Sahabatku Selingkuhan Pacarku

Sahabatku Selingkuhan Pacarku
Part 42


__ADS_3

Tidak berapa lama Dokter Angga keluar, terdengar bunyi HP Bu Nia,,


Bu Nia segera mengambil HP nya yang berada diatas nakas samping ranjang Ica, dan ternyata Ella asisten Bu Nia di toko rotinya,,


" Halo,, iya La.. Kenapa?? Jawab Bu Nia


" Maaf Bu, saya mengganggu waktu Ibu,,


Apa Ibu sekarang bisa ke toko, ada sedikit masalah Bu,, ucap Ella diseberang,,


" Apa engga bisa kamu wakilin saya La,,


" Maaf Bu, kalo bisa saya wakili Ibu,,


" Ok, tunggu sebentar lagi saya ke sana ucap Bu Nia lalu memutuskan panggilan telponnya,,


Ica yang sedari tadi melihat Bu Nia hanya terdiam dy tidak tau apa yang terjadi di toko rotinya,,


" Sayang, kamu gapapa Ibu tinggal sebentar ke toko,, ucap Bu Nia,,


" Ibu pergi ke toko aja, Ica gapapa kok Bu,,


Jawab Ica dengan tersenyum,,


" Ibu tinggal sebentar, kalo urusan udah kelar Ibu langsung kembali,, ucap Bu Nia sambil mencium kepala Ica,,


Ica mengangguk & tersenyum,,


Dan Bu Nia pun keluar, sebelum Bu Nia meninggalkan rumah sakit Bu Nia sudah meminta suster Nena untuk menjaga Ica selama Bu Nia Keluar,,,


Tanpa sengaja Dokter Angga mendengar saat Bu Niat berpesan kepada salah satu susternya untuk menjaga Ica,,


Di kamar Ica merasa sangat bosan, dy hanya bisa membaca majalah atau sekedar main Hp,,


Seorang suster masuk dan membawakan makan siang untuk Ica,,


" Mba Ica, sudah waktunya makan siang biar saya bantu mba?? ucap suster


" Saya belum laper Sus, nanti aja saya makannya,,


" Baik Mba, kalo butuh sesuatu panggil saya aja ya mba,,


" terimakasih Sus,


jam sudah menunjukan pukul 1 siang dan Bu Nia masih belum kembali,,


Suster Nena sudah membujuk Ica agar mau makan dan minum obatnya tapi Ica terus menolaknya dengan alasan masih kenyang,,


Dokter Angga yang sedang berjalan melihat suster Nena keluar dari kamar Ica,,


" Suster Nena panggil Dokter Angga


" Iya Dok, ada yang bisa saya bantu,,

__ADS_1


" Kok Suster keluar dadi kamar Ica, emang Ica kenapa sus??


" Mba Ica gapapa Dok, saya dimintai tolong Bu Nia untuk menjaga Mba Ica,, soalnya Bu Nia ada keperluan,,


" Terus Bu Nia sudah kembali??


" Belum Dok, tapi Mba Ica belum mau makan Dok,, saya bingung membujuknya,, ucap Suster Nena,,


" Ok biar saya Bantu bujuk, ucap Dokter Angga dan menuju kamar Ica,,


Di kamar Ica terus memandang keluar jendela, ingin rasanya dy keluar,, rasanya sudah sangat bosan,,


Dokter Angga membuka pintu dan melihat Ica yang duduk diatas ranjangnya dan melihat kearah jendela akhirnya menghampirinya,,


Dilihatnya makana juga obat masih belum tersentuh sama sekali,,


Ica tidak menyadari kedatangan Dokter Angga,,


" Ehem,, Kok gag dimakan makanannya Mba Ica.. ucap Dokter Bagas berdiri disebelah ranjang,,


Ica yang mendengar suara seseorang pun langsung menengok,,


" Dokter Angga, sejak kapan anda disitu?? Kok saya gag tau ya,,


" Barusan saya masuk,


Kata suster Nena Mba Ica belum mau makan?? Kenapa??


