
Seperti biasa Ica berangkat ke Perusahaan lamanya karena masih harus mengecek kinerja Diana,
Sebenarnya Ica tidak tega dengan keputusan Pak Irwan untuk menghentika Diana dari perusahaan namun Ica juga tidak bis berbuat apa-apa karena memang sudah keputusan dari Perusahaan dan mengingat kinerja Diana yang sudah tidak semangat bahkan sering salah dalam mendesain,,
Tinggal 2hari lagi waktu Ica untuk memberi laporan kepada Pak Irwan tentang perkembangan kinerja Diana, Ica sangat bingung disisi lain Diana adalah temannya namun disisi lain memang Diana terlihat malas setiap bekerja bahkan desainnya pun acak-acakan,,
**********
Hubungan Bagas dan Diana masih sama, mereka sudah tidak sering terlihat berangkat bareng atau makan siang bareng,,
Entah gimana kabar hubungan mereka apa masih lanjut atau bahkan sudah putus,,
Diana merasa hubungannya digantung Bagas pun akan menanyakan kejelasan hubungannya,,
Diana mengirimkan Bagas pesan untuk bisa bertemu di Taman belakang kantor pas jam istirahat sebenarnya bisa saja pas pulang kerja namun Bagas selalu menghindar bahkan di kosan pun Bagas tidak pernah mau menemui Diana,,
Dan sekarang Diana sudah duduk di kursi taman menunggu Bagas,
Diana sudah mengirim pesan dan Bagaspun menyetujui untuk menemuinya,,
Bagas menghampiri Diana yang sudah menunggunya,,
Diana tersenyum saat melihat Bagas benar dana menemuinya dan duduk disebelahnya,,
" Gas,, makasih kamu mau temui aku
" Kamu mau ngomong apa zie Di,
" Gas, aku bingung dengan hubungan kita sekarang, kamu cuek bahkan dingin sama aku,, sebenarnya kamu masih anggap aku apa engga??
Bagas mengusap wajahnya, dia sangat frustasi,, dia merasa kasihan dengan Diana namun dia juga gag bisa bohong kalo hatinya masih belum bisa melupakan Ica
" Jawab Gas,, aku cewe dan aku pengin tau status aku sekarang
" aku minta maaf Di, kamu tau kan aku masij belum bisa lupain Ica dan aku juga gag mau terus-terusan bikin kamu sakit hati mending kita Putus aja,,
Air mata Diana langsung menetes dipipinya mendengar ucapan Bagas,,
__ADS_1
" Maksud kamu apa Gas??
" Aku gag mau kamu sakit hati, masih banyak cowo baik diluar sana yang sayang dengan kamu tidak seperti aku yang terus nyakiti kamu,, Maafin Aku Di makasih juga kamu udah baik sama aku selama ini,,
Bagas meninggalkan Diana setelah mengucapkan semuanya dan sama sekali tidak perduli dengan Diana yang menangis karena ucapannya,,
Diana menatap punggung Bagas dan terus menangis, teganya Bagas melupakannya begitu saja setelah apa yang telah Diana perbuat untuknya,,
Kamu jahat Gas, kamu Jahat, kamu tega, ini semua gara - gara Ica ucap Diana di isak tangisnya,,
Diana mengusap air matanya dan berjalan menuju ruangannya, matanya masih terlihat sembab dan hatinya sangat kecewa dengan ucapan Bagas,,
Diana langsung masuk kedalam ruangannya dan menuju meja kerjanya,,
Ica yang menyadari Diana habis menangis pun hanya memandang Sinta, namun Sinta hanya menggidikan bahunya,,
Ingi rasanya Ica menanyakan kenapa kepada Diana namun Ica mengurungkan niatnya,,
Dan memilih melanjutkan pekerjaanya,,
Tiba-tiba pintu ruangan terbuka dan terlihat Yani sekertaris Pak Irwan masuk,,
" Oya Yan, makasih ya,,
Yani mengangguk dan memandang Diana yang terlihat beda
Ica berjalan beriringan dengan Yani,,
" Itu Diana kenapa Ca, kok kaya habis nangis ya
" Gag tau Yan, aku gag berani tanya,,
Ica langsung masuk keruangan Pak Irwan sedangkan Yani kembali ke meja nya,,
Tok,, tok,, tok,,
" Permisi Pa, Bapak manggil saya
__ADS_1
" Oya Ca silahkan duduk, jawab Pak Irwan berjalan duduk di sofa
" Gimana Ca perkembangan Diana??
Inilah yang dangat ditakuti Ica, Pak Irwan pasti akan menanyakan masalah kinerja Diana,, harus gimana Ica sekarang menjawabnya,,
" Ca,, kok kamu malah melamun??
" Oya Maaf Pa, Setelah beberapa hari saya melihat kinerja Mba Diana memang sedikit berantakan pa, desainnya juga tidak sesuai, terus juga kurang semangat dalam bekerja,,
Pak Irwan manggut manggut dengan jawaban Ica, berarti pikirannya selama ini benar,,
" Maaf Pa sebelumnya,, apa Mba Diana tidak bisa dikasih kesempatan lagi?? Saya yakin kok pa sebenarnya Mba Diana mempunyai bakat di bidang desain mungkin sekarang sedang ada pikiran jadi kurang semangat kerja,,
" Tapi Ca,, sudah berapa desain dia kerjakan dan selalu salah, Sinta yang sibuk merevisinya,,
" Tapi Pa,,
" Sudahlah Ca, kamu tidak usah membelanya dan saya sudah yakin dengan keputusan ini
" Maaf Pa,,
" Gapapa kamu juga pasti berpikir gag ena sama dia kan, saya tahu giman kamu Ca,,
Ya udah kamu bisa kembali ke ruangan kamu,,
" Saya permisi Pa,,
Ica keluar ruangan dengan merasa tidak enak setelah berbicara seperti itu tentang Diana namun semua yang diucapkan Ica memang kenyataan, terus sekarang apa yang akan dilakukannya pasti Diana akan lebih marah setelah tau kalo dirinya bakal dikeluarkan dari perusahaannya,,
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Kira-kira gimana reaksi Diana setelah dipecat dari perusahaan setelah juga dirinya diputusi Bagas????? 🤔🤔🤔
Ikuti Terus kelanjutan ceritanya gaes,,
Jangan Lupa terus Like, Vote juga Komen kalian penyamangat Autor
__ADS_1
Love You Raiders
🤗🤗🤗😘