Sahabatku Selingkuhan Pacarku

Sahabatku Selingkuhan Pacarku
Part 45


__ADS_3

Keesokan Paginya,,


Ica sudah merasa membaik akhirnya berencana masuk kerja karena sudah seminggu ijin,,


Dengan segera Ica bangun dan menuju kamar mandi, setelah beberapa menit akhirnya dy keluar dan mengambil baju kerjanya,,


Dy bersiap dan berjalan keluar kamar,,


Bu Nia yang sedang membantu Bi Siti merasa kaget melihat Ica yang sudah berdiri dengan pakaian rapi,,


" Sayang, kamu udah mau masuk kerja?? tanya Bu Nia dengan masih menyiapkan sarapan,,


" Iya bu, Ica gag enak kelamaan bolos kasihan nanti Sinta yang ngerjain semua,,


" Tapi kamu baru sembuh Ca,, besok besok lagi aja ya kamu baru masuk Kerjanya,,


" Ica sudah sehat Bu,, Ica gapapa Ok,,


" Kamu serius sudah mau masuk kerja?? Kamu gapapa?? karena Bu Nia masih khawatir dengan masalah Ica,,


" Ica gapapa Bu, Ibu tenang aja ya,,


Ucap Ica dengan tersenyum dan Bu Nia pun tersenyum dan mengelus kepala Ica,,


Ica berangkat dengan diantar supir karena Bu Nia tidak mengijinkan Ica berangkat naik taxi,,


Sejujurnya Ica masih belum siap untuk ketemu Bagas atau Diana, karena hatinya masih terasa sesak mengingat semuanya tapi Ica juga gag mau egois karena perasaanya dy jadi terusan bolos kerja,,


Mobil Ica sudah sampai di depan Kantor,,


Ica menarik napasnya dalam berusaha untuk bisa menjaga perasaannya,,


Ica berjalan menuju ruangannya, semua orang yang melihat Ica menyapanya,,


Ica memang terkenal ramah sehingga banyak yang menyukainya,,


Ica masuk ke dalam ruangannya terlihat Sinta yang juga baru sampai,,


Sinta yang mendengar pintu terbuka pun menoleh,,


" Ica,,, ucap nya dengan berlari memeluk sahabtnya,, kamu udah sehat?? Kok udah masuk zie?,,

__ADS_1


Ica juga memeluk Sinta karena juga merasa kangen,,


" Aku udah sehat Sin, aku gag enak sama kamu,,


" Apa an zie Ca, aku gapapa kok


Setelah mereka berkangen kangenan akhirnya kebalik ke meja masing,,


Tidak berapa lama Diana datang dan langsung masuk,,


Diana memandang Ica, Diana merasa bingung harus bersikap gimana,, tapi sejujurnya dalam Hati Diana tidak senang melihat Ica yang sudah sehat & kembali bekerja, dy takut Bagas bakal kembali dengan Ica,,


Ica pun memandang Diana yang berdiri didepan pintu,,


" Kok berdiri disitu terus mba,,,? Ucap Ica menyadarkan lamunan Diana,,


Diana merasa kaku dan berjalan menuju mejanya,,


" K-kamu udah sembuh Ca ucap Diana sedikit gugup,,


Ica hanya tersenyum membalasnya,,


" Maaf ya aku gag sempet tengok kamu


Mereka pun melanjutkan pekerjaannya,,,


Ica bersikap biasa saja, sedangkan Diana lebih diam dari sebelumnya mungkin dy merasa bersalah atau malah kecewa dengan kesembuhan dan kembalinya Ica ke kantor,


*********


Dirumah Sakit,,


Dokter Angga seperti tidak mempunyai semangat, berbeda dengan saat Ada Ica yang dirawat di Rumah Sakit,,


Dy melamun memikirkan Ica,


Ingin sekali rasanya dy bertemu dengan Ica,, padahal baru 1hari Ica keluar Rumah Sakit dan Dokter Angga sendiri yang mengantarnya pulang,,


Sayangnya Dokter Angga tidak mempunyai no telpon Ica,,


Apa saya coba kerumahnya saja, tapi nant daya harus bicara apa pas sampai disana?? ucap Dokter Angga lirih,,

__ADS_1


Dokter Angga pun terus memikirkan Ica,,


Jam sudah menunjukan pukul 12 siang,,


Ica masih terlihat sibuk dengan berbagai desain dimejanya,,


Dy melupakan kesehatannya, melupakan ucapan Bu Nia juga Dokter Angga yang menyuruhnya untuk tidak cape,,


Sinta yang melihatnya langsung mengajaknya makan, sedangkan Diana sudah pasti duluan karena akan makan bareng Bagas,,


" Ayo makan dulu, kebiasaan kalo udah kerja lupa makan,, kamu baru sembuh Ica,, ucap Sinta dengan menarik tangan Ica,,


" Sin, kamu kok jadi kaya Ibu zie,, beberapa hari ditinggal jadi cerewet banget,, ucap Ica berdiri dari meja nya,,


" Iya lah, aku gag mau kalo kamu sakit lagi nanti semua kerjaan aku yang back up ucap Sinta dengan tersenyum,,


" Oh,, jadi gag iklas ni bales Ica yang pura pura ngambek,,


" Engga engga aku becanda Ica sayang,,


Merekapun terus becanda sampai di depan kantin,,


Ica langsung menghentikan langkahnya saat melihat Bagas dan Diana duduk bersama terlihat Bagas tertawa,,,


Sinta pun mengerti, karena Setiap hari mereka selalu begitu tanpa memperdulikan perasaan Ica,,


" Kita makan diluar aja yuk,, ajak Sinta dengan menarik tangan Ica


" Aku gapapa ya Udah ayo katanya udah laper,, ajak Ica,,


Mereka masuk ke dalam kantin dan melewati kursi dimana Bagas juga Diana duduk,,


Bagas melihat Ica ingin rasanya dy menyapa bahkan memeluk Ica, karena memang dalam hatinya masih ada rasa sayang kepada Ica,,


Sedangkan Ica bersikap biasa, seolah dy tidak pernah ada masalah,,


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


jangan lupa like juga vote nya ya gaes..


Terimakasih

__ADS_1


😍😍😍😍


__ADS_2