
Hubungan Angga & Ica semakin lama semakin dekat,
Bahkan Angga sering menjemput Ica pulang kantor atau juga sesekali mengantar Ica berangkat,,
Angga masih belum menyatakan perasaannya kepada Ica, Angga masih menunggu waktu yang pas,,
Ica pun sudah benar benar merasa nyaman bersama Angga,,
Perasaan kepada Angga pun sudah tumbuh dan bisa melupakan Bagas yang pernah ada dihatinya,,
Seperti saat ini, Angga akan mengajak Ica jalan jalan karena memang hari ini mereka libur,,
Angga menjemput Ica dirumahnya sekitar jam 9 pagi,,,
Tok,, Tok,, Tok,,
Terdengar suara pintu rumah Ica,,
Bu Nia yang kebetulan berjalan dari dapur mendengar dan segera membukakan pintu,,
" Eh Nak Angga,, mau jemput Ica ya,,
Karena memang sebelumnya Ica sudah memberi tahu kalo mereka akan pergi jalan jalan,,
" Iya Bu, ucap Angga dengan mencium punggung tangan Bu Nia,,
" Silahkan masuk, Ica sepertinya masih siap siap,,
" Terimakasih Bu Nia, sambil berjalan menuju ruang tamu dan duduk fi sofa
Bu Nia pun ikut duduk menemani Angga karena Ica masih bersiap siap,,
" Nak Angga, Ibu boleh tanya sesuatu??
Angga bingung apa yang bakal ditanyakan oleh Bu Nia, hatinya pun resah,,
" Boleh Bu, Ibu mau bicara apa ya??
Jawab Angga sedikit gugup,,
Bu Nia tersenyum, dan melanjutkan pembicaraannya,,
" Apa Nak Angga mencintai Ica anak Ibu??
Deg,,
Jantung Angga seperti berhenti berdetag, Angga takut kalau mereka tidak direstui,,
__ADS_1
" Maksud Bu Nia??
" Kalo Nak Angga memang mencintai Ica, Ibu minta jaga Ica, jangan pernah sakiti Ica, cukup kejadian waktu itu membuat Ica tersakiti,,
Angga semakin bingung dengan pembicaraan Bu Nia, Kejadian waktu itu?? Ica disakiti? Apa mungkin saat kami bertemu di Cafe dan Ica yang menangis?? batin Angga
" Maaf Bu Nia, saya benar benar tidak mengerti dengan omongan Bu Nia,,
Bu Nia mengambil napas panjang dan menceritakan semuanya kepada Angga,,
" Dulu Ica mempunyai pacar namannya Bagas, mereka satu kantor, hubungan merekapun sudah 4th dan berencana untuk tunangan,
Bu Nia menghentikan ceritanya dan terlihat mengusap air matanya,,
" Namun,, hubungan mereka harus berakhir hanya karena orang ketiga,, dan dy adalah sahabat Ica sendiri,,
Dibelakang Ica mereka mempunyai hubungan, setelah Ica tahu hubungan mereka Ica langsung memutuskan Bagas,,
Itu kenapa Ica sampai di rawat Dirumah Sakit waktu itu,,
Ucap Bu Nia dengan terus meneteskan air matanya karena mengingat kejadian kembali hancurnya hati Ica saat ini,,
Tapi setelah Ica bertemu dengan Nak Angga, Ica sudah kembali tersenyum juga kembali ceria,,
Angga merasakan hatinya sangat hancur mendengar semuanya, tega sekali mereka mempermainkan perasaan Ica,,
Bu Nia tersenyum dan menghapus air matanya,
Bu Nia yakin dengan sikap Angga selama ini yang sudah membuat hati Ica kembali bahagia dan Ica kembali ceria,,
" Ibu merestui hubungan kalian, dan Ibu pegang janji Nak Angga,, jaga Ica baik baik,, mungkin sifat Ica sangat manja karena memang Ica sudah ditinggalkan Ayahnya dari kecil,,
Angga bertekad dalam hatinya untuk selalu membuat Ica gembira dan tidak akan pernah menyakiti hati Ica,,
Sedangkan Ica yang sudah bersiap dengan kemeja warna merah dipadukan dengan celana jeans warna biru juga jacket yang masih belum dipakainya serta sepatu warna putih keluar kamar dan berjalan keruang tamu karena Bi Siti sudah memberi tahu kalau Angga sudah datang,
Ica melihat wajah Angga & Bu Nia yang terlihat serius pun bingung,,
" Lo Bu, Mas Angga kok muka kalian jadi pada serius kenapa zie?? Ucap Ica menghampiri mereka,,
Terus kok Ibu menangis ada apa Bu,,?? Lanjut Ica menatap wajah Bu Nia yang tersihat sembab,,
Bu Nia hanya tersenyum,,
" Gapapa sayang,, Ibu cuma bahagia sekarang liat kamu,,
Ica masih merasa bingung, dan wajahnya beralih menatap Angga yang juga kelihatan mempunyai pikiran,,
__ADS_1
" Mas Angga,,, ucap Ica menatap Angga minta penjelasan,,
Sama seperti Bu Nia, Angga pun hanya membalas senyuman,,
" Ini ada apa zie, Ica jadi bingung,,, ucap Ica sedikit merajuk,,
" Kalian bukannya mau jalan jalan ya Udah sana nanti keburu panas lo ucap Bu Nia memecahkan keheningan,,
" Ya Udah Bu, Angga pinjem Ica seharian ya ucap Angga sengaja menggoda Ica yang terlihat cemberut
" Emang aku barang main pinjem pinjem gitu,, ucap Ica dengan masih cemberut,,
Bu Nia hanya tersenyum melihat ekspresi Ica yang sangat Manja,,
" Ya udah kalian hati hati ya,,
Nak Angga Ibu titip Ica ya,,
Angga pun mengangguk dan menyalami tangan Bu Nia, begitu pun Ica yang menyalami Bu Nia dan memeluknya,,
Bu Nia mencium kepala Ica,,
" Hati hati ya sayang,
Ica tersenyum dan keluar rumah,,
Angga yang sudah berada disamping mobilnya langsung membukakan pintu,,
Ica langsung masuk,,
Angga berjalan berputar dan duduk dikemudi,,
Mobil pun berjalan,,
Bu Nia tersenyum karena hatinya sudah merasa lega setelah menyampaikan semuanya kepada Angga,,
Karena Bu Nia melihat ketulusan pada Hati Angga, Dan Juga Bu Nia merasa senang Ica sudah mau membuka hatinya,,
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Like Like juga Vote ya Gaes 😍😍
Lanjut terus masih panjang perjalan mereka,
Terimakasih
🤗🤗
__ADS_1