Sahabatku Selingkuhan Pacarku

Sahabatku Selingkuhan Pacarku
Part 120 Pasien Rumah Sakit


__ADS_3

Selama kehamilan Ica sangat membuat Angga bahagia,, walaupun terkadang mood Ica selalu berubah tapi Angga selalu menikmatinya..


Bagi Angga tidak ada yang mudah didapatkan seperti saat dulu dia mencari Ica dan bagaimana dia bisa mendapatkan Ica hingga sekarang sudah menjadi Istrinya..


Sudah seminggu Angga tidak ke Rumah Sakit dia terus dirumah hanya untuk menemani Ica yang memang sama sekali gag mau ditinggal..


Ica hanya mau makan kalo Angga yang memasak juga hanya mau disuapi Angga..


Angga tidak merasa keberatan bahkan dia merasa senang karena bisa sepenuhnya merawat Ica apalagi dengan kehamilan Ica..


Seperti saat ini,


Walaupun dirumahnya ada Bu Nia juga Mamah Wijaya tapi Ica sama sekali tidak mau keluar kamar dan ngobrol dengan mereka,,


Ica hanya mau dikamar dan di temani Angga..


Setiap mau makan Angga selalu membuatkan omlet atau sanwich untuk Ica, dan Ica sendiri selalu menungguinya di dapur sedangkan Angga baru bisa makan setelah Ica sudah tertidur itu juga kilat,,


Setiap mata terbuka Ica selalu mencari Angga, dan kadang menangis ketika tidak ada Angga di sampingnya..


Siang ini Angga ditelp harus ke Rumah Sakit karena memang dia ada janji ketemu dengan pasiennya..


Sebenarnya Angga engga meninggalkan Ica tapi dia juga sudah terlanjut janji...


Angga mendekati Ica yang sedang duduk di sofa kamarnya..


" Yank,, Mas mau ngomong boleh ucap Angga pelan takut Ica sedang berada di mood yang tidak enak..


" Mas mau ngomong apa,, ucap Ica menatap Angga


" Mas terlanjur janji dengan pasien di Rumah Sakit,, Mas pergi sebentar boleh..


Ica tersenyum dan mengangguk.. Sedangkan Angga sendiri menjadi lega setelah mendapatkan ijin dari Ica..


" Ya Udah Mas siap-siap dulu ya,,


" Iya,,


Angga segera berjalan menuju ruang ganti dan bersiap untuk pergi, setelah Rapi kembali Angga menghampiri Ica..


" Kamu gapapa Mas tinggal sebentar kan Yank,,


" Iya Mas, tapi Mas langsung pulang kan nanti


" Mas janji, setelah urusan selesai Mas bakal langsung pulang dan nemenin kamu lagi..

__ADS_1


Ica mengangguk,,


Angga mencium kepala juga Pipi Ica dan beranjak keluar kamarnya..


Angga menemui Bi Minah yang sedang membereskan dapur,,


" Bi, Saya ke Rumah Sakit sebentar tolong jaga Ica ya, kabarin Saya kalo ada apa-apa


" Baik Pa,,


Angga langsung masuk ke dalam mobilnya dan melaju keluar gerbang rumahnya..


Dirumah Sakit,


Angga sudah ditunggu oleh seorang pria paruh baya dengan seorang perempuan berambut panjang, tubuh tinggi putih..


Mereka adalah pasien yang sudah janji bertemu dengan Angga..


Angga bergegas masuk ke dalam setelah memarkirkan mobilnya..


" Sus, pasien Saya sudah datang ucap Angga saat berada di depan meja suster Nena


" Sudah Dok, mereka sudah menunggu di dalam..


Angga segera masuk ke dalam diikuti oleh suster Nena..


" Selamat Siang dokter Angga,, ucap Pak Jaya


Pak Jaya merupakan pasien lama Angga yang hampir setiap bulan selalu konsultasi dengannya mengenai penyakitnya..


" Perkenalkan Dok, ini anak saya Lintang dia baru pulang dari Amerika,,


" Angga menjulurkan tangannya dan Lintang pun menjabatnya..


Angga langsung menanyakan kondisi kesehatan Pak Jaya dan akhirnya mereka ngobrol sedangkan Lintang sendiri terus menatap Angga, merasa kagum karena masih muda dan sudah menjadi seorang Dokter,,


Sedangkan Angga sendiri tampak Acuh dengan pandangan Lintang dan hanya terus berbicara dengan Pak Jaya tanpa melihat kearahnya..


" Jadi gimana Kondisi Papi Saya Dokter Angga ucap Lintang tiba-tiba..


" Kondisi Pak Jaya pasca Operasi sudah membaik, Saya tetap menganjurkan untuk tidak terlalu lelah juga banyak istirahat, dijaga pula makanannya.. Ucap Angga..


Setelah mereka berbicara Angga langsung mengajak Pak Jaya untuk diperiksa, sedangkan suster Nena langsung membantunya..


Lintang masih menunggu resep yang sedang ditulis oleh Angga sedangkan Pak Jaya sudah

__ADS_1


Lebih dulu keluar dan menunggunya di luar..


" Ini resepnya bisa langsung ditebus di Apotik ucap Angga memberikan secarik kertas


" Em,, maaf Dok,, saya bisa minta nomor Anda,, ucap Lintang


Angga menatapnya bingung,,


" Maksud saya, agar Saya bisa menanyakan atau menghubungi Anda kalo ada apa-apa dengan Papi saya,,


" Anda bisa langsung menghubungi nomor yang ada di Resep itu dan dari pihak Rumah Sakit pasti akan menjawab keluhan pasien,, jawab Angga dingin..


" Saya permisi Dok, Ucap Lintang


Angga langsung mengambil Hpnya dan langsung menelpon Ica..


Tut,, tut,, tut,,


Suara panggilan namun tidak ada jawaban..


Setelah 3kali menelpon dan tidak ada jawaban Angga langsung menelpon rumah..


Tut,, tut,, tut,,


" Halo,, suara diseberang


" Halo Bi, Ica lagi apa ya kok Saya telp gag diangkat


" Bu Ica sedang tidur Pa, barusan bibi ke kamarnya..


" Sebentar lagi saya pulang Bi,,


" Iya Pa,,


Angga menutup telponnya dan langsung keluar..


" Sus, Saya langsung pulang ya,, sudah gag ada pasien lagi kan


" Sudah Dok,, oya gimana keadaan Mba Ica Dok


" Masih ngidam Sus, Doain terus ya Sus


" Baik Dok,, hati-hati


Angga langsung berjalan keluar Rumah Sakit rasanya ingin segera sampai rumah khawatir dengan kondisi Ica..

__ADS_1


Diam-diam ada seseorang yang terus menatap Angga hingga keluar Rumah Sakit..


Ya Lintang terus menatap Angga sampai masuk ke dalam mobil sampai mobilnya tidak terlihat..


__ADS_2