Sahabatku Selingkuhan Pacarku

Sahabatku Selingkuhan Pacarku
Part 66


__ADS_3

Waktu terus berjalan dan masih tetep sama Diana masih terus mendiami Ica, begitu pula Bagas yang malah tidak mempan dengan omongan Ica dan terus mengejar Ica,


Namu Ica masih terus menolak Bagas karena bagi Ica Bagas adalah masa lalunya, sedangkan sikap Diana sudah tidak diambil pusing oleh Ica,,


Namun hubungan antara Ica dengan Angga pun semakin erat, Angga berniat membawa Ica bertemu dengan keluarganya,,


Walaupun mereka baru sebulan berpacaran namum Angga sudah mantap untuk menjadikan Ica sebagai istrinya,,


Sore ini seperti biasa Angga sudah menunggu Ica didepan gerbang kantor, Angga terlihat mengeluarkan Hp nya untuk memberi kabar kalau dirinya sudah sampai kepada Ica,,


Ya sore ini Angga sudah berjanji akan membawa Ica kerumahnya, tapi Ica sendiri sengaja tidak tau akan rencananya,,


Flashback


Saat Angga sarapan dengan kedua orang tuanya, tiba-tiba Papah Wijaya berbicara untuk Angga mempertemukan gadis pujaan putranya,,


" Angga, kamu kapan membawa pacar kamu menemui kami?? Ucap Pak Wijaya disela makannya,,


" Iya sayang,, mamah juga penasaran seperti apa gadis yang membuat anak mamah jadi seperti ini?? tambah mamah wijaya


Angga menghentikan makannya dan menatap kedua orang tuanya bergantian sambil tersenyum,,


" Angga janji sore bakal membawa Ica kerumah Pah, Mah,, ucapnya bersemangat


" Baiklah,, mamah akan memasak makanan spesial untuk menyambut kedatangan calon menantu mamah,,


FlashOn


Angga tersenyum saat melihat Ica berjalan kearahnya,


" Hey Mas,, sapa Ica berdiri disebelah Angga


" Hey Yank,, ya Udah yuk,, ajak Angga dengan membukakan pintu mobilnya,,


Dalam perjalanan Ica selalu menceritakan kegiatannya selama di kantor, entah kenapa Angga begitu gemas disaat Ica menceritakannya, mungkin terlihat seperti anak TK yang bercerita kepada Ibunya tapi ini berbeda,, Angga juga selalu bertanya jika Ica tidak bercerita,,


Ica memandang keluar jendela dan merasa heran dengan jalan yang sekarang mereka lewati, ini jalan berbeda untuk kembali kerumah Ica,,


" Mas, kok jalannya beda kita mau kemana??


Ucap Ica penasaran


" Ke rumah Mas sayang,, jawab Angga enteng


Ica membulatkan matanya dengan ucapan Angga, bukan Ica gag mau namun Ica belum siap lagian juga Ica gag membawa apa apa sekarang,,

__ADS_1


" Kok Mas gag ngomong dulu mau kerumah, terus kita gag membawa sesuatu lo Mas, aku belum menyiapkan semua juga,, ucap Ica gugup,,


Angga belum menjawab semua pertanyaan Ica namun mobilnya sudah memasuki pekarangan rumah yang luas dan terlihat rumah mewah disana,,


Jantung Ica terus berdetak, Ica merasa gugu karena baru pertama Ica bertemu dengan orang tua Angga dan melihat rumah yang sangat besar juga mewah menjadikan hati Ica ciut,, Ica takut kalau hubungan mereka tidak direstui,, Ica anak orang biasa sedangkan Angga seorang dokter bahkan anak orang kaya,,


Ica mematung saat Angga membukakan pintu mobilnya,,


Sepertinya sangat berat langkah Ica, jantungnya terus berdetak,


" Sayang,, kok malah bengong,, yuk ucap dengan menggenggam tangan Ica yang terasa dingin karena gugup,,


" Gag usah gugup, Ada Mas disamping kamu ok,, tambahnya,,


" Tapi Mas,, ucap Ica menggantung,,


" Mereka baik kok gag gugup ucap Angga mencairkan suasana agar Ica tidak merasa gugup,,


Ica langsung mencubit pinggang Angga karena bercanda disaat dirinya sedang sangat gugup,,


Seorang pelayan membukakan pintunya dan mebungkukan badannya,,


" Selamat datang Den Angga dan Non Ica,,


Ica merasa bingung kenapa pelayan bisa tau dengan namanya,,


"Jadi ini perempuan yang membuat kamu seperti ini?? ucap Mamah wijaya memandang Ica


Ica terdiam dan menunduk mendengar ucapan mamah wijaya,,


" Cantik sekali pantas saja Angga tergila gila sama kamu sayang,, lanjutnya dengan memeluk Ica,,


Ica merasa kaget, dy kira akan diusir tapi bahkan mamah wijaya memeluknya,,


Angga tersenyum dan mengangguk karena mendapat tatapan dari Ica,,


" Hallo tante,, Ucap Ica masih terlihat gugup,,


" No tante ok,, tapi mamah ucap mamah wijaya,,


" I-iya Ta eh maksud Ica mah,,


Mamah wijaya menggandeng Ica masuk dan meninggalkan Angga yang masih berdiri,,


" Pah, ini menantu kita sudah datang ucap Mamah wijaya kepada Pa wijaya yang sedang duduk diruang tengah

__ADS_1


Deg,


Jantung Ica kembali berdetak karena mendapat tatapan dari Pa Wijaya, dan lagi lagi Ica dibuat kaget dengan tingkah Pa Wijaya,,


"Selamat datang dikeluarga wijaya Nak,, ucap ya sambil berjalan mendekatinya,,


" Halo Om,, ucap Ica dengan mencium tangan papa mertuanya,,


" Papah Sayang,, ucap mamah wijaya disebelah Ica,,


Mereka asik mengobrol diruang tengah, Ica terlihat langsung akrab dengan calon mertuanya terutama papah wijaya,,


Angga semakin bahagia melihat kedekatan mereka,,


Ica melihat palayan yang sedang menyiapkan makan malam dan Ica berniat untuk membantunya,,


" Mah, Ica kedapur ya mau bantu mereka ucap Ica


" Biarkan mereka yang menyiapkan semuanya sayang,, ucap Mamah wijaya


" Gapapa Mah, masakan Ica sangat enak mamah sama papah wajib mencoba ucap Angga tiba tiba,,


" Oya,, kamu bisa masak sayang


" Bisa Mah, ya udah Ica kesana dulu


Mamah wijaya menganggukan kepalanya dan Ica berjalan menuju dapur,,


" Bi, biar Ica yang memasak ya,, ucap Ica saat sudah didalam dapur


" Tapi Non,, ucap salah satu pelayan,,


" Gapapa,, bibi bantu Ica aja,,


Ica memasak dengan lihainya entah dy memasak apa saja dan tercium aromanya sampai keluar,,


Setelah selesai Ica menyiapkan di meja makan, aneka makanan tersedia disana dan semua adalah masakan Ica,,


" Bau nya wangi sekali sayang, ini semua masakan kamu?? Tanya mamah wijaya


" Engga Mah, kan dibantu sama bibi juga.


" Engga Nyonya, semua ini masakan Non Ica bibi cuma ngeliatin aja jawab salah satu pelayan,,


Akhirnya mereka makan, terlihat kedua orang tua Angga sangat menikmatinya begitupula dengan Angga,

__ADS_1


Ica merasa bahagia karena hubungannya dengan Angga juga karena kedua orang tua Angga mau menerimanya,,


__ADS_2