa segera selesai dan Ica bis balik,,
__ADS_1
" Mudah mudahan besok dy pulang deh,,
" kamu kangen ya Gas, baru aja sehari goda Sinta yang melihat Bagas murung..
" Pasti lah Sin,
Oya lupa, ini Di makasih ya masakan kamu enak ucap Bagas sambil mengembalikan tepak makan milik Diana..
Diana yang dari tadi cuma diam mendengarkan kedua orang didepannya ngobrol, hatinya cemburu saat Bagas mengatakan kalo dy kangen juga cemas dengan Ica,,
Sampai sampai Bagas yang memanggilnya pun tidak dy dengarkan,,
" Di, kamu nglamun apa zie ucap Bagas
" Oh ya gapapa, oh ya sama sama Gas makasih ucap Diana singkat..
" Yaudah aku duluan ya ucap Bagas meninggalkan mereka..
Rasa bingung Sinta pun bertambah karena melihat Bagas balikin tempat makan Diana juga kejadian dari pagi,,
Diana yang merasa Sinta menatapnya langsung berdiri dan ijin pulang karena dy pasti Sinta bakal menanyakan semuanya,,
" aku duluan ya Sin,,
Kamu juga udah kelar kan,,, dah,,,
Ucap Diana sedikit berlari meninggalkan ruangannya..
Sinta menghela nafasnya masih bertanya tanya dengan sikap Diana, akhirnya dy pun meninggalkan ruangan setelah membereskan berkas juga menutup pintu ruangannya..
__ADS_1