" Gapapa Dok, saya belum laper,,


Ica hanya terdiam memandang Dokter Angga,,


" Saya Bosan Dok,,


Ucap Ica dengan sedikit menunduk,,


Dokter Angga tersenyum melihat sikap Ica yang begitu menggemaskan,,


" Apa Mba Ica pengin jalan jalan ke taman??


Ica yang mendengar langsung mendongakkan kepalanya dan mengangguk juga tersenyum, ,


" OK saya ambilkan kursi roda sebentar,,


Dokter Angga keluar dan beberapa saat kembali dengan membawa kursi rodanya,


Sedangkan Ica yang melihatnya merasa tidak enak,,


" Ga usah Dok, saya gapapa dikamar saya biar nanti nunggu Ibu, saya juga gag mau merepotkan dokter,,


Dokter Angga tersenyum,,


" Saya tidak merasa direpotkan, lagian saya juga sudah tidak ada pasien yang harus diperiksa,,

__ADS_1


" Beneran gapapa Dok, ucap Ica yang masih merasa tidak enak,,


" Gapapa, saya bantu turun ucap Dokter Angga,,


Akhirnya Ica keluar kamar dengan ditemani Dokter Angga yang mendorong kursi Rodanya,,


Suster Nena yang melihatnya pun sedikit bingung,, pasalnya baru kali ini Dokter Angga mau dekat dengan perempuan apalagi cuma pasiennya,,


Mereka sampai di Taman Rumah Sakit,


Dokter Angga duduk di kursi taman sedangkan Ica masih duduk dikursi roda,,


Wajah Ica sedikit segar, mungkin karena badannya sudah lebih baik juga karena dy bisa menghirup udara,,


Sesekali Dokter Angga melihat senyuman diwajah Ica,,


" Seger Banget udaranya,, ucap Ica sambil sedikit menghirup udara,,


Dokter Angga tersenyum dan terus memandangi Ica,,


" Kamu tunggu sebentar, saya kesana sebentar ucap Dokter Angga,


Ica hanya menganggukan kepalanya dan terus memandang lurus,,


Setelah beberapa lama Dokter Angga kembali dengan membawa bungkusan ditanganny,,


Dy sengaja ke kantin rumah sakit untuk membelikan Ica sanwich dan air mineral karena Ica yang belum mau makan mungkin karena masakan rumah sakit yang tidak ada rasanya,,


Ica yang menyadari Dokter Angga sudah kembali akhirnya menengok,,


" Dokter dari mana??


" Saya dari kantin, ini saya beli sanwich buat kamu,, dimakan ya sambil memberikannya kepada Ica,,


Ica hanya melihatnya dan tidak menerimannya,,


" Saya tau, kamu bosan dengan masakan rumah sakit kan makanya gag mau makan,, lanjut dokter Angga,,


" iih Dokter soktau deh,, ucap Ica dengan senyumannya,,


Dokter Angga merasa bahagia karena melihat senyum diwajah Ica apalagi melihat Ica yang sudah membaik,,


" Tau dong,,


Ya Udah nie makan, apa mau saya suapin juga??


" Ok Ok,, saya makan, sambil menerimanya Dokter sudah makan?? Lanjut Ica,,


" Saya sudah makan, kamu makan dulu,,


Dokter Angga terus memandang Ica, hatinya bahagia melihat Ica sudah membaik dan juga merasa sedih karena kalo Ica sudah keluar rumah sakit apa dy masih bisa bertemu dengannya,,


" Ini Minumnya,, ucap Dokter Bagas memberikan botol air mineral yang sudah dibuka tutupnya,,

__ADS_1


" Terimakasih ucap Ica tersenyum,,


Merekapun terus ngobrol ditaman, terlihat Ica sudah bisa tertawa, sedikit melupakan kejadian waktu itu,,


__ADS_